Ekonomi

APINDO Lampung dan Satmakura Indonesia Teken MoU Ketahanan Pangan, Ketua DPD RI Turut Menyaksikan

MoU KETAHANAN PANGAN — Ketua DPP APINDO Lampung Ary Meizari Alfian MBA, dan pendiri/pimpinan Institut Satmakura Indonesia, HR Michtar Sany Firdaus Badrie, menandatangani MoU kemitraan program ketahanan pangan di Provinsi Lampung, pada seremoni “Penandatanganan MoU dan Launching Program Desa Emas Bersama Satmakura” di MS Town Beach Pantai Mutun, Desa Mutun, Kecamatan Padangcermin, Kabupaten Pesawaran, Sabtu (4/9/2021). | Foto: Apindo Lampung

Suluh.co — Terus melaju sinergi-kolaborasi multipihak dalam turut serta aktif meningkatkan derajat perekonomian daerah dan kesejahteraan rakyat melalui pelbagai kemitraan strategis, Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Lampung membulatkan kata sepakat untuk bekerja sama kemitraan terkait ketahanan pangan, bersama lembaga pengembangan swadaya masyarakat/LPSM pusat inkubasi agrobisnis terpadu dan vokasi industri sejak didirikan tahun 1975 dan berbasis di Lampung, Institut Satukan Tenaga Masyarakat Kerahkan Untuk Rakyat (Satmakura) Indonesia.

Ketua Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) APINDO Lampung Ary Meizari Alfian, dan pimpinan Institut Satmakura Indonesia sekaligus Komisaris Utama MS Corporation (MS Corp), HR Mochtar Sany Firdaus Badrie, menandatangani naskah nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) program kemitraan tersebut, pada seremoni “Penandatanganan MoU dan Launching Program Desa Emas Bersama Satmakura” di MS Town Beach, Pantai Mutun, Desa Mutun, Kecamatan Padangcermin, Kabupaten Pesawaran, Lampung, Sabtu (4/9/2021).

Menjadi bagian inti acara, menjadi semakin istimewa pula, prosesi penandatanganan MoU turut disaksikan langsung oleh Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia, AA La Nyalla Mahmud Mattalitti.

Hadir pula, Wakil Ketua Komite II DPD RI Pimpinan Tahun Sidang 2021-2022 yang juga senator dapil Lampung, Bustami Zainudin, bersama tiga anggota DPD/MPR dapil Lampung lainnya, yakni Abdul Hakim, Ahmad Bastian dan dr Jihan Nurlela.

Serta Ketua Komite III DPD RI Sylviana Murni, anggota DPD/MPR lainnya beda dapil: Andi Muh Ihsan (Sulawesi Selatan), Djafar Alkatiri (Sulawesi Utara), Eni Sumarni (Jawa Barat). Para senator turut hadir, bagian rangkaian kunjungan kerja DPD RI di Provinsi Lampung.

Sementara, Ketua DPP APINDO Lampung Ary Meizari Alfian, didampingi oleh sekretaris Yanuar Irawan, bendahara Darussalam, ketua bidang UMKM-IKM DPP APINDO Lampung, Yayan Sopian didampingi sekretaris bidang, Dian Pustika Syarifudin.

Membersamai, sejumlah pengurus bidang, rerata pelaku usaha mikro kecil menengah anggota/mitra binaan Apindo. Yang juga peserta pameran sehari yang bertajuk ‘Ketahanan Pangan, Menghijaukan Bumi Mensejahterakan Rakyat, dari Desa Membangun Bangsa’, di lokasi yang sama.

Keterangan pers Ary Meizari menyebutkan, penandatanganan MoU, bagian tapak bumi APINDO Lampung dalam sinergi eksekusi penatausahaan ketahanan pangan terutama di Lampung yang paling mutakhir kembali ditegaskan sebagai provinsi penyangga kebutuhan atau lumbung pangan nasional oleh Presiden Joko Widodo saat peresmian Bendungan Way Sekampung, Kabupaten Pringsewu, Kamis 2 September 2021 lalu.

Baca Juga:  Deputi Menteri PPN/Bappenas Rudy: IKN Baru Strategi Besar Pemerataan Ekonomi

Selain itu, menjadi bagian dinamika realisasi program kerja tersusun, bidang pertanian dan perkebunan; peternakan dan perikanan; UMKM-IKM; serta ekonomi digital DPP APINDO Lampung masa bakti 2021-2026.

