Bandar Lampung

Andi Surya Bicara: Selamat Legislator-Senator Baru, Tak Lupa Titip Pesan Kawal #dkilampung

Andi Surya (berpeci), mengawal perjuangan #dkilampung, termasuk saat RDP Komite I DPD RI, di Gedung B DPD RI, komplek parlemen Senayan, Jakarta, 11 Oktober 2017/Muzzamil | #dkilampung

BANDAR LAMPUNG – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI daerah pemilihan (dapil) Lampung sekaligus anggota MPR RI nomor B-31, Dr H Andi Surya, memberikan pernyataan resmi perdananya, Selasa (13/5), pascahasil Rapat Pleno Terbuka KPU tentang Rekapitulasi Penghitungan Suara Pemilu Legislatif 2019 Tingkat Provinsi Lampung, 9-12 Mei 2019.

Sepertinya sekaligus ditujukan untuk menunjukkan akuntabilitas publiknya, calon anggota DPD petahana berjuluk “Senator Babaranjang” ini telah ikhlas menerima hasil keputusan KPU.

“Membaca berita hasil pleno hitung dan rekap KPU Lampung, yang menempatkan saya pada posisi urut 6 segmen Caleg DPD RI, maka tentu periode selanjutnya (2019-2024) saya sebagai incumbent akan mengakhiri dan beristirahat dari dunia parlemen, DPD RI,” ucap Andi, membuka keterangan tertulisnya dengan salam khas warga Lampung, “Tabikpuun..”.

Hal ini setelah 3 periode berturut-turut (15 tahun), kata dia, menjalani peran sebagai wakil rakyat baik di DPRD Provinsi Lampung maupun Senayan Jakarta (2004-2019).

“Saya mengucapkan selamat kepada Yth. seluruh rekan, sahabat dan tokoh terpilih sebagai anggota parlemen (lokal maupun nasional, partai maupun independen), semoga dapat menjalankan kepercayaan rakyat Lampung dengan sukses dan amanah,” ujarnya berpesan.

“Ke depan, barangkali saya perlu mengingatkan kepada kita semua terutama penyelenggara pemilu. Bahwa dalam catatan dan pengalaman saya 4x ikut kontestasi pemilu legislatif secara berturut-turut, pemilu kali ini cenderung paling krusial dan memprihatinkan,” catatan kritis Andi.

Baca Juga:  Tak Hanya Silaturahmi-Buka Puasa Bersama, Tim #dkilampung Juga Galang Dukungan Tokoh BKMS Jakarta

Mengapa? “Ada 500-an (petugas) KPPS yang meninggal dunia dan ribuan menderita sakit. Selain itu maraknya berita, dugaan dan indikasi politik transaksional yang cenderung terstruktur, sistematif dan masif cukup mewarnai jagad perpolitikan Lampung,” ungkapnya menganalisa.

Terdapat indikasi, sambung dia, rakyat pemilih marjinal terbiasakan dengan pragmatisme politik transaksional sehingga pada akhirnya mendistorsi  demokrasi dalam proses pemilu.

“Namun begitu, saya berharap rekan-rekan yang terpilih tetap mampu menjadi agregator kebijakan publik yang terhormat dan mumpuni di tengah-tengah proses pemilu legislatif yang menurut saya berindikasi cukup mengkhawatirkan saat ini,” harapnya.

Calon anggota DPD dapil Lampung peserta pemilu legislatif 2019 nomor urut 28 itu juga mengharapkan para caleg terpilih untuk terus berkomitmen demi perbaikan kualitas pemilu.

“Ke depan, mari sama-sama kita perbaiki dan menjaga kualitas pemilu agar Indonesia khususnya Lampung lebih bermartabat secara demokrasi dan politik.”

