Panggung

Alvino Guido, Dalang Cilik asal Purworejo

Alvino Guido Raditya Sasikirana, dalang cilik/MAS

PURWOREJO – Kabupaten Purworejo yang terletak di Jawa Tengah, memiliki banyak potensi seni budaya.

Salah satunya ialah dalang cilik Alvino Guido yang masih berusia 9 tahun. Alvino Guido Raditya Sasikirana, adalah potensi dan harapan besar untuk meneruskan seni budaya dalam dunia kelir, khususnya di Kabupaten Purworejo.

Alvino Guido, yang masih duduk di kelas 4 di SD 1 Wirun Kutoarjo, adalah putra dari Andreas Novianto Nugroho dan Maria Theresia Ambarwati Sulistiorini yang beralamat di Desa Wirun RT 2 RW 7 Kutoarjo.

Darah seni sudah mengalir dari kakeknya Ki Mudji Waluyo asli Sentolo, sejak tahun 1980. Ki Mudji Waluyo juga berada di Purworejo sebagai guru sejarah Indonesia di SMAN 1 Purworejo.

Baca Juga:  UM Purworejo Sabet Juara 1 Esai Nasional

Dijelaskan oleh Ki Mudji Waluyo bahwa, Alvino adalah 9 keturunan yang mewarisi budaya pedalangan, dimana Raden Karyo Pidekso dari Sentolo adalah mbah canggah dari Ki Mudji Waluyo.

Diceritakan awalnya ketika Alvino diajari pegang wayang saat kelas 3 SD, responnya senang dan dilanjutkan dengan latihan rutin tiap malam, tapi hanya 10 menit selesai. Adapun yang di ajarkan dasar-dasar seperti cekelan, suluk, ontowacono, terus keprakan, pengenalan tokoh wayang.

“Karena saya dalang, bapaknya Alvino juga dalang, jadi cukup mudah untuk mengenalkan wayang. Tidak ada kesulitan, karena di rumah fasilitas pedalangan cukup,” ungkap Ki Mudji Waluyo, sebagai pelatih bagi cucunya ini, Sabtu (31/8).

Bagi Ki Mudji, wayang adalah warisan tinggalan leluhur dan ia wajib mewariskan kepada anak cucu dengan memperkenalkannya.

Baca Juga:  Gelar Tepang Wayang, Dwi Puspita Ningrum Pukau Ratusan Siswa SMAN 7 Purworejo

“Kalau nanti nasib ia tidak tahu. Setidaknya seniman tidak menjadi penghidupan namun sebagian bekal hidup,” tukasnya.

Alvino sendiri sudah dua kali melakukan pementasan di hadapan masyarakat umum, yang pertama dalam rangka silaturahmi para dalang di bulan Juli 2019, dengan iringan oleh pengrawit anak-anak juga.

Saat itu, Alvino bermain lakon Wongso Adu Jago, dengan durasi waktu 60 menit. Pementasan yang kedua pada Jumat 30 Agustus 2019 lalu, dengan Lakon Anoman Duto durasi kurang lebih 50 menit.

Adapun khas pedalangan dari simbah yaitu gaya Sentolo, suluk penekanan dan karakter.(MAS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top