Politik

Bawaslu Lampung Dorong Kepolisian Usut Penyebar Video Kampanye Hitam

Kampanye hitam/Net

BANDAR LAMPUNG – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Lampung meminta pihak kepolisian dan Kominfo Provinsi Lampung untuk menelusuri dan mengusut tuntas oknum yang menyebarkan video yang diindikasi sebagai bahan politik hitam (black campaign) untuk menjatuhkan salah satu pasangan calon (paslon) gubernur – wakil gubernur di pilgub 27 Juni 2018 mendatang.

“Kita mendorong itu pihak kepolisian dan kominfo untuk dapat menilisik dan menelusuri video itu supaya tidak menimbulkan prasangka dan asumsi negatif di masyarakat Lampung. Mereka juga memiliki peralatan yang canggih dan lebih memahami teknologinya,” kata Komisioner Bawaslu Provinsi Lampung, Adek Asyari, kemarin.

Pihaknya menyayangkan adanya unggahan video berjudul pengakuan Sinta Melyati berdurasi sekitar 18.39 menit itu beredar luas di media sosial dan bisa diakses oleh semua pihak.

Baca Juga:  KPU Lampung Berwenang Tolak Protes di Pleno Rakapitulasi Suara

”Kita sayangkan itu,” ucapnya.

Ia berharap tim pemenangan, parpol pengusung dan paslon dapat bersama – sama menjaga kondusifitas untuk menciptakan rasa aman dan nyaman di tengah masyarakat  pasca digelarnya ajang pesta demokrasi lima tahunan tingkat provinsi tersebut.

“Pilgub ini kan digelar untuk mencari sosok calon pemimpin yang sesuai dengan keinginan rakyat dan bisa dipercaya dalam memajukan serta mensejahterakan masyarakat Bumi Ruwa Jurai untuk periode 2019-2024,” pungkasnya.

Sebelumnya, Penyebaran video pengakuan Sinta Melyati  di beberapa akun media sosial kuat dugaan dilakukan oleh pihak-pihak yang disinyalir berafiliasi dengan  pasangan calon  Arinal Djunaidi-Chusnunia Chalim dan terindikasi penyebaran video sepihak itu terindikasi dijadikan bahan black campaign untuk menjatuhkan Cagub Petahana M.Ridho Ficardo.

Baca Juga:  Oknum Cukong Ingin Membentuk Kepemimpinan Boneka

Penyebaran video black campaign yang  merugikan Cagub Ridho pertama kali diketahui tersebar melalui pesan WhatsApp menggunakan  mlink You Tube dengan akun bernama Eka, Senin (28/05) lalu sedangkan  pada Selasa (29/05) akun Instagram @relawan_arinal, juga memposting screenshhot video tersebut dengan melampirkan link berita dari media online bergelora.com  memuat pengakuan Sinta yang belum dapat dipertanggungjawabkan.

Asumsi yang muncul  jika ada upaya pihak-pihak tertentu yang diduga dilakukan oleh orang-orang yang berafiliasi dengan Pasangan Arinal-Nunik untuk menyerang lawan politik dengan menyebarkan video tersebut sebagai media Black Campaign semakin terlihat dengan dibagikan di Grup WhatsApp “Diskusi Pilgub 2018 “ bentukan  Ketua AMPG Kota Bandar Lampung, Seno Aji oleh salah satu anggota grup yakni Bisri Mustofa.

Baca Juga:  Pasangan Arinal-Chusnunia Tidak Tercantum Dalam Surat Keputusan Rekomendasi Partai Golkar

Alhasil kurang dari waktu satu menit komentar penghuni grup kontan bermunculan.(LS/DD)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top