Karena pada Oktober 2019 mendatang dia akan mengakhiri peran sebagai wakil rakyat Lampung di segmen politik independen DPD RI, “dalam suasana masih di bulan Ramadhan, saya mengucapkan terimakasih kepada seluruh teman-teman yang telah bekerjasama selama ini, warga pendukung dan rakyat Lampung, serta mohon maaf atas segala kekhilafan,” khatur dia bijak.

Selanjutnya, pria kelahiran Banda Aceh, 11 Maret 1964 ini, merinci sejumlah pekerjaan rumah yang ia harap bisa dilanjutkan penuntasannya.

Baca Juga:  Andi Surya Sebut Masih ada 4 Persoalan Besar di Lampung

Antara lain konflik lahan Gronkaart PT. KAI (Kereta Api Indonesia); HPL (Hak Pengelolaan Lahan) Waydadi, Sukarame dan Pidada, Panjang, Bandarlampung; konflik kawasan Register Lampung Selatan (Lamsel), Mesuji, Lampung Tengah (Lamteng); konflik kawasan Gunung Balak, Way Jepara, Lampung Timur; konflik buruh Panjang; buruh angkut semen; status lahan Sukapura, Sumberjaya, Lampung Barat (Lambar); FGD DKI Lampung; status guru (honorer) K2; hibah lahan kantor DPD RI; dan lain-lain.

“Beberapa aspirasi rakyat Lampung yang berada dalam kendali saya di DPD RI saat ini, baik yang sudah, sedang dan akan dimajukan secara nasional, menjadi tanggung jawab dan tugas rekan-rekan anggota DPD RI terpilih untuk kesinambungan aspirasi warga nantinya,” sebutnya.

Di ujung, Andi Surya bak “main kode”, menjelaskan posisi diri jelang purna tugasnya. “Akhirnya, menjelang purna tugas saya, ke depan saya akan lebih banyak mengabdikan diri kepada keluarga dan dunia pendidikan/akademik yang telah turut membesarkan,” tegas Andi.

“Yaitu Universitas Mitra Indonesia (Umitra) dan Global Surya Islamic & Boarding School (GS-IBS), sebagai ketua yayasan,” cetus Andi pula.

Menariknya, terkait urusan kode-mengkode tadi, peraih 295.910 suara sah pemilu legislatif 2014 dari total 4.469.402 suara pemilih DPD saat itu, tak menutup diri untuk terus berkiprah dalam urusan kemasyarakatan.

“Tentu saya akan tetap ikut berkiprah semampunya dalam kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan lain khususnya di Bandarlampung dan Provinsi Lampung umumnya.”

Baca Juga:  Pemprov Gelar Pentas Seni Amal Musisi Lampung untuk Korban Tsunami

Selain politisi dan mantan wartawan, anak ke-4 dari 7 bersaudara pasangan Syamsuri-Siti Aminah yang “menokoh” dari proses kontemplasinya atas kecintaan pada dunia pendidikan yang telah membesarkan namanya itu, selanjutnya berserah diri pada Tuhan.

“Semoga Allah SWT senantiasa menganugerahkan kesehatan, kesuksesan dan rahmat serta hidayah-Nya kepada kita semua. Aamiin Yra,” pungkas Andi Surya, narasumber dan tokoh penting pengusulan kajian ilmiah kesiapan Lampung sebagai alternatif calon lokasi ibu kota pusat pemerintahan negara RI pengganti DKI Jakarta yang populer dengan tagar #dkilampung ini.

Terpisah, inisiator FGD DKI Lampung Dr H Andi Desfiandi SE MA turut mengapresiasi pernyataan sahabat dekatnya itu. “Terima kasih, Pak Andi Surya, atas dedikasi dan perjuangan selama ini di DPD RI, semoga menjadi ladang ibadah Pak AS (Andi Surya, Red). Selamat berjuang kembali di ladang amal pendidikan dan ladang perjuangan lainnya,” ucap Andi Desfiandi, Selasa pukul 10.44 WIB.(LS/Muzzamil)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top