Bandar Lampung

Aksi Mahasiswa Dukung Jokowi di Lampung Sebut SGC Dang Culas

Mahasiswa FISIP Universitas Lampung yang tergabung dalam Serikat Mahasiswa Peduli Lampung (SIMPUL) melakukan aksi solidaritas mendukung Presiden Jokowi untuk menuntaskan permasalahan HGU ditanah air/Istimewa

BANDAR LAMPUNG – Mahasiswa FISIP Universitas Lampung yang tergabung dalam Serikat Mahasiswa Peduli Lampung (SIMPUL) melakukan aksi solidaritas mendukung Presiden Jokowi untuk menuntaskan permasalahan HGU ditanah air.

Hal tersebut disampaikan oleh koordinator aksi, Rosim Nyerupa, saat menyampaikan orasi di Bundaran Tugu Gajah Bandar Lampung, Kamis (28/2) sekitar pukul 15: 30 WIB sore tadi.

“Dalam pidatonya, Presiden Jokowi meminta pihak pemegang HGU untuk membebaskan kawasan yang berstatus Hak Guna Ulayat. Hal ini demi mencegah terjadinya sengketa lahan antara masyarakat dan pemegang HGU. Ini yang kita tunggu-tunggu sebagai masyarakat Lampung yang sedang dihadapi masalah tersebut,” katanya.

Dalam lanjutan orasinya, Rosim, menyebutkan bahwa permasalahan HGU yang ada di Indonesia harus menjadi sorotan serius oleh pemerintah pusat. Bukan sekedar retorika belaka tapi bila perlu turunkan tim pengkajian ulang dari pusat. Dari beberapa kasus yang ada. Permasalahan HGU yang  bukan lagi rahasia umum bagi masyarakat salah satunya adalah perusahaan Sugar Group Compaines yang ada di Lampung.

Kasus HGU perusahaan yang akrab disebut SGC itu, lanjut Rosim, sangat fenomenal dan belum ada pihak yang mampu menyelesaikannya. Hal ini disebabkan oleh kekuatan yang tidak terjamak oleh kasat mata. Sehingga masyarakat merasa pesimis, Permasalahan tersebut tidak akan kunjung usai.

Baca Juga:  Minimalisir Kekerasan