DPRD Oktober 2020

Bapemperda DPRD Lampung Finalisasi 5 Raperda, Satu Ditunda

Ketua Bapemperda Jauharoh Haddad/Istimewa

BANDAR LAMPUNG – Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Provinsi Lampung melakukan rapat finalisasi rancangan peraturan daerah (Raperda) bersama organisasi perangkat daerah (OPD) di ruang rapat komisi DPRD, Jumat (23/10).

Ketua Bapemperda Jauharoh Haddad, mengatakan, pihaknya telah melakukan finalisasi 5 Raperda yang akan disahkan dan 1 Raperda masih dalam penundaan.

“Kita finalisasi empat tetapi satu di tunda artinya tiga yang akan di sahkan nanti. Kemudian dua Raperda dari komisi total lima Raperda yang akan disahkan,“ kata Jauharoh saat di wawancara media di Gedung DPRD.

Kemudian, untuk Raperda tersebut yaitu usul inisiatif Bapeperda pengembangan sumber daya pariwisata dan ekonomi kreatif, penyelenggaraan kesejahteraan sosial disabilitas, penghapusan kekerasan terhadap perempuan dan anak, dan komisi satu, rancangan peraturan daerah Provinsi Lampung tentang penataan desa adat, rancangan pengolahan data kependudukan.

Baca Juga:  Janji Barlian Mansyur Beberkan Politik uang Hanya Isapan Jempol

Lanjut Jauharoh, bahwa dari Raperda tersebut sudah melakukan upaya kepada OPD terkait, agar Raperda ini bisa disahkan.

”Kita juga sudah singkronisasi terhadap opd terkait dan stakholder- stakholder yang memang berkaitan dengan perda-perda tersebut,“ ucapnya.

Jauharoh mengungkapkan, di hari Senin (26/10) akan mengundang Ketua Fraksi dan Ketua komisi untuk melaporkan lima raperda tersebut, bahwa benar-benar sudah siap untuk di sahkan.

”Kita akan rapim di hari Senin semua ketua fraksi ketua komisi dan pimpinan yang ada di dalam kelengkapan dewan akan melaporkan ke lima raperda tersebut bahwa kita sudah siap,“ tambahnya.

Jauharoh menjelaskan, Raperda ketenagakerjaan saat ini masih dalam penundaan, karena menjadi hal yang sangat sensitif yang mengakibatkan banyak penolakan dari masyarakat.

Baca Juga:  DPRD Lampung Nilai LKPJ Pjs Gubernur Baik

”Terkait dengan penundaan masalah raperda ketenagakerjaan, karena sangat sensitif Baru saja disahkannya omnibus law, Kemudian reaksi masyarakat luar biasa jadi kami menghargai itu dan kami tetap menunggu apa yang menjadi keputusan DPR RI dan Pemerintah kedepannya,“ tandasnya.(RED)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top