Bandar Lampung

Aliansi GLB Pertanyakan Aliran Dana Yayasan Rachmat Hidayat ke Kejati

Majelis Taklim Rachmat Hidayat, Pimpinan Eva Dwiana Herman HN/Ist

BANDARLAMPUNG – Ratusan massa yang tergabung dalam aliansi Gerakan Lampung Bersih (AMPL, GRPK, FOREL, JAK, JMPD) akan menggelar aksi mempertanyakan aliran dana pada setiap kegiatan yang ada di Yayasan Majelis Taklim (MT) Rachmat Hidayat, Kamis (15/3) mendatang.

Aksi ini menyangkut aliran dana kegiatan yang dilakukan MT Rachmat Hidayat, yang berlangsung setiap bulan. Selain itu yayasan ini selalu membagi-bagikan hadiah fantastis, seperti mobil dan umroh disetiap kegiatannya. Bahkan tidak hanya itu pada setiap kegiatan pengajian pun sampai mendatangkan para ustad dan ustadzah ibukota.

Penanggung jawab aksi, Didik Junaidi, dari LSM JAK, mengatakan, bahwa pernyataan adanya indikasi dalam aliran dana MT Rachmat Hidayat patut dipertanyakan. Pasalnya, didirikan langsung oleh pejabat publik yaitu Ketua Penggerak PKK Kota Bandarlampung, Eva Dwiana Herman HN.

Baca Juga:  Rekrutmen CPNS, Pemprov Lampung Kedepankan Tenaga Kesehatan dan Pendidikan

“Patut kita curigai yayasan MT Rachmat Hidayat ini, kita akan minta kejaksaan untuk melakukan penyelidikan, karena perputaran dana di dalam yayasan tersebut sangat dahsyat. Kenapa kami mempermaslahkan yayasan Rachmat Hidayat, karena tidak bisa dipungkiri bahwa ketuanya itu adalah pejabat publik,” ujar Didik, via telepon, Senin (12/3).

Menurutnya, penting diketahui publik aliran dana yang dimiliki Yayasan Rachmat Hidayat darimana asal muasalnya. Ini terlihat besaran nominal yang cukup fantastis jika dilihat dari setiap kegiatan dan hadiah yang diberikan.

“Sebenarnya ini bukan temuan ya, dari dulu-dulu juga sudah pernah terpublikasi dimana-mana Yayasan Rachmat Hidayat ini dari jamannya ke Kubah Emas dari keberangkatan sampai transport, itu berapa anggarannya itu yang pertama, lalu yang kedua pemanggilan ustad/ustadzah yang dari Jakarta pada setiap bulan. Sekali kali dua belas bulan udah berapa duitnya. kita hitung aja duitnya Rp100 juta, belum memanggil jemaah yang dari kabupaten. Maaf, Rachmat Hidayat ini majelis taklim bukan sumbangan dari jamaah,” ucapnya.

Baca Juga:  BPKAD Anggarkan 45 Miliar Bayar THR PNS Pemkot Bandar Lampung

Ia menegaskan, dengan dilakukannya penyelidikan oleh kejaksaan pada sumbangan rekening Yayasan Rachmat Hidayat, lembaga Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) wajib ikut menelusurinya.

“Jika kita kaji lagi ulang berapa sih gaji ketua ibu PKK berapa sih gaji pak walikota, kalau memang itu ada sumbangan dari dermawan,” paparnya.

Dirinya mengatakan, keterlibatan Eva Dwiana Herman HN,  didalam kepengurusan Yayasan Rachmat Hidayat perlu banyak dievaluasi karena banyak menimbulkan tanda tanya, mulai dari pengadaan aliran dana hingga dugaan penggerak Yayasan Rachmat Hidayat sebagai alat kampanye memenangkan Herman HN sebagai cagub Lampung.

“Kalau nggak mau atau nggak kuat dikomentari berhenti saja jadi pejabat publik, jadi ibu rumah tangga saja,” pungkasnya.

Baca Juga:  Sekolah Swasta di Bandar Lampung ini Hanya Mendapat 4 Siswa Baru

Untuk diketahui, aksi damai aliansi Gerakan Lampung Bersih akan dimulai dengan longmarch dari Tugu Adipura ke Kejaksaan tinggi (Kejati) Lampung, pada Kamis(15/3) mendatang, dan akan diikuti oleh ratusan massa aksi.(*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top