Politik

Bacaleg Kampanye di Luar Jadwal Denda 12 Juta

Kampanye/Ilustrasi

BANDAR LAMPUNG – Menjelang pemilihan legislatif (pileg) 2019 mendatang, Sekretaris Komisi I DPRD Lampung, Bambang Suryadi, meminta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) di 15 kabupaten/kota se-Lampung tidak tebang pilih dalam menegakan aturan.

Langkah ini sebagai salah satu upaya agar para bacaleg dapat mentaati peraturan Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilihan Umum Pasal 492 Undang-undang (UU) yang menyatakan bahwa setiap orang yang dengan sengaja melakukan kampanye pemilu di luar jadwal yang telah ditetapkan oleh KPU, bisa dipidana kurungan paling lama satu tahun dan denda paling banyak Rp12 juta.

“Ini peraturan yang harus dijalankan oleh KPU, diawasi Bawaslu dan dilaksanakan oleh parpol. Karena peserta legislatif itu parpol, jadi tidak ada peserta perseorangan,” ungkapnya, Senin (27/8).

Baca Juga:  Pengakuan Barlian Mansyur, Arinal Beri Perintah Bagi-bagi Uang

Sudah semestinya para bacaleg atau parpol memulai kampanye setelah adanya penetapan Daftar Caleg Tetap (DCT) pada 23 September 2018 mendatang.

“Saat itu calon atau parpol boleh melakukan sosialisasi atau kampanye,” ucapnya.

Oleh karena itu, jika ditemukan adanya Bacaleg yang sudah bersosialisasi baik melalui media cetak, online, elektronik hingga kendaraan dengan memasang stiker, logo parpol serta nomor urut pencalonan di pileg nanti sebelum adanya penetapan DCT,  maka lembaga pengawas pemilu ini harus segera bertindak untuk menegakan aturan tersebut.

“Harus ditindak, apakah dengan menyurati yang bersangkutan atau parpol. Jika sudah beberapa kali ditegur tidak ditanggapi,  baru eksekusi di Gakkumdu. Kemudian, tindaklanjut rekomendasi Bawaslu itu yang harus ditindaklanjuti oleh KPU,” ucapnya.(AR)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top