Daerah

Anggota Seni Budaya Lampung Selatan Tolak Klaim Sepihak Disparbud

Tangkap layar laman Facebook Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Lampung Selatan/EDI

LAMPUNG SELATAN – Puluhan anggota kesenian yang tergabung dalam Seni Budaya Lampung Selatan, mengaku kecewa saat mendengar kabar kesenian Gitar Tunggal Klasik Lampung, diklaim sebagai binaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Lamsel.

Hal tersebut terlihat dari laman Facebook milik Disparbud Lamsel, pada Kamis (12/3).

Dalam laman tersebut tertulis “Penampilan gitar tunggal sanggar seni beringin jaya Kalianda Lampung Selatan, pimpinan Ibu Hajjah Winarni Nanang Ermanto, binaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lampung Selatan, yang dimainkan oleh Sdr Riki sebagai gitar dan vocal Sdri Naza, di Aula Rimau Bappeda Kabupaten Lampung Selatan dalam Acara Talkshow Program pembangunan Kab. Lampung Selatan”

Baca Juga:  Tanggap Bencana, Lampung Barat Luncurkan Panggilan Darurat 112

Beredarnya klaim tautan dari dinding Facebook dinas Disparbud tersebut, sontak membuat puluhan anggota serta pelestari kesenian kaget.

Pasalnya, anggota yang memainkan Gitar Tunggal Klasik Lampung serta vocalis tersebut bukan berasal dari binaan Disparbud.

Pihak seni budaya Lamsel menegaskan, sangat tidak relevan jika Disparbud mengklaim bahwasanya itu binaan dari dinas tersebut.

“Sejak kapan Disparbud mempunyai program pengembangan gitar tunggal klasik, jangankan untuk mengembangkan, memperhatikannya saja sudah ogah ogahan. Banyak seni budaya yang di miliki oleh kabupaten kita ini, namun mana bentuk support dukungan dari instansi terkait,” tegas seluruh anggota seni budaya Lamsel.

Anggota Seni Budaya Lampung Selatan/Istimewa

Sementara itu, Minak Khaja Suku dan Misla Warda, selaku penasehat sekaligus pembina seni budaya Lamsel, ikut kecewa atas tidak adanya konfirmasi dari Disparbud.

Baca Juga:  Bupati Umar Ahmad Yakini BUMT Mandiri Bisa Gerakan Program Peternakan

“Seharusnya mereka tau dong dengan etika yang harus di pakai, mereka kan salah satu cerminan bagi seni yang ada di kabupaten ini. Masa mereka asal asalan saja menulis dan mengakui jika itu binaan dari Disparbud,” tutur kedua penasehat dan pembina ini.

Tak sampai di situ saja saat di temui oleh pihak media, Al Muhtarom, salah satu pemain gitar tunggal klasik Lampung, meminta Disparbud cepat mengklarifikasi ucapan yang tertulis di dinding Facebook tersebut.

“kami dari seni budaya Lamsel serta pelestari gitar tunggal klasik Lampung, menunggu klarifikasi atau pernyataan dari Disparbud yang telah mengklaim bahwasanya ananda Riki dan Naza tersebut bukan binaan gitar tunggal klasik dari dinas pariwisata sanggar berngin jaya,” tutupnya.(EDI)

Baca Juga:  Kejari Koordinasi Bersama SMSI Lampura Guna Pencapaian WBK Menuju WBBM
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top