Iklan
Politik

Arist Merdeka Sirait Kecam Kampanye Arinal Nunik

Ketua Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anak (PA) Arist Merdeka Sirait/Ist

BANDAR LAMPUNG – Ketua Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anak (PA) Arist Merdeka Sirait, mengatakan, pasangan calon Gubernur (cagub) Lampung, nomor urut 3, Arinal Djunaidi – Chusnunia Chalim terancam diskualifikasi bila terbukti melibatkan anak-anak dalam kampanye pilkada.

“Komisi Pemilihan Umum (KPU) atas rekomendasi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu)  dapat  mendiskualifikasi paslon dan melaporkan tindak pidana pemilu kepada Kepolisian. Inilah salah satu langkah untuk melindungi anak dari eksploitasi politik,” ujar Arist, Senin (2/4).

Pria kelahiran Sumatera Utara ini menuturkan, Komnas Perlindungan Anak mengajak semua paslon pemimpin daerah untuk tidak memanfaatkan atau eksploitasi anak-anak dalam segala bentuk kampanye politik paslon dan meminta masyarakat untuk memilih  secara cerdas pemimpin daerah pada Pplkada serentak yang peduli anak.

“Demi kepetingan terbaik anak-anak, agar orang tua tidak mengajak dan mengikutsertakan dalam kampanye paslon dengan alasan apapun. Keselamatan anaklah yang paling utama. Belajar demokrasi bukan dengan cara mencelakakan anak dan menanamkan nilai-nilai kebencian,” ujarnya.

Baca Juga:  Pasien RSJ Provinsi Lampung Tak Dapat Hak Suara di Pemilu 2019

Untuk itu Komnas Perlindungan Anak dan Quick Investigation Voluntary, akan turun ke Lampung guna menyelidiki keterlibatan anak di bawah umur pada kampanye pasangan calon (paslon) Arinal Djunaidi-Chusnunia Chalim di Lapangan Jatimulyo, Lampung Selatan, Minggu (1/4) lalu.

Pada sisi lain, Arist Merdeka Sirait juga mengecam, tim pemenangan pasangan calon Gubernur Lampung Nomor Urut 3 yang tidak melarang anak dibawah umur hadir di kampanye tersebut.

“Untuk kepentingan terbaik anak dan perlindungan anak dari segala bentuk eksplotasi kepentingan politik kita segera akan melakukan investigasi untuk dilaporkan ke KPU dan Bawaslu setempat,” katanya.

Arist menuturkan, keterlibatan anak-anak di bawah umur dalam kampanye politik, bertentangan dengan UU No. 35/2014 tentang Perlindungan Anak. Khususnya pasal 15 dan pasal 76 H yang menyebutkan, Perlindungan Anak secara eksplisit melarang pelibatan anak dalam aktivitas politik.

Baca Juga:  Kunjungi Lamtim, Jokowi Bertemu Ulama se-Lampung

“Selain UU tersebut, dalam Kesepakatan Instrumen International Konvesi PBB Tentang Hak Anak. Paslon dan panitia peyenggara dapat dikenakan sanksi tindak pidana penjara,” kata Arist.

Menurut Arist, jika paslon dengan sengaja membiarkan panitia penyelenggara menghadirkan dan  melibatkan anak dibawah usia 17 tahun dalam kegiatan politik didalam dan di luar ruang, dengan cara mengenakan simbol partai dan nama calon atau nomor urut, bisa di diskualifikasi.

Sebelumnya kampanye pasangan Arinal-Nunik menghadirkan artis dangut Via Vallen  di Lapangan Jatimulyo, Lampung Selatan (Lamsel), Minggu (1/4) banyak dihadiri anak di bawah usia 17 tahun.

Liaison Office (LO) Yuhadi, memberikan arahan kepada peserta yang memadati lapangan dari atas panggung meminta para orang tua yang membawa anak dibawah umur untuk di tinggal dirumah.

“Kita tidak mengundang anak-anak dalam kampanye ini. Silahkan anaknya ditinggal dirumah bagi orang tua yang mau melihat konser Via Vallen atau anak-anak yang menggunakan atribut Arinal-Nunik silakahkan di lepas, atau jadikan sebagai penutup kepala saja,” kata Yuhadi.

Baca Juga:  Bawaslu Lamtim Sosialisasi PKPU No 9 ke Awak Media

Namun, anak-anak itu tampak antusias ikut kampanye Arinal-Nunik untuk melihat Via Vallen. Diantara anak-anak tersebut terlihat bersorak sambil melambaikan salam tiga jari. Ada juga yang menggunakan kaos paslon tiga ini sebagai penutup kepala (AR)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top