Modus

Aniaya & Peras Konsumen, Debt Collector Didakwa Pasal Berlapis

DE, pelaku penganiayaan dan pemerasan dalam persidangan/TN/Suluh

BANDAR LAMPUNG – Lantaran telah melakukan penganiayaan dan pemerasan, seorang warga Negeri Katon, Kabupaten Pesawaran, didakwa oleh jaksa dengan pasal berlapis dan diancam dengan hukuman pidana penjara paling lama selama 10 tahun.

DE, harus disidangkan di Pengadilan Negeri Tanjung Karang, Kamis (14/11), lantaran telah melakukan tindak pidana penganiayaan dan pemerasan terhadap seorang pemuda hingga mengalami trauma dan luka – luka.

Pria yang bekerja sebagai debt collector ini, melakukan penganiayaan tersebut lantaran kesal dengan korban, yang diduga telah menunggak angsuran berbulan – bulan atas pembelian satu unit kendaraan mobil Toyota Fortuner.

Perkara ini sendiri bermula saat terdakwa dan rekan – rekannya melihat mobil yang dikendarai korban di wilayah Way Halim Permai, Bandar Lampung.

Baca Juga:  Bawa Daging Celeng Hermanto Divonis 1 Tahun

Saat itulah terjadi pengejaran oleh para debt collector tersebut, atas mobil yang telah ada di dalam catatan tunggakan.

Namun, pada saat pengejaran, salah satu pelaku bernama Agung yang kini menjadi buron pihak kepolisian, tersenggol oleh mobil yang diincar tersebut hingga jatuh tersungkur.

Setelah lama mengejar, akhirnya mobil Fortuner yang dikendarai oleh Riyan Hidayat berhasil dihentikan di wilayah Untung Suropati dan para pelaku langsung menyeret korban keluar mobil hingga terjadinya penganiyayaan menggunakan tangan dan helm.

Tak hanya pemukulan yang dialami oleh korban, para pelaku pun meminta uang Rp15 juta untuk ganti rugi atas kecelakaan yang dialami oleh Agung.

Namun korban bertindak cepat dengan segera melapor ke pihak kepolisian atas apa yang ia alami. Sehingga petugas segera melakukan penangkapan terhadap pelaku dan turut pula mendapati senjata tajam yang dibawa oleh terdakwa.

Baca Juga:  Anomali Pensiun Dini Mantan Kalapas Kalianda Muchlis Adjie

Lantaran perbuatannya tersebut, terdakwa DE didakwa oleh jaksa telah melanggar pasal pasal 368 ayat -1  KUHP, junto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP, tentang pemerasan, pasal 170 ayat 2 ke2  KUHP, tentang penganiayaan dengan tenaga bersama, serta dijerat dengan pasal 2 ayat 1, UU Darurat nomor 12 tahun 1951, tentang senjata dan diancam dengan pidana penjara paling lama 10 tahun.(TN)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top