Daerah

Aktifitas Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Meningkat 

Kepala Puskesmas Rajabasa Khilmiah, membagikan masker gratis kepada siswa siswi SD dan SMP di sekitar daerah yang terkena dampak debu abu vulkanik/AS

KALIANDA – Aktifitas semburan debu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau (GAK) yang semakin meningkat, menyebabkan penduduk disekitar GAK mengalami gangguan pernafasan. Untuk itu, Puskesmas Rajabasa Lampung Selatan, membagikan masker gratis kepada masyarakat Pulau Subesi, Rabu (8/8).

Menurut Kepala Puskesmas Rajabasa Khilmiah, hal ini dilakukan guna menghindari dampak buruk bagi kesehatan masyarakat sekitar GAK, terutama warga Pulau Subesi dan Sebuku Lampung Selatan.

“Kami sengaja turun langsung untuk membagikan masker secara gratis kepada masyarakat. Bahkan warga desa lain seperti Rajabasa, Way Muli dan sekitarnya yang juga terkena dampak debu vulkanik GAK, tutur kami berikan,”kata Khilmiah, Rabu (8/7).

Baca Juga:  Korban Tsunami Lampung Selatan 286 Luka-luka 75 Meninggal

Selain itu, pihaknya juga sudah memberikan himbauan kepada tenaga medis yang ada di seluruh Kecamatan Rajabasa, agar menyiagakan obat-obatan yang berhubungan dengan gangguan penafasan. Agar masyarakat yang mengalami gangguan pernafasan akibat debu vulkanik GAK, tidak perlu jauh-jauh datang ke puskesmas untuk berobat, mengingat kondisi saat ini sangat tidak dianjurkan untuk melakukan aktifitas diruang terbuka.

“Sekarang intensitas debu vulkanik masih cukup tinggi, jadi kami menyarankan untuk mengurangi aktifitas di luar ruangan. Jika memang tidak terlalu penting ya, lebih baik beraktifitas di rumah saja,” tambahnya.

Terpisah, Zulkifli (30) warga Pulau Subesi mengaku, debu abu vulkanik cukup meresahkan. “Memang sifatnya sedikit demi sedikit, akan tetapi selalu mengotori baik halaman rumah seluruh warga,” kata dia.

Baca Juga:  Dinas Kesehatan Lampung Selatan Target 2019 Seluruh Desa Bebas BAB Sembarang

“Setiap hari dari bagian kaca rumah sampai lantai, di penuhi debu abu vulkanik. Akan tetapi kami tidak begitu khawatir, mengingat aktifitas seperti ini sudah biasa bagi kami. Tetapi tidak sesering ini. Kalau sekarang,  pagi, siang dan sore pasti berdebu,” ucap dia.(AS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top