Iklan
Politik

Apdesi Tambah Bukti Pelanggaran Politik Uang Paslon Arinal-Nunik

APDESI Tanggamus, saat hearing bersama Pansus Politik Uang DPRD Lampung/LS

BANDAR LAMPUNG – Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Tanggamus menyebut bahwa Partai Golkar dan Bos PT Sugar Grup Company (SGC) Purwanti Lee terindikasi melakukan dugaan kecurangan dengan praktek politik uang untuk pasangan calon (paslon) Arinal Djunaidi – Chusnunia Chalim (Arinal-Nunik) di pemilihan gubenur dan wakil gubenur (pilgub) Lampung pada 27 Juni lalu.

“Waktu itu ada sekitar 600 amplop dari pimpinan desa (pimdes) yang akan dibagikan ke masyarakat setempat. Saya juga sempat menanyakan ke pimdes terkait darimana aliran dana itu. Kemudian, pimdes itu menjawab dari pimpinan kecamatan partai Golkar. Setelah itu saya tanya lagi, kamu mendengar uang dari pimpinan kecamatan partai Golkar bersumber dari mana, ia kembali mengatakan bahwa uang itu dari Nyonya Lee sapaan akrab Purwanti Lee. Tapi saya tidak tahu siapa nyonya Lee itu,” kata Anggota APDESI Tanggamus Zudarwansyah, seraya menirukan pernyataan dari Pimdes setempat saat hearing bersama Pansus DPRD Lampung, Selasa (10/7).

Baca Juga:  Sinergi Dengan TNI-Polri, Tingkatkan Soliditas Forkopimda

Mendengar hal itu, dirinya mencoba bertanya dengan beberapa kepala desa di Tanggamus untuk mencari tahu dan memastikan apakah peristiwa dugaan politik uang itu dialami oleh beberapa kepala desa lainnya.

“Jadi saya tanya dengan kepala desa lain, katanya banyak juga kejadian serupa dan kabarnya uang yang di dalam amplop itu masih di rumah. Jadi, bukan hanya saya sendiri yang mengalami peristiwa itu, tetapi hampir seluruh kepala pekon di Tanggamus mendapat barang bukti itu. Jadi saya kira, kecil amat jika  mau bawa barang bukti dan saksi untuk dihadirkan di hearing ini. Mau barang buktinya hingga 17 mobil, maka akan kami bawa. Tetapi mohon  kami dilindungi,” ucapnya.

Baca Juga:  Bersama Istri, Gubernur Ridho Meminta Jaga Kualitas Demokrasi

Menanggapi hal itu, Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Lampung Tony Eka Chandra meminta agar apa yang telah disampaikan oleh beberapa perwakilan Apdesi terkait adanya dugaan politik uang dari pasangan calon nomor urut 3 Arinal-Nunik berupa fakta dan diperkuat dengan adanya bukti.

“Yang memberikan itu siapa dan latar belakangnya gimana serta apa motifnya. Kemudian bukti yang dikasih apa dan dimana sebagai landasan bukti hukum. Apakah cerita dari teman-teman bahwa telah terjadi money politics itu ada alat peraganya seperti gambar atau stiker di dalamnya,” ucapnya.(AR)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top