Daerah

Aparatur Kampung Tuntut Pemkab Tuba Jalankan Program Jambanisasi

Sekretaris Bappeda-Litbang Kabupaten Tulangbawang Budi Sutomo, diacara Musrenbang se-Kecamatan Menggala/Suluh/MUR

MENGGALA – 90 persen aparatur kampung dan kelurahan di Kecamatan Menggala menginginkan agar Pemkab Tulangbawang membangun dan memperbaiki seluruh infrastruktur (fisik) diwilayah setempat.

Hal terungkap dalam Musrenbang tingkat kampung kelurahan tahun anggaran 2020-2021 yang digelar oleh Bappeda-Litbang, di Kecamatan Menggala, Selasa (18/2).

Sekretaris Camat (Sekcam) Kecamatan Menggala, Heri, meminta agar pada tahun anggaran 2020-2021 Pemkab Tulangbawang memprioritaskan pembangunan jamban pada rumah-rumah penduduk yang berada dilingkungan tertentu.

Menurutnya pembuatan jamban dinilai sangat penting, lantaran berdasarkan laporan aparatur kampung dibeberapa lingkungan masih terdapat rumah penduduk yang masih mengunakan sungai untuk buang air besar.

“Saya rasa program jambanisasi sangat penting, bahkan dijaman modern masih ada rumah penduduk kita yang sama sekali tidak memiliki jamban. Gimana mau sehat kalau buang hajat tidak punya tempat. Ini wajib menjadi prioritas apalagi memang kebutuhan masyarakat,” papar Heri.

Baca Juga:  Rail Clinic PT KAI Divre IV Tanjung Karang Incar 250 Warga di Stasiun Kalibalangan

Untuk itu Ia meminta dan menawarkan agar pihak Bappeda-Litbang dapat mengkaji ulang ploting anggaran sebesar Rp500 juta yang tidak terserap oleh empat kelurahan.

“Lebih baik uangnya kita programkan guna bantuan pembuatan jambanisasi massal, saya rasa itu lebih baik, sehingga pola hidup sehat benar-benar terjaga dengan baik,” harapnya.

Sementara, Sekretaris Bappeda-Litbang Budi Sutomo, mengingatkan agar para aparatur kampung kelurahan dan seluruh peserta Musrenbang memberikan masukan saran dan pendapat bukan hanya sebatas pembangunan atau perbaikan dalam bentuk bidang fisik.

Pasalnya, masih banyak bidang pembangunan peningkatan ekonomi lainya yang juga tidak kalah penting dengan pembangunan fisik.

Seperti pendidikan, kesehatan, pertanian, UMKM dan penunjang ekonomi lainya wajib disampaikan dalam forum Musrenbang ini.

Baca Juga:  Mantan Kakam Tiuh Tohou Dituntut 3,6 Tahun Penjara  

“Apapaun aspirasi yang disampaikan akan dicatat dibawa dan dibicarakan pada tingkat kabupaten,” urainya.

Kata dia, salah satu pintu masuk dan keluar tol berada di wilayah Kota Menggala dan sangat strategis serta memungkinkan dijadikan pemkab untuk pusat ekonomi masyarakat.

“Nah ini juga baik untuk diperhatikan, nantinya kita buatkan rambu-rambu pemberitahuan apalagi pintu tol Menggala berada ditengah-tengah, menjadi tempat peristirahatan pelintas baik dari Palembang maupun dari Bakauheni. Disini peluang masyarakat untuk membuka UMKM,” ujarnya.

Untuk itu ia meminta agar seluruh peserta Musrenbang benar memanfaatkan dan menjadikan momen tersebut sebagai wahana penyampaian aspirasi pembangunan secara menyeluruh.

“Jika aspirasi tidak disampaikan secara menyeluruh maka yang akan rugi adalah masyarakat, karena apapun yang disampaikan dalam musyawarah ini akan dientri data secara online. Pemkab tidak bisa lagi mengakomodir aspirasi diluar musrenbang, terakomodir atau tidak semua pembangunan disesuaikan dengan kondisi anggaran,yang jelas aspirasi masyarakat tetap menjadi prioritas utama Bupati Tulangbawang,” pungkasnya.(MUR)

Baca Juga:  Bakal Dilintasi Pawai Obor Asian Games 2018, Bupati Mesuji Pastikan Wilayahnya Aman
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top