Modus

Ancam Legislator dengan Sajam, Mahasiswa UBL Didakwa 1 Tahun Bui

Mahasiswa inisial RA, yang diketahui berkuliah di Fakuktas Hukum Universitas Bandar Lampung (UBL), duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri Tanjung Karang, sebagai terdakwa perkara tindak pidana pengancaman/Suluh/TIN

BANDAR LAMPUNG – Seorang mahasiswa inisial RA, yang diketahui berkuliah di Fakuktas Hukum Universitas Bandar Lampung (UBL), duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri Tanjung Karang, sebagai terdakwa perkara tindak pidana pengancaman, yang ia lakukan terhadap seorang legislator Kabupaten Pesawaran fraksi Partai Demokrat.

Dalam sidang yang dipimpin oleh Hakim Ketua Efianto kali ini, terdakwa RA didakwa oleh jaksa telah melanggar pasal 335 ayat 1 ke 1 KUHP, yang mengatur tentang tindak pidana pengancaman.

Dalam dakwaan yang dibacakan oleh jaksa, perkara ini sendiri bermula sekitar September 2019 lalu, saat korban Olan Fitri Yonando sedang berkendara menggunakan mobil di Jalan Lintas Sumatra, Desa Bumi Agung, Kecamatan Tegineneng, Pesawaran.

Baca Juga:  Rakata Institute Dikenakan Pasal UU ITE

Di jalur tersebut diketahui saat itu sedang diadakan perbaikan jalan, sehingga kondisi jalan terjadi penyempitan dan mengalami kemacetan.

Lantaran jalur yang padat kendaraan, ketika korban Olan sedang berkendara dalam kondisi ramai kendaraan, saat itu terdakwa RA yang mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi datang, berusaha mendahului kendaraan yang lain dan mobil milik anggota Komisi II DPRD Pesawaran tersebut.

Tak dapat menyalib mobil yang dikendarai olan Fitri Yonando, terdakwa pun marah – marah dan terjadi adu mulut dengan sang legislator, hingga keduanya pun turun dari kendaraan masing – masing dan pada akhirnya terdakwa menghampiri korban dengan menenteng sajam jenis pisau karambit, sembari mengancam korban serta menendang tubuh korban.

Baca Juga:  UBL Wujudkan Cita-cita Aziz Hermawan Penyandang Disabilitas Menjadi Arsitek

Tak selesai perkara tersebut di jalan, terdakwa pun menghampiri korban ke kediamannya dengan membawa senjata tajam jenis pedang, sembari berteriak dengan mengancam akan membunuh korban.

Oleh karena perbuatan mahasiswa UBL ini, sesuai dengan pasal yang dikenakan oleh jaksa , RA pun terancam untum menjalani hukuman pidana penjara paling lama selama 1 tahun.(TIN)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top