“Oleh sebab satu visi misi, menggerakkan, menggali, memproses, mengolah, memberi nilai tambah, mengeksekusinya, terhadap potensi sumberdaya alam dan kekayaan hasil bumi Lampung didukung sumberdaya manusia berwatak pengabdi, DPP APINDO Lampung tak ragu seratus persen. Kami angguki MoU ini, juga bagian upaya hilirisasi perkuatan potensi alam dan sosial ekonomi berwatak kerakyatan ini,” ujar Ary impresif.

Mantan Ketua KADIN Bandarlampung dan KADIN Lampung ini menuturkan, pihaknya terus konsen dengan isu-isu strategis sektor agraria. Hilirisasi agrobisnis-agroindustri, tercakup didalamnya modernisasi subsektor semisal pengembangan terpadu berbasis kawasan (integrated farming), urban farming, digitalisasi hulu-hilir usaha tani dan budidaya pertanian, perikanan, perkebunan, kehutanan, kelautan bahkan hingga upgrading-upscaling desa wisata, ekowisata pertanian dan bahari terintegrasi, serta masih banyak lagi.

“Semua potensi Tuhan beri ini mesti serius digali. Butuh uluran banyak tangan produktif, kreatif dan inovatif, serta tahan banting dan tahan uji demi mengeksekusinya,” lugas Ary.

“Kami menilai, bekal 46 tahun pengalaman praksis Satmakura Indonesia serta MS Corp setia berkiprah melakukan inkubasi bisnis yang oleh pak Mochtar Sany diperluas go nasional sejak 2008 silam, jadi cukup kajian bagi kami untuk mendapat sekutu baru, dan strategis ya, dalam membantu upaya negara menjaga sistem ketahanan pangan nasional terutama di Lampung yang kita cintai ini. Dan ini pun termasuk dalam penatalaksanaan ekosistem inovasinya nanti,” urai Ary pula.

Konsisten memedomani arahan direktif dari Gubernur Lampung Arinal Djunaidi agar DPP APINDO Lampung lima tahun kedepan juga konsen fokus lini perkuatan pemberdayaan UMKM-IKM provinsi ini, Ary juga mengulang penegasan bahwa konsistensi itu menjadi tak tertawar, harga mati.

“Riset Kementerian Koperasi dan UKM, iklim kesempatan berusaha di Indonesia saat ini sangat luas, tetapi yang masih minim yakni kemampuan riil menjaga keberlanjutan kelangsungan usahanya itu yang masih faktual jadi problem akut bahkan momok serius potret anatomi UMKM-IKM dan juga dunia perkoperasian kita,” sebut dia.

Tantangan tersebut, sambung bos properti itu, baik sebab faktor bentang kendala akses kapital (pembiayaan terbatas), akses pasar, akses tutorial (pendampingan manajerial) maupun akses penetrasi digital sejalan aras Revolusi Industri 4.0, dielaborasi pihaknya, ditransformasikan menjadi gudang peluang. Dengan, menseriusi program inkubasi dan penciptaan ekosistem inovasi pentaheliks. Seperti, fasilitasi digitalisasi UMKM-IKM dan integrasi dengan Program Kampus Merdeka.

Baca Juga:  Parosil Mabsus Kembangkan Petani Hebat

Informasi, di lokasi acara, APINDO Lampung menerjunkan 10 dari total 200 unit UMKM-IKM anggota/mitra binaannya saat ini, pada pameran dimaksud. Terdiri dari tiga UMKM kriya, yakni Batik Tulis Lampung As-syafa milik Sulastri yang Agustus lalu viral atas kreasi inovatifnya mengaplikasikan cairan ranting batang pohonkayu Sungkai sisa residu kemasan daunnya dijadikan paket donasi gratis bakti sosial APINDO Peduli dan Berbagi bagi tenaga kesehatan, warga isolasi mandiri, dan duafa rentan dampak PPKM di Kota Bandarlampung, Kabupaten Lampung Selatan dan juga Pesawaran, sebagai bahan pewarna dasar kain batik tulis karya apiknya.

Lalu, Batik Batiqa milik Lena A dan Bunqee Craft ()Eva Susana. Serta UMKM kuliner, Bana Bee (Andriyanto), Ema Catering (Hermawati), Izzul Jaya (Nurul), Pempek D’abaze (Heny), Kras Kres (Ratna), Suhita Madu (Isnaini), dan Widuri Brownies.

Dalam kesempatan itu, Mochtar Sany yang juga pernah jadi Ketua Kadinda Lampung, juga meneken MoU bersama Dr Aris Mukti, Presiden Indonesia Saemaul Undong Global League, LSM internasional berbasis di Korea Selatan, penaja lini fokus pemberdayaan masyarakat marjinal, merubah desa miskin menjadi desa mandiri dengan basis pijakan portofolio filosofis “dimulai dengan iman, ilmu, dan adab” demi sukses upaya peningkatan kesejahteraan rakyat.

