Modus

ASN Pemkab Lamteng Sumbang Rp750 Juta untuk Pencalonan Mustafa

Khairul Rozikin memegang microphone wireles (kaus berkerah) mengaku memberikan Rp750 juta ke Taufik Rahman pasca Taufik cerita ia diminta Mustafa untuk mencari uang agar membiayai dukungan parpol ke PKB. Dukungan itu dibutuhkan ketika Mustafa mencalonkan diri pada Pilgub Lampung 2018. Foto: Ricardo Hutabarat.

Suluh.co – Pada gelaran persidangan perkara suap dan gratifikasi yang didakwakan KPK kepada mantan Bupati Lampung Tengah Mustafa di PN Tipikor Tanjungkarang, Kamis, 18 Februari 2021, menguak tabir perihal aliran uang untuk keperluan pencalonan Gubernur Lampung Mustafa.

Sedianya, Mustafa adalah salah satu kontestan pada kontestasi Pilgub Lampung di tahun 2018. Pada perkara ini, sedikit banyaknya menguak soal biaya mahar politik yang dikucurkan Mustafa ke PKB dan Hanura.

Sepanjang sidang ini, nilai aliran uang yang disiapkan Mustafa ke Partai Hanura, senilai Rp6 miliar. Di waktu itu, juga terungkap ada aliran uang ke PKB. Nilai uangnya lebih besar dibanding biaya beli dukungan partai Hanura.

Baca Juga:  Truk vs Pick Up, 6 Tewas di Jalintim Lampung Tengah  

Salah satu saksi ketika ditanyai jaksa sebagai penuntut umum dari KPK mengatakan bahwa ia punya sumbangan senilai Rp750 juta. Uang ini diberikan saksi bernama Khairul Rozikin seorang ASN pada Pemkab Lampung Tengah kepada Taufik Rahman, Kadis Bina Marga Pemkab Lampung Tengah.

Khairul bercerita, bahwa suatu waktu ia dan Taufik Rahman bertemu. Di waktu itu, Taufik bercerita sedang kebingungan untuk mencari dana sesuai permintaan Mustafa.

Menurut Khairul, Taufik butuh uang demi keperluan Mustafa untuk Pilgub Lampung. “Katanya lagi pusing cari dana untuk diberi ke PKB,” tutur Khairul.

Setelah dari pertemuan itu, ia memberikan uang Rp750 juta. Uang itu diberinya bukan tanpa alasan. Khairul mengaku berharap mendapatkan paket pekerjaan kendati ia adalah seorang ASN. “Di Lampung Tengah, memang banyak ASN yang dapat paket proyek,” jelas Khairul.

Baca Juga:  Kejaksaan Agung Tangani Kasus PT Asabri

Khairul sempat berkata bahwa uang itu juga dimaksudkan ia untuk dipinjamkan saja. Artinya, Khairul juga punya harapan agar uang Rp750 yang diakuinya hasil pinjaman dari orangtua. Mendapat keterangan itu, para majelis hakim tersipu.

Hingga waktunya, uang atau paket proyek yang diharap-harapkan Khairul diakui tidak terrealisasi. Sampai sekarang uangnya itu tidak diganti atau dipulangkan.

Diketahui, aliran uang ke PKB sudah dibeberkan Mustafa. Menurut dia, uang itu senilai Rp18 miliar. Proses pemberian uang itu disebutnya melibatkan Chusnunia Chalim, seorang petinggi DPW PKB Lampung, yang kini adalah seseorang dengan jabatan Wakil Gubernur Lampung.

Setelahnya, Mustafa mengaku sudah mengantongi sebagian uang tersebut. Nilainya Rp14 miliar. Saat itu Mustafa menyebut bahwa ia merasa dikhianati oleh Chusnunia karena pada akhirnya Chusnunia diketahui mencalonkan diri pada Pilgub Lampung untuk menjadi calon Wakil Gubernur Lampung Arinal Djunaidi.

Baca Juga:  Elemen Masyarakat Pertanyakan Kinerja Pansus Politik  Uang

Sejauh penjelasan dari KPK, Chusnunia Chalim juga akan disiapkan untuk menjadi saksi pada gelaran sidang perkara Mustafa ini. Hanya saja, jadwal penghadiran Chusnunia belum dipaparkan.

 

Reporter: Ricardo Hutabarat

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top