Politik

Bachtiar Basri Dianggap Warga Mampu Entaskan Permasalahan Pupuk

Calon Wakil Gubernur Lampung Bachtiar Basri, dalam kunjungannya ke Desa Mulang Maya, Kecamatan Kotabumi Selatan, Kabupaten Lampung Utara/LS

KOTABUMI SELATAN – Calon Wakil Gubernur Lampung Bachtiar Basri, dalam kunjungannya ke Desa Mulang Maya, Kecamatan Kotabumi Selatan, Kabupaten Lampung Utara, kali ini. Banyak mendapatkan masukan dari warga setempat perihal masalah ketersediaan pupuk untuk para petani.

Pasalnya, warga setempat menilai, kemampuan calon pendamping M Ridho Ficardo dalam sektor bidang pertanian mulai dari kebijakan hingga program, sudah terbukti dan berjalan dalam kurun waktu 3 tahun.

Dalam dialog interaktif Bachtiar Basri, dengan massa sekira 500 orang itu, terungkap bahwa, masyarakat khususnya Desa Mulang Maya, meminta agar sebagian wilayah di Provinsi Lampung yang sudah beberapa kali menerima pasokan pupuk melalui Gapoktan (gabungan kelompok petani) bisa lebih menusuk hingga ke pelosok daerah.

Menanggapi hal itu, Bachtiar menjelaskan, penambahan pupuk petani di Lampung, sudah diperjuangkan oleh kepemimpinan Ridho Berbakti (Ridho-Bachtiar), dengan syarat dibekali data rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK) yang valid.

Kata mantan Bupati Tulangbawang Barat ini, hingga kini alokasi pupuk Lampung dari kebutuhan sekitar 900 ribu ton, hanya dipenuhi setengahnya. Menurutnya, wajar petani Lampung minta tambahan alokasi pupuk karena mendapat mandatori sebagai lumbung pangan nasional.

Baca Juga:  8.847 Personel Gabungan Polda dan TNI Disiagakan Jaga TPS

“Kami (Ridho Bachtiar) berjuang untuk masalah pupuk ini, itulah kenapa muncul untuk segera membuat RDKK, jika datanya tidak valid, nanti penyalurannya tak tepat sasaran,” jelas Bachtiar, saat bersilaturahmi dengan keluarga besar Hi. Zainuri AR, Gelar Suttan Rajo Bandar Sai, Lampung Utara, Sabtu (31/3).

Kendati demikian, harapan warga akan pupuk tetap menjadi salah satu pokok perhatian pemerintah provinsi. Karena, sejak tahun 2016 sampai 2017, sudah di launching sistem distribusi pupuk secara online. Mengingat, ketersediaan pupuk yang memadai merupakan sumber dari kesejahteraan petani, dan pupuk adalah darah-nya pertanian.

“Sistem ini pun seyogyanya sudah menyentuh hingga ke desa-desa, termasuk di Lampung Utara, melalui dinas pertanian dan instansi terkait. Nah, ini menjadi bahan evaluasi dimana letak masalahnya sehingga menjadi tidak merata keseluruh desa,” paparnya.

Selain daripada pupuk, warga juga berharap, agar Bachtiar Basri, dapat melakukan percepatan program pemerintah pusat ke daerah dalam bentuk program bedah rumah.

Baca Juga:  Menuju Pileg, PKPI Targetkan Kader Menang Disetiap Dapil

“Jangankan warga, pemerintah provinsi pun sudah mencoba melakukan beberapa alternatif agar program pusat ini bisa lebih merata dan dinikmati secara langsung. Yang pasti, alurnya harus tepat agar program ini berjalan,” canda Bachtiar, disambut gelak tawa warga.

Bachtiar menceritakan, distribusi pupuk billing sistem tertuang datam Peraturan Gubernur Lampung Nomor 99 Tahun 2016 Tentang Pola Distribusi Pupuk Bersubsidi Sektor Peranian di Provinsi Lampung. Sebelumnya sistem billing ini telah di uji coba di Lampung Setatan, meski terdapat beberapa kendala namun ternyata cukup berhasil dan di minati masyarakat.

“Keuntungan pola billing system ini bagi petani antara lain pupuk yang diterima sesuai dengan prinsip enam tepat yaitu tepat jumtah, tepat tempat, tepat jenis, tepat harga, tepat mutu, dan tepat waktu,” jelas Bachtiar.

Kemudian, harga sesuai harga eceran tertinggi (HED dan kepastian ketersedian pupuk bersubsidi untuk kelompok tani. Sedangkan untuk distributor dan pengecer, mempermudah pencatatan dan tertib pelaporan

Penerapan sistem ini pada 2017 lalu sudah diikuti 23 kecamatan, 262 desa, 3.254 kelompok tani, 174 kios penyalur, dan 47 distributor di seluruh kabupaten kota.

Baca Juga:  Hikmah Doa Lintas Agama Forum Relawan Jokowi di Tugu Gajah

Pola baru ini dimulai pada April hingga September 2017 lalu, sesuai musim tanam di masing-masing kabupaten/kota. “Bahkan, tahun kemarin, Lampung mendapatkan alokasi pupuk bersubsidi berupa pupuk urea 228.500 ton, SP-36 42.635 ton, NPK 129.500 ton, ZA 17.961 ton, dan organik 26.400 ton,” urainya.

Sementara itu, untuk menunjang kehidupan petani dan masyarakat. Di era kepemimpinan Ridho Bachtiar, warga kiga disandingkan dengan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH).

“Sasarannya untuk yang tidak mampu secara ekonomi. Semua ini dilakukan tidak lain dari kami untuk kalian,” kata Bachtiar Basri, disambut riuh tepuk tangan masyarakat yang hadir.(*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top