Program Desa Emas, jelas Mochtar, adalah konsep untuk menggambarkan peradaban desa yang tangguh, mandiri, bermartabat, sejahtera, berdampak bagi pembangunan bangsa, sehingga terbangun sinergi Desa Membangun Indonesia.

“Sebagai gerakan sosial dengan semangat kebersamaan dan prorakyat, Satmakura Indonesia yang saya gagas sejak 1975 dan deklarasikan secara nasional 18 Januari 2008 di Bumi Satmakura, Campang Raya, Kecamatan Sukabumi, Bandarlampung, akan terus menggandeng masyarakat sebagai mitra kerja sama, lalu sama-sama bekerja, sama-sama menikmati hasilnya,” ujar Ketua Dewan Pembina Gerakan Kebangkitan Desa Mandiri (Gerbang Sari) itu.

Merasa terhormat, Mochtar Sany menyebut kehadiran fisik Ketua DPD RI AA Lanyalla Mahmud Mattalitti beserta jajaran, bukti sinergi-kolaborasi wakil rakyat dan rakyatnya memajukan kesejahteraan rakyat Nusantara.

“DPD merupakan representasi daerah. Kalau DPD sudah bekerja pasti rakyat sejahtera. Saya setuju posisi DPD harus diperjuangkan supaya kembali ke posisi yang seharusnya. Harus kuat dalam sistem ketatanegaraan,” tutur rancak mantan anggota Fraksi Utusan Daerah MPR RI 1997-1999 dari Lampung ini.

Baca Juga:  DPD RI Pantang Menyerah Panggil Pemkot Bandar Lampung Prihal Pasar Griya  

Pemilik usaha ekowisata Pantai Mutun dan bos Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Lampung Bina Sejahtera Kota Bandarlampung, yang menjadikan (kini) Rumah Belajar Institut Satmakura Indonesia di area seluas 200 hektar dan tuntas bangun tahun 2000 di Campang Raya bak rumah keduanya itu, dikenal tune in bila dipancing sentra wicara soal gerak maju upaya kreatifnya konsisten menaja proses kaderisasi “pengusaha pejuang dan pejuang pengusaha”.

Dia jua terus on the spot kejar target optimis memasifkan pendirian Warung Satmakura, platform e-dagang berbasis kolaborasi pihaknya bersama PT Pos Indonesia selaku transporter, Ikatan Pelaku Pemberdayaan Masyarakat Indonesia (IPPMI) Lampung selaku fasilitator/coacher, serta Asosiasi BPD (Badan Perwakilan Desa) Indonesia Lampung, ke penjuru desa/kampung/tiyuh/pekon se-Lampung hingga kini.

Kompatriot Presiden ke-6 RI Jenderal TNI Purn Dr Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Sri Sultan Hamengku Buwono X, sesama Relawan Jati Diri Bangsa (RJDB) ampuan Yayasan Jati Diri Bangsa itu juga sosok yang teguh keyakinan: nilai penting kemandirian ekonomi dan komitmen sosial pelaku usaha untuk menjamin kesejahteraan rakyat.

Pidato La Nyalla Mattalitti, menegaskan dukungan penuhnya terhadap semua kegiatan elemen masyarakat membantu pembangunan bangsa. Apalagi bila terkait dengan pemberdayaan masyarakat desa.

Apalagi saat ini lugas La Nyalla, ditengah situasi pandemi COVID-19 yang membuat semua sektor terpuruk, diperlukan peran aktif dari masyarakat membantu pemulihan ekonomi. “Bangsa ini harus cepat kembali bangkit dari keterpurukan ekonomi dengan mendorong dan menggerakkan sendi-sendi perekonomian. Kami berharap juga terwujud ketahanan pangan melalui pemberdayaan masyarakat,” ucap La Nyalla.

Senator dapil Jawa Timur peraih 2.267.058 suara sah Pemilu 2019 kamar DPD RI itu
beruja, Program Desa Emas sesuai dengan apa yang digaungkan dan dikerjakan oleh DPD RI, yakni dari daerah untuk Indonesia.

Mantan Ketum PSSI itu berharap peluncuran program tersebut menjadi momentum dalam rangka membangun desa di Lampung. “Kami di DPD RI tentu sangat mendukung program unggulan pembangunan pedesaan. Terus-menerus mendorong agar desa mampu bertenaga secara sosial, berdaulat secara politik, berdaya secara ekonomi, bermartabat secara budaya,” kata La Nyalla.

 

Reporter : SUL/DPD RI/Muzzamil

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top