Bandar Lampung

Aroma Mafia Hukum di Balik Dugaan Korupsi Arinal Djunaidi

Ilustrasi mafia hukum.

Bandar Lampung – Sejak ditingkatkan ke penyidikan pada tahun 2017, perkara yang diduga melibatkan Arinal Djunaidi di Kejaksaan Tinggi Lampung kandas di tahun 2020. Tepatnya pada Jumat, 4 September 2020.

Kepala Seksi Penyidikan pada Pidana Khusus [Pidsus] Kejaksaan Tinggi Lampung Rolando Ritonga menyatakan tidak ada niat unsur korupsi pada perkara tersebut.

Perkara itu menyoal dugaan tindak pidana korupsi penetapan besaran honorarium penyusunan Rancangan Peraturan Daerah, Rancangan Peraturan Gubernur dan Tim Evaluasi Raperda APBD Kabupaten / Kota pada Sekretaris Daerah Provinsi Lampung TA 2015. Saat itu, Arinal Djunaidi adalah Sekretaris Daerah Lampung. Kini dia menjabat sebagai Gubernur Lampung.

“Setelah kita sidik [penyidikan_read] tidak ada pemotongan atau pun honor [yang] tidak sampai kepada honorarium juga penyetoran uang. Jadi kita simpulkan tidak ada dugaan korupsi atas perkara itu,” kata Rolando Ritonga. Rolando menambahkan, permasalahan yang ditemukan pada perkara ini hanyalah soal kesalahan administrasi.

Baca Juga:  Herman HN Tambah 2 Unit Kendaraan Damkar Modern

Peristiwa ini mengherankan bagi Praktisi Hukum Yusdianto. Menurutnya, ada semacam indikasi permainan mafia hukum di dalam perkara ini. Bagi Yusdianto, perkara ini sudah menjadi perhatiannya sejak lama.

Yusdianto menyayangkan keputusan kejaksaan ini. Menurut dia perkara yang telah mendapatkan supervisi dari KPK itu harusnya tidak berujung demikian. “Kasus ini kita ketahui berulang kali disupervisi oleh KPK. Dan dari supervisi itu, perkara ini berulang kali menempati posisi di tingkat penyidikan. Artinya sejak lama perkara ini bukan soal administrasi, ini perbuatan pidana,” tegasnya.

Dilihat dari dari laman resmi Kejaksaan Tinggi Lampung, perkara ini telah ditempatkan pada tingkat penuntutan. Surat perintah penyidikan untuk kasus ini juga sudah terbit sebanyak empat kali.

Baca Juga:  Kejati Lampung Segel Aset Alay
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top