Daerah

Bapenda Tulangbawang Terapkan Simda Bagi Wajib Pajak

Kepala Bapeda Tulangbawang, Ria Kholdi, didampinggi oleh sekretaris I.Nyoman Sutamawan, memberikan penjelasan terkait rencana penerapan Simda dalam penagihan dan pengelolaan pajak dan retribusi daerah/MR/Suluh

MENGGALA – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Tulangbawang, menerapkan Sistem Informasi Menajemen Daerah (Simda) dalam pengelolaan Pajak Bumi Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB2P) pada tahun 2019 mendatang.

Pasalnya Simda sangat penting guna meminimalisir terjadinya tunggakan serta mengetahui secara detail jika wajib pajak telah atau belum membayar serta mengetahui potensi-potensi berbagai pajak maupun retsribusi untuk pendapatan asli daerah (PAD).

Kepala Bapenda Tulangbawang, Ria Kholdi, mengatakan jika pada tahun depan dalam sistem pengelolaan dan penarikan pajak daerah dari seluruh jenis pajak maupun retribusi daerah di Tulangbawang akan semakin diperketat namun dipermudah untuk para wajib pajak.

Baca Juga:  Gagal Tender, LPSE Tulangbawang di Hack

Sebab menurut Ria, pada tahun 2019 mendatang pihak Pemkab Tulangbawang akan menggunakan serta menerapkan Simda dalam menangani pengelolaan dan penarikan pajak daerah di seluruh Tulangbawang.

“Kalau kita terus menggunaan sistem manual seperti saat ini maka hasil PAD kita tidak akan optimal mengingat antara data yang kita keluarkan serta hasil yang didapat tidak pernah seimbang, kita tidak mengetahui kepastian apakah wajib pajak sudah membayar atau belum membayar karena sistem masih manual,jadi sulit untuk dilakukan pengecekan,” terang Ria Kholdi, Senin (1/10).

Sebab aku Ria, dalam penarikan pajak dan retribusi khususnya PBB-P2, pihaknya mengandalkan aparatur kecamatan dan kampung melakukan penagihan langsung terhadap masyarakat wajib pajak.

Baca Juga:  Demi Kemajuan, Bupati Umar Ahmad Siap Fasilitasi Gerakan Pramuka

“Kita hanya memberikan surat penagihan, banyaknya tergantung masing-masing kampung, namun kendalanya tidak semua wajib pajak membayar. Misalnya satu kampung ada 500, wajib pajak kita berikan 500 surat penagihan, kemudian dari angka tersebut sisa 100, namun tidak dikembalikan sehingga kami meraba-raba apakah benar-benar belum dibayar atau belum ditagih, atau wajib pajak memang sudah pindah domisili,” urainya.

Guna mempercepat proses pembayaran pajak termasuk juga guna mempermudah bagi wajib pajak untuk mengelola data dan melakukan penarikan pajak di daerah Tulangbawang.

“Maka pada tahun depan kami akan menggunakan sistem Simda karena dalam sistem tersebut selain semua data sudah masuk dalam data base yang akurat d kemudian bagi wajib yang sudah membayar akan mendapatkan Barcode khusus yang sistemnya terkoneksi dengan server,artinya ketika wajib pajak sudah atau belum membayar kami bisa lakukan cek,tahun ini memang sudah mulai diterapkan namun belum maksimal,insya allah tahun 2019 100% kita terapkan,” pungkasnya.(MR)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top