Ekonomi

Angka Kemiskinan Provinsi Lampung Menurun

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung.

BANDARLAMPUNG – Bedasarkan berita resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung, persentase penduduk miskin September 2017 alami penurunan, dengan presentase 13,04 persen

Kepala BPS Provinsi Lampung, Yeane Irmaningrum, menjelaskan, jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapital per bulan di bawah garis kemiskinan) pada bulan September 2017 mencapai 1.083,78 ribu orang (13,04 persen), berkurang sebesar 47,99 ribu orang, dibandingkan dengan kondisi Maret 2017 yang sebesar 1.131,73 ribu orang (13,69 persen).

“Sementara itu persentase penduduk miskin di daerah perkotaan pada Maret 2017 sebesar 10,03 persen  turun menjadi 9,13 persen , pada September 2017. Persentase penduduk miskin di daerah perdesaan pada Maret 2017 sebesar 15,08 persen turun menjadi 14,56 persen pada September 2017,” papar Yeane, Selasa ( 02/01).

Baca Juga:  Di Bandarlampung Harga Beras Perlahan Turun

Lanjut Yeane, selama periode Maret-September 2017, jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan turun sebanyak 16,35 ribu orang (228,32 ribu orang pada Marat 2017 menjadi 211,97 ribu orang pada September 2017). Sementara di daerah perdesaan turun sebanyak 31,64 ribu orang (dari 903,41 ribu orang pada Maret 2017 menjadi 871,77 ribu orang pada September 2017).

“Peranan komoditi makanan terhadap garis kemiskinan jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan (perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan). Sumbangan garis kemiskinan makanan terhadap garis kemiskinan  pada September 2017 tercatat sebesar 74,73 persen. Kondisi ini tidak jauh berbeda dengan kondisi Maret 2017 yaitu sebesar 75,27 persen,”ungkapnya.

Untuk ketimpangan pengeluaran penduduk Lampung pada bulan September 2017 diukur oleh Gini Ratio tercatat sebesar 0,333. Mengalami penurunan sebesar 0,001 poin jika dibandingkan dengan Gini Ratio Maret 2017, sebesar 0,334. Sementara itu pada bulan September 2016 sebesar 0,358 Gini Ratio bulan September 2017 turun sebesar 0,025 poin

Baca Juga:  Dishub Rancang Raperda Kejelasan dan Oprasional Terminal

“Untuk di daerah perkotaan Gini Ratio pada September 2017 sebesar 0,360 turun dibandingan Gini Ratio Maret 2017 sebesar 0,364 dan Gini Ratio September 2016 sebesar 0,384. Sedangkan untuk di perdesaan pada bulan September 2017 sebesar 0,301 naik, dibandingakn Gini Ratio Maret 2017 yang sebesar 0,297. Dab turun jika dibandingkan Gini Ratio September 2016 sebesar 0,311,” jelasnya.

Perihal, pengeluaran kelompok penduduk pada September 2017, tercatat 40 persen terbawah adalah sebesar 19,89 persen. Artinya, masih berada pada katagori tingkat ketimpangan rendah.

Jika dirincikan menurut wilayah di daerah perkotaan, tercatat sebesar 18,66 persen, yang artinya berada pada kategori ketimpangan rendah dan untuk perdesaan sebesar 21,32 persen, masuk dalam kategori ketimpangan rendah.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top