Daerah

Banjir, Warga Tulang Bawang Gelar Tradisi “Nghoyok”

Tradisi Nghoyok ala masyarakat Tulang Bawang/MR

TULANGBAWANG – Banjir yang melanda pemukiman penduduk di Kampung Bugis, Kelurahan Menggala Kota, Kecamatan Menggala, Tulang Bawang, dan sekitarnya. Rupanya dimanfaatkan oleh ratusan warga menggala luar kampung untuk menggelar tradisi “Nghoyok”.

Nghoyok, artinya (Berjalan Dalam Air), adalah sebuah tradisi masyarakat Menggala,dimana warga berduyun-duyun mendatangi lokasi banjir bugis untuk melihat langsung ketingian air,dan keadaan kerabat, sekaligus mandi, juga membersihkan kenderaan yang dipercaya membuang sial.

Aida (51), Warga Gunung Sakti, Menggala, mengaku, dirinya bersama keluarga sengaja datang ke Kampung Bugis, untuk Nghoyok bersama dengan seluruh warga Menggala.

Dilakukannya hal itu, kata Aida, untuk melihat langsung kondisi rumah saudara ataupun kerabatnya yang terkena banjir.

Baca Juga:  Jabatan Kasat Reskrim Polres Tulangbawang Resmi Diserahterimakan

“Kami setiap tahun jika ada kabar banjir di Kampung Bugis pasti akan datang Nghoyok bersama keluarga dan anak-anak. Selain silahturahmi dengan saudara atau kerabat, sekaligus melihat anak-anak belajar berenang,” ungkap Aida, Minggu (4/3).

Hal senada yang di ungkapkan oleh Lisda (18), dirinya bersama dengan muda-mudi lainya sedari pukul 15.30 WIB, sengaja  telah datang kelokasi banjir untuk Nghoyok, dan bersantai ria di tengah-tengah lokasi banjir.

Menurut Lisda, dirinya menfaatkan banjir untuk bertemu dengan para sahabat lama sembari mandi dan bersanda gurau.

“Saat banjir, inilah saya bisa bertemu dengan teman lama, Karena ketika banjir semua orang baik dari Menggala, ataupun luar Menggala pasti akan datang ke Kampung Bugis ini, untuk mandi dan bersantai, “jelasnya.

Baca Juga:  Jaga Netralitas, Kepolisian Larang Pasangan Arinal Nunik Kampanye di Aset Milik Polri

Dari pantauan dilokasi, ribuan masyarakat memadati Rt. 04 Kampung Bugis. baik dengan membawa kendaraan guna datang menyambangi Kampung Bugis, juga untuk melakukan ritual Nghoyok.

Meski air terlihat kotor, namun warga tidak segan-segan untuk mandi dan berenang, serta mencuci kenderaan.

Untuk diketahui, banjir di Kampung Bugis dan sekitarnya memang setiap tahun dipastikan akan datang. Tepatnya pada bulan Februari hingga Maret, bertepatan datangnya musim hujan.

Banjir akan semakin parah jika hujan terjadi di wilayah Lampung Utara, tepatnya di Way Rarem. Pasalnya, wilayah tersebut berada di hulu sungai Tulang Bawang.  Bendungan Way Rarem sendiri dibuka karena tidak bisa lagi menampung ketinggian debit air, maka otomatis Tulang Bawang akan terkena banjir besar.(MR)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top