Ekonomi

Andi Desfiandi : Jokowi Rubah Paradigma Pembanguan

Talkshow FSTV, dengan tema meneropong gagasan ekonomi dalam pilpres 2019 di Studio Kopi, Jalan Kenanga Nomor 9 Rawalaut, Enggal, Bandar Lampung/Suluh

BANDAR LAMPUNG – Fajar Media Televisi (FSTV) kembali menggelar talkshow dengan tema meneropong gagasan ekonomi dalam pilpres 2019 di Studio Kopi, Jalan Kenanga Nomor 9 Rawalaut, Enggal, Bandar Lampung, Selasa (26/2).

Talkshow yang dimoderatori oleh Rismayanti Borthon ini  menghadirkan dua orang narasumber, yakni Akademisi Darmajaya Andi Desfiandi dan Endi Hasibuan sebagai Praktisi Bisnis.

Akademisi Darmajaya Andi Desfiandi menjelaskan pertumbuhan ekonomi ini bisa dilihat sepanjang kepemimpinan Joko Widodo sebagai presiden RI periode 2014-2019.

Di era kepemimpinannya, mantan Gubernur DKI Jakarta ini mencoba menggeser paradigma dengan lebih menekankan pada peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) demi adanya pembangunan berkelanjutan.

Ia menjelaskan alasan Jokowi lebih fokus ke perbaikan infrastruktur. Dalam prosesnya ini sangat erat dengan peningkatan SDM, mengingat infrastruktur merupakan tulang punggung sebagai pengubung ke market.

Baca Juga:  Penagihan Pajak Kendaraan di Lampung Bakal dari Pintu ke Pintu

“Perbaikan infrastruktur merupakan kunci dari pertumbuhan ekonomi secara menyeluruh. Karena, tanpa adanya perbaikan infrastruktur bisa berdampak pada kenaikan harga barang,” kata Andi saat Talkshow di FSTV, Selasa (26/2).

Calon presiden nomor urut 01 untuk periode 2019-2024 ini telah merubah paradigma pembanguan, dari yang sebelumnya Desentralisasi menjadi sentralisasi. Dengan adanya sentralisasi pembangunan ini menciptakan ekonomi berkeadilan.

“Dengan adanya pemerataan pembangunan di seluruh Indonesia, akan nada pemerataan ekonomi dan pertumbunan ekonomi bangsa Indonesia akan menukik keatas. Data dari BPS menyebutkan bahwa rasio kemiskinan bangsa Indonesia menjadi semakin membaik,” ujarnya.

Selain itu, ia juga meluruskan pandangan yang berkembang dimasyarakat mengenai pembangunan jalan tol melalui dana pinjaman luar negeri.

“Kalan tol itu dibangun oleh BUMN yang mendapatkan dana tidak perlu melalui modal atau pinjaman dari pemerintah. BUMN mengeluarkan obligasi untuk pembangunan jalan tol. Jadi yang berhutang disini BUMN, bukan pemerintah,” jelasnya.

Baca Juga:  Blusukan ke Pasar Bogor, Presiden Ingin Pastikan Harga Stabil

Dilain sisi, ia juga mengkritisi adanya permintaan agar pemerintah menghentikan impor. Menurutnya, impor merupakan salah satu cara untuk mengantisipasi kelangkaan dan menstabilkan harga.

“Jadi mohon agar jangan salah persepsi. Saya yakin tidak akan ada satu presiden didunia ini yang tidak import. Karena import juga memiliki dampak positif” jelasnya.

Ia berharap, siapapun yang nantinya terpilih sebagai presiden – wakil presiden RI periode 2019-2024  untuk mendorong BUMD dan Bumdes. Langkah ini untuk mendorong laju peningkatan ekonomi di Indonesia.

“Harapannya kedepan agar pemerintah bisa menstimulan industrialisasi di desa. Karena, selain memberikan kontribusi pertumbuhan ekonomi juga sebagai bentuk pemerataan ekonomi,” ucapnya.

Sementara itu, hal senada disampaikan oleh praktisi ekonomi Endi Hasibuan menyampaikan bahwa kebijakan pemerintah di era kepemimpinan Jokowi – JK telah mendorong perekonomian mikro untuk mendongkrak ekonomi di Indonesia.

Hal ini dapat dilihat dari rendahnya pajak UMKN yang hanya 0,5 persen dan dipermudahnya kredit untuk pelaku ekonomi dengan KUR-bunga rendah.

Baca Juga:  Bandar Lampung Jadi Lautan Merah, Warga Dukung Jokowi 1 Periode Lagi

“Saat ini pelaku ekonomi  saat ini memiliki bonus mencapai 2 persen mengingat inflasi hanya 3 persen, sementara pertumbuhan ekonomi mencapai  5 persen. Jadi ini berkah bagi pelaku ekonomi makro dan mikro menyebabkan ekonomi tumbuh merata,” kata Endi.

Ia berharap, kedepan pemerintah bisa membentuk bank Tani untuk membiayai pertanian dan perkebunan yang membutuhkan pinjaman dana. Karena, ia meyakini dimasa akan datang, Negara yang menguasai ini reasource ini akan unggul dimasa akan datang.(AR)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top