Iklan
Daerah

Barisan Pemimpi Luncurkan Kumpulan Cerita “Bun Maracih”

Cerita pendek “Bun Matacih”/Istimewa

LAMPUNG BARAT – Komunitas Barisan Pemimpi meluncurkan kumpulan cerita pendek “Bun Maracih” di Kedai Coffee Kane, Minggu (14/7).

Buku ini berisi 17 cerita pendek dari peserta Kelas Menulis Cerpen yang diselenggarakan September tahun 2018, hasil seleksi dari 32 peserta pelatihan.

Dalam sambutannya, Muhamad Mansur, Ketua Pelaksana menyatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan untuk meningkatkan kontribusi kaum muda Lampung Barat di dunia literasi.

“Sebuah gerakan yang juga digaungkan oleh Pemerintah Kabupaten Lampung Barat,” katanya.

Barisan Pemimpi adalah wadah bagi generasi muda dan siapapun yang ingin memajukan gerakan literasi di Lampung Barat.

“Dengan terbitnya buku kumpulan cerpen ini adalah salah satu bentuk nyata dari gerakan ini” ujarnya.

Baca Juga:  HUT Ke-68 SDM Polri, Polres Waykanan Gelar Syukuran

Sementara itu, Emmistasega Subama, pendiri Komunitas Barisan Pemimpi, berharap ke depan komunitas ini akan mengadakan kegiatan literasi lainnya, baik berupa pelatihan, diskusi, bedah buku maupun kegiatan-kegiatan lain yang bermanfaat bagi masyarakat dan kelompok pemuda pada khususnya.

“Dalam waktu dekat, kami berharap dapat melaksanakan Pelatihan Menulis Puisi dan Pelatihan Menulis Cerita Anak. Dan semoga setiap tahun bisa menerbitkan buku antologi dari setiap pelatihan yang diselenggarakan. Dan dapat mewarnai perkembangan dunia literasi di Lampung. Sebagaimana motto komunitas yaitu dari kampung lalu mendunia” antusias.

Buku ini menghimpun hasil peserta pelatihan. Mayoritas peserta adalah pelajar Sekolah Menengah Atas di Lampung Barat. Dengan kurator Arman Az, sastrawan dan pemerhati sejarah Lampung yang sekaligus menjadi pemateri dalam pelatihan penulisan.

Baca Juga:  Pemkab Lambar Gencar Sosialisasi Pencegahan KDRT

Aniysa N. Fauzi (17), peserta pelatihan yang karyanya dipilih jadi judul buku mengaku sangat antusias dan senang.

“Sebenarnya ide cerita sudah terpikir sejak sebelum mengikuti pelatihan. Dan baru setelah mengikuti pelatihan ide itu bisa diwujudkan dalam satu cerita. Kesabaran jadi kunci dalam menyelesaikan karya ini,” ungkapnya.

Untuk sementara, buku ini masih dicetak dalam jumlah terbatas atas kerja sama dengan Penerbit Orbit dari Yogyakarta.

Dipilihnya Kefai Coffee Kane sebagai tempat peluncuran bukan tanpa alasan. Selain letaknya yang strategis, dekat dengan lokasi wisata Ecopark Pinus Sumber Jaya, juga sebagai wujud dukungan terhadap gerakan literasi di Lampung  Barat. Kafe tidak hanya sebagai tempat nongkrong atau ngopi saja, tetapi juga sebagai ruang kreatif bagi generasi muda khususnya di Kecamatan Sumber Jaya.(LS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top