Iklan
Modus

Anggota Polres Mesuji Diduga Lakukan Penganiayaan Kepada Petani

Penganiayaan/Ist

MESUJI – Tamparan keras kembali harus diterima oleh instansi kepolisian, dimana seharusnya memberikan pelayanan dan mengayomi kepada masyarakat, tapi ini malah sebaliknya.

Bagaimana tidak, tiga oknum polisi di bawah jajaran Polres Mesuji diduga telah melakukan penganiayaan serta pemerasan terhadap seorang petani sawit di daerah itu.

Atas kejadian itu, korban Katenun (39) Warga Mekarsari RT 01 Kelurahan Tanjungraya, Mesuji, mengalami beberapa luka lebam dibagian kepala, telinga, wajah serta punggungnya.

Korban juga kehilangan uang Rp50 juta akibat pemerasan yang dilakukan tiga oknum polisi tersebut.

Sambil terisak, Katenun menceritakan kekerasan yang dialaminya. Kejadian terjadi pada Januari lalu di Jalan Surabaya, Desa Mekarjaya, Mesuji. Saat itu korban sedang kekebun sawit milik Somat dengan mengendarai motor.

“Pak Somat nawarin saya sawit. Jadi saya boncenglah dia (Somat) berangkat kekebunnya. Tiba-tiba ada mobil Luxio yang ngejegat. Lalu turun dari mobil tiga orang yang mengaku polisi,” ujar korban saat diwawancarai di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Selasa (3/4).

Baca Juga:  Video : Pemukulan Mahasiswa UBL

Saat itu, Somat pergi dengan Dedi yang telah menunggu dibelakang mobil Luxio dengan mengendarai sepeda motor. Sedangkan korban dibawa masuk kedalam mobil itu.

“Saya langsung ditarik masuk ke mobil. Somat pergi dengan Dedi,” jelasnya.

Di dalam mobil itulah, penganiayaan dimulai. “Dalam mobil, saya sudah dipukuli. Bahkan leher saya ditarik dengan ikat pinggang,” ungkapnya.

Penganiayaan berlanjut di sebuah kafe di Desa Adiluhur, Mesuji. Di kafe itu, korban dipaksa untuk mengakui sebuah barang yang diduga sabu.

“Ini barang kamu kan, kata 3 polisi itu. Saya tidak mau mengakui, karena saya tidak tahu itu barang. Barangnya di dalam plastik bening kecil, ada isinya putih-putih,” terangnya.

Baca Juga:  Tak Ingat Umur, Kakek 70 Tahun Cabuli Anak Dibawah Umur

Saat itu, lanjut dia, korban diancam akan dilukai bila tidak mau mengakui bahwa barang tersebut milik dia.

“Kalau tidak mau ngaku, saya diancam mau dibacok. Pisau mereka sudah didekatkan kekulit saya,” terangnya.

Tidak berhenti disitu, diduga para polisi tersebut juga melakukan pemerasan terhadap korban melalui istrinya Nita Ifa Susanti (34). Nita mendapat pesan dari Kepala Desa setempat bahwa suaminya terjerat kasus narkoba. Bila ingin bebas, maka harus menyerahkan uang Rp70 juta.

“Saya dikasih tahu gitu. Saya kagetlah. Kebetulan saya abis jual kebun Rp50 juta. Jadi duit itu saya serahkan semua ke Pak Kades untuk nebus suami saya,” kata Nita saat diwawancarai.

Atas kejadian itu, korban telah melaporkan masalah tersebut ke Propam Polda Lampung atas dugaan pelanggaran kode etik Profesi Polri. Kini, pihaknya berencana akan melaporkan kembali masalah tersebut untuk dugaan pelanggaran pidana umumnya.

Baca Juga:  Danrem 043/Gatam Sambangi Polres Mesuji

“Kami akan segera melaporkan kembali masalah ini untuk pidana umumnya,” kata pengacara korban Anggit Nugroho.

Sayangnya, pihak korban hingga kini belum mengetahui identitas pasti ketiga oknum polisi tersebut. “Setahu saya ketiga polisi itu sudah diproses kode etiknya. Jadi yang tahu data mereka orang di Propamnya,” jelasnya.(*/HM)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top