Daerah

Baju Disobek Guru, Siswi Ini Masih Malu ke Sekolah

Kiri-Lusi Viana, siswi kelas X di SMK Negeri 1 Kotabumi Lampung Utara (Lampura), didampingi orangtua Lukmansyah, saat ditemui media di kediamannya/Lis

LAMPUNGUTARA – Lusi Viana, siswi kelas X di SMK Negeri 1 Kotabumi Lampung Utara (Lampura) masih merasa malu untuk mengikuti kegiatan belajar di sekolahnya, dan masih mengurung diri di Kediamannya karena masih merasa malu akibat peristiwa pemotongan dan penyobekan baju yang dilakukan oknum guru sekokah setempat pada Rabu (10/1) lalu.

“Hari kamis saya masih sekokah, tapi hari ini enggak, saya malu sama teman-teman, karna saya anak osis, anak osis itu ketat sama peraturan, masak ya anak osis bajunya disobekin sama guru,” kata Lusi Viana, yang didampingi ayahnya Lukmansyah, saat ditemui awak media di rumahnya, di jalur dua, RK VII, RT 01, Kelurahan Kota Alam, Kotabumi Selatan, Jumat (12/0/1).

Baca Juga:  Maraknya Dugaan Pungli, Ombudsman: Atensi untuk Kadisdikbud Lampung Utara !

Atas kejadian itu, ia merasa terbebani dengan rasa malu sehingga ia belum bisa mengikuti pelajaran seperti biasanya. Dirinya berharap sebagai pendidik seharusnya dewan guru bisa lebih mengetahui kondisi pakaian yang sudah di modifikasi dengan yang asli didapat dari pasar atau toko.

“Seharusnya guru itu lebih tahu mana baju yang dikrop (potong) mana yang enggak. Untuk sekarang saya masih malu dengan teman-teman,” ungkapnya.

Sementara Lukmansyah, ayah siswi tersebut juga masih terpukul dengan kejadian itu, dan dia belum bisa menerima sepenuhnya peristiwa yang menimpa putrinya.

“Bukan lagi terpukul, saya ini merasa tidak ada harga lagi, dan itu bukan hanya saya sendiri tapi semua keturunan saya karena kejadian ini,” kata Lukmansyah, yang merupakan keluarga besar warga Panaragan (Tebuk Leban) itu.

Baca Juga:  Pendidikan dan Ekonomi Umat jadi Pokok Bahasan BEM PTNU Jateng dan Yogyakarta

Dikatakannya, hingga hari ini (Jumat) pihak sekolah belum ada yang datang memberikan itikad baik, tetapi menurutnya yang disampaikan pihak sekolah kemarin.

“Seharusnya mereka yang datang kesini, kenapa surat panggilan itu tidak disampaikan ke saya sebelum kejadian ini kalau memang mereka tidak semena-mena melakukan tindakan tegas itu dan kenapa setelah kejadian ini baru ada surat itu,” tegasnya.

Karena menurutnya Negara ini negara hukum” kalau mau saya dia (oknum) diberikan sanksi tegas,” harap Lukmansyah.

Sebelumnya, tindakan yang dilakukan oleh oknum guru SMKN 1 tersebut dengan penguntingan dan penyobekan baju. Lantaran pakaian siswinya dianggap kurang panjang. Karena tersulut emosi oknum guru itu mengambil gunting hingga mensobek pakaian muridnya sendiri.(*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top