Pendidikan

Bahaya Rokok Mengancam Generasi Muda Lampung

Komunitas Generasi Tanpa Rokok (Getar) Lampung, melakukan sosialisasi pengendalian tembakau, di Tugu Adipura, Bandar Lampung/LS

BANDAR LAMPUNG – Komunitas Generasi Tanpa Rokok (Getar) Lampung, melakukan sosialisasi pengendalian tembakau dengan mengajak perokok menukar dengan coklat.

Eni Muslihah, salah satu penggiat Getar Lampung mengatakan, hanya sedikit pengunjung Car Free Day (CFD) yang ada di Tugu Adipura Bandar Lampung, berkenan menukarkan rokoknya dengan coklat.

“Dalam sosialisasi yang kami lakukan, seperti abang tukang balon, siomay dan lainnya dalam sehari mereka bisa menghabiskan rokok antara 2-3 bungkus per hari,” kata Eni, Minggu (25/3).

Pengeluaran untuk rokok saja, menurutnya tidak sebanding dengan pendapatan bersih para pedangan tersebut.

Baca Juga:  Berhasil Majukan Lampung, Mahasiswa HI Jadikan Ridho Tokoh Inspiratif

“Uniknya lagi, mereka sebenarnya tidak menginginkan anak mereka atau generasi muda juga menjadi perokok,” katanya lagi.

Dari 50 volunter pemuda yang mencoba mengajak perokok menukarkan coklatnya, Getar Lampung berhasil mengumpulkan 5 batang rokok dari masyarakat.

“Yang terpenting pesan kami tentang bahaya rokok sudah tersampaikan ke masyarakat meskipun pelan perubahannya,” ujar dia lagi.

Selain itu Getar Lampung juga membuat pohon harapan berupa komentar warga yang mengikuti CFD di Tugu Adipura. Puluhan komentar warga dipajang di batang pohon yang dihias.

Kegiatan itu juga sekaligus sosialisasi logo Getar Lampung serta memberikan hadiah kepada ketiga pemenang lomba desain logo yang diadakan sejak Januari 2018 lalu.

Baca Juga:  Griya Baca Komunitas Indraloka Jaya Pelopor Minat Baca Warga Tubaba

Ismen Muchtar, pegiat anti rokok, menjelaskan, Komunitas Getar Lampung ingin menyelamatkan generasi muda dari kecanduan merokok.

“Kalau sudah kecanduan sulit berhenti, jangan wariskan kebiasanannya kepada yang lain,” ujar dia.

Ia menilai, saat ini industri rokok menyasar ke anak muda melalui donasi di bidang olahraga dan musik.

“Padahal rokok justru merusak, image saat ini iklan rokok ke olahraga dan musik, sementara pengeluaran merokok lebih besar, satu bungkus rokok setara dengan satu kg telur,” ujar Ismen.

Selain itu, hampir 70 persen laki-laki merokok atau dua dari tiga laki-laki merokok.

Kedepan, Getar Lampung akan membuat program kreatif berupa lomba poster untuk menyaingi iklan rokok yang akan di pasang di pusat kota Bandar Lampung. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top