Nasional

Awal 2018, Gerhana Bulan Total Super Langka Hadir Di Indonesia

Gerhana Bulan/ Ist

Jakarta – Memasuki awal tahun 2018, Indonesia disambut kejadian langka (gerhana) yang akan berlangsung pada malam hari dan akhir bulan Januari. Fenomena alam tersebut merupakan kejadian langka yang tidak terjadi lebih dari satu abad lamanya.

peristiwa langka gerhana bulan total atau biasa dikenal Blue Moon nanti melibatkan bulan purnama yang kedua kalinya terjadi dalam sebulan. Karena bulan purnama 2018 pertama kali menyapa di malam tahun baru. Peristiwa itu, seperti dikutip dari detikINET  (2/1), adalah sebuah pertunjukan alam yang sudah tidak terjadi lebih dari 150 tahun.

Gerhana Bulan Total ini menunjukkan aktivitasnya tengah malam. Wilayah di Samudera Pasifik akan menikmati fenomena tersebut. Selain itu, Asia Tengah dan Tenggara, yaitu Indonesia, kemudian Selandia Baru dan sebagian besar Australia juga turut menikmati Gerhana Bulan Total.

Baca Juga:  Banyak Lulusan Pilot Menganggur

 

Setelah ini, peristiwa serupa Blue Moon itu baru akan terjadi lagi pada 31 Desember 2028. Kemudian, berulang kembali di tanggal 31 Januari 2037. Keduanya pun sama-sama mengalami gerhana total.

Untuk masyarakat Indonesia, fenomena ini seakan-akan menjadi pelengkap. Sebelumnya pada 2016, Indonesia merasakan adanya Gerhana Matahari Total yang membuat gelap sebagian wilayahnya, yang kini akan dilengkapi Gerhana Bulan Total hanya dalam kurun waktu tiga tahun.

Secara ilmiah, Gerhana Matahari Total adalah peristiwa sejajarnya Matahari ditutupi Bulan hingga menggelapkan sebagian wilayah di Bumi dan itu terjadi pada siang hari.

Sedangkan Gerhana Bulan Total terjadi tatkala posisi Matahari, Bumi, dan Bulan berbaris sempurna dan berlangsung di malam hari.

Baca Juga:  Libur Nasional Perihal Pilkada Serentak Masih Dalam Persiapan

NASA menyebutkan, Gerhana Bulan Total ini akan berlangsung tiga jam 23 menit. Namun fase totalnya terjadi selama satu jam 16 menit.

Berbeda dengan Gerhana Matahari, saat Gerhana Bulan tidak ada pantangan untuk menyaksikannya. Sebab, cahaya yang dipancarkan tidak seterang saat kondisi siang hari. Dengan demikian, ketika melihat Gerhana Bulan Total tidak memerlukan peralatan khusus.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top