Iklan
Daerah

Banjir Melanda Pringsewu, Bendungan Way Gatel Jadi Sorotan

Bendungan Way Gatel Kabupaten Pringsewu/Istimewa

PRINGSEWU – Hujan deras hingga sampai lima jam lebih mengguyur wilayah Kabupaten Pringsewu, Kabupaten Pesawaran, dan Kabupaten Tanggamus, Lampung, mengakibatkan meluapnya Sungai Way Tebu dan jebolnya tanggul yang berada sebelah utara Bendungan Way Gatel, karena tak bisa menampung dan menahan debit air.

Jebolnya tanggul sebelah utara Bendungan Way Gatel, menjadi tanda tanya masyarakat luas dan pihak penggiat Anti Rasuah Persatuan masyarakat Anti Korupsi Indonesia (Permak-Indonesia). Pasalnya, bendungan tersebut belum lama dibangun dan baru hitungan bulan selesai dikerjakan.

“Anggaran yang digelontorkan dari APBD Kabupaten Pringsewu cukup besar sekitar Rp9.701.905.000,  yang dikerjakan oleh PT. Kencana Baru Perkasa sebagai pemenang tender,” kata Mustofa Ali, S.H, aat dikonfirmasi via telepon, Selasa (19/2).

Pembangunan dengan anggaran miliaran rupiah tersebut, diduga kuat kualitas pembangunan dipertanyakan. Terkait pembangunan dikabupaten Pringsewu tidak terlepas dari pengawasan dari tim pengawalan, pengamanan pemerintah dan pembangunan daerah (TP4D).

“Terkait pembangunan Bendungan Way Gatel peranan TP4D Kabupaten Pringsewu dipertanyakan, berjalan atau tidak pengawalan dari kejaksaan setempat,” ucapnya.

Baca Juga:  Kadis Kominfo Way Kanan Buka Pelatihan Jurnalistik dan Photography di Ponpes Raudlatul Muta’alimin Kasui

Selain itu juga, sambung Mustofa, dengan acuan dana Rp9,7 miliar seharusnya menghasilkan bangunan permanen (kuat) yang anti bencana.

“Melihat dari kontur tanah yang ikut terbongkar saat tanggul jebol terbawa arus air, sajiannya saja sudah tidak meyakini bangun tesebut kokoh, kalau kemudian bangunan Bendungan Way Gatel tidak sesuai dengan spesifikasi? Sebagaimana yang ada dalam kontrak, maka kuat dugaan telah terjadi tindak pidana korupsi,” urai dia.

Sementara, kejadian jebolnya tanggul sebelah utara pada Bendungan Way Gatel beberapa hari yang lalu, akibat meluapnya derasnya debit air dan tanggul tidak sanggup menahan.

Tanggul sendiri jebol sekitar pukul 06.30 WIB, Minggu (17/2). Hingga berita ini diturunkan debit air masih tinggi.

Menurut Tohat Adi Prasetyo Warga Dusun 1, RT 04 Pekon Panjerejo, Kecamatan Gadingrejo menuturkan air meluap hingga melebihi pintu air Bendungan Way Gatel.

“Air yang meluap hingga kebadan jalan, akibat dari derasnya air yang datang dari tiga penjuru sungai yang bermuara di kali way tebu ini,” ujar Tohat.

Baca Juga:  Minta Restu Warga Pringsewu, Nyimas G Putri Semakin Mantap Maju Di Pileg

Kata dia, derasnya aliran sungai tidak terlepas dari hujan yang mengguyur wilayah tiga kabupaten, hujan yang turun sejak, Sabtu (16/2) Pukul 16.30 WIB hingga Pukul 23.00 WIB.

“Dengan intensitas hujan yang cukup lama, warga Pekon Panjerejo khususnya dusun 1 RT 04, pasca ba’da solat isya bersiaga disekitar bendungan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” ungkapnya.

Sekitar pukul 04.00 WIB, Minggu (17/2) warga pun masih bersiaga lantaran debit air semakin tinggi dan sudah masuk kerumah warga disusun 1 RT 04.

“Untungnya tanggul sebelah utara dari bendungan way gatel jebol, meski demikian warga masih tetap waspada. Karena, bisa saja hujan akan datang lagi,” kata Tohat.

Ditempat yang sama, Judy Muliana, ST,. MT Kepala Bidang Pengairan PU-PR Kabupaten Pringsewu saat meninjau tanggul sungai yang jebol.

“Karena curah hujan tinggi yang mengakibatkan air meluap, karena tidak tahan dengan debit air tanggul roboh dihantam arus sungai way tebu ini,” kata Judy.

Diketahui, air yang bermuara di Way Tebu ini bukan hanya dari Kabupaten Pringsewu saja, melainkan dari kabupaten tetangga.

Baca Juga:  Akibat Buruknya Saluran Drainase, Air Meluap Hingga Pertokoan

“Way Padang Ratu aliran sungai dari Kabupaten Pesawaran, Way Manak dan Way Rukem dari Kabupaten Tanggamus yang bermuara di bendungan Way Gatel,” ujarnya.

Pihaknya dari Dinas PUPR setempat sudah memiliki rencana akan membuat bangunan pimpas air yang ternyata sekarang jebol.

“Ternyata rencana kami didului oleh alam, sedang untuk tahun ini dalam proses pembebasan lahan untuk pengerjaan pelimpasan air yang nantinya diperuntukkan petani di pekon margakaya dan Pekon Sidoharjo,” pungkasnya.(DN)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top