Iklan
Panggung

Arinal dan Chusnunia, Pemimpin yang Tersandung Masalah Hukum

Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi – Chusnunia Chalim (Nunik)/Net

BANDAR LAMPUNG – Kepemimpinan Arinal Djunaidi – Chusnunia Chalim sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung periode 2019-2024, disebut Federasi Serikat Buruh Karya Utama (FSBKU), dari Konfederasi Serikat Nasional (KSN) telah mengukir sejarah di Bumi Ruwa Jurai.

Pasalnya, baru pertama kalinya Lampung memiliki pemimpin yang sama-sama tersandung permasalahan hukum.

Ketua Umum FSBKU-KSN Yohannes Joko Purwanto mengulas balik permasalahan Arinal Djunaidi – Chusnunia Chalim dengan proses hukum yang masih berjalan.

Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dilaporkan Masyarakat Transparansi Lampung (MaTaLa) ke Kejati beberapa waktu lalu.

Dalam beberapa pemberitaan media disebutkan bahwa Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung terhadap perkara dugaan korupsi Ketua DPD I Golkar itu, ditemukan kerugian Negara sebesar Rp480 juta.

Baca Juga:  Posko Demokrasi Gelar Ritual Mandi Kembang Tolak Cukong Politik Uang

“Maka siapapun itu, aparatur hukum mesti bertindak profesional tanpa pandang bulu,” kata Joko, Minggu (28/7).

Kemudian Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim sempat diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi kasus dugaan suap anggota DPRD Lampung Tengah Zainudin pada Kamis (4/7/2019) lalu.

Namun Joko sangat menyayangkan atas sikap Nunik sapaan akrab Chusnunia Chalim yang memilih bungkam ke media.

“Padahal dia (Nunik) seorang pejabat tinggi di Lampung, tetapi kenapa memilih bungkam. Apa ini menunjukan bahwa pejabat Lampung sudah tidak bisa dikritisi lagi,” ucap Joko.

Sebagai masyarakat Lampung, Joko mendesak Mendagri untuk menonaktifkan Arinal – Nunik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung.

“Ini menjadi penilaian buruk untuk pertama kalinya bagi Lampung. Karena memiliki pemimpin yang sedang tersandung proses hukum,” ucapnya.

Baca Juga:  Ade Utami Siapkan Puisi untuk Lamban Sastra

Joko menduga permasalahan yang sedang dialami keduanya tidak akan menemui titik terang. Sehingga hukum tidak bisa berjalan sebagaimana mestinya.

“Bisa saja toh, ada dugaan keduanya memanfaatkan jabatan dan kedudukannya untuk membungkam aparat hukum,” seloroh Joko.(TIM)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top