Daerah

Balai Besar TNBBS Aksi Bersih Sampah di Dua Lokasi

Balai Besar TNBBS Aksi Bersih Sampah di Dua Lokasi/Istimewa

BANDAR LAMPUNG – “Memulai pengelolaan sampah dari diri pribadi, perlu digalakkan kepada semua elemen masyarakat,” ujar Kepala Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) , Agus Wahyudiono, disela kegiatan memperingati Hari Peduli Sampah Nasional, kemarin.

Kegiatan dilakukan dengan memungut sampah pada dua lokasi.

Lokasi pertama, BPTN Wilayah I Semaka di ruas Jalan Lintas Sanggi – Bengkunat yang melintasi Kawasan TNBBS sepanjang 11,5 km, diikuti 130 orang, terdiri dari, pegawai lingkup Balai Besar TNBBS Kotaagung dan pegawai lingkup BPTN Wilayah I Semaka, Masyarakat Mitra Polhut, Mitra (YABI, WCS, WWF, Sumatran Tiger Project GEF-UNDP), Saka Wanabakti Kwarcab Tanggamus.

Sampah yang dipungut sebanyak 1.050 kg, selain memunguti sampah, juga dilakukan sosialisasi kepada kendaraan yang lalu Lalang di jalan lintas kawasan, agar tidak membuang sampah di sepanjang jalan lintas.

Baca Juga:  Keluarga Zainani Terima Bantuan Dari Pemkab Tanggamus

Lokasi kedua BPTN Wilayah II Liwa di ruas jalan Liwa Lampung Barat – Krui Pesisir Barat yang melintasi Kawasan TNBBS sepanjang 15 Km, diikuti 200 orang, terdiri dari pegawai lingkup BPTN Wilayah II Liwa, Polsek Balik Bukit, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lampung Barat, Satuan Polisi Pamong Praja Lampung Barat, Pegawai Kecamatan Balik Bukit.

Lalu, warga, dan Peratin Pekon Balik Bukit, Warga Pokdarwis Kubu Perahu, Kelompok Pemegang Ijin Air Kubu Perahu, Saka Wanabakti Kwarcab Lampung Barat, Siswa SMK Kehutanan Negeri Kadipaten. Sampah yang dipungut sebanyak 10.000 kg, menggunakan 7 unit mobil sampah milik Dinas Lingkungan Hidup Lampung Barat.

“Jalan raya yang melintasi kawasan TNBBS, merupakan urat nadi perekonomian antar daerah.  Namun ramainya lalu lalang kendaraan, berdampak pada pembuangan sampah yang tidak terkendali,” jelas Agus.

Baca Juga:  Irjen Pol Ike Edwin Kembali Sabet Penganugerahan Mitrapol Award 2018

Masyarakat belum sepenuhnya menyadari bahwa kawasan hutan bukan merupakan tempat pembuangan sampah. Untuk itu perlu membangun kesadaran dan pembinaan kepada masyarakat sekitar kawasan khususnya, memberikan papan informasi untuk larangan membuang sampah, patroli pembersihan sampah, kerjasama dengan pemda lintas sektoral, dan para pihak terkait yang peduli lingkungan.

Yang terpenting, dalam penanganan sampah dibutuhkan kelola sampah untuk didaur ulang menjadi produk yang bermanfaat yang memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat. Hal ini sesuai dengan tema Hari Peduli Sampah Nasional 2019, “Kelola Sampah Untuk Hidup Bersih, Sehat, dan Bernilai”.

Kata Agus, minimnya pengelolaan daur ulang sampah mempengaruhi semakin menumpuknya sampah di Tempat Pembuangan Sampah (TPS). Hal yang diperlukan dalam daur ulang sampah, bukan saja kesadaran masyarakat dalam membuang sampah pada tempatnya, namun juga bagaimana membuang sampah sesuai dengan pengelompokan organik dan an organik.

Baca Juga:  Korem 043/Gatam Raih Juara Umum Piala Danrem 031/Wirabima

Selanjutnya masyarakat dapat diberikan ilmu dan didampingi untuk pengolahan sampah secara berkelanjutan.(LS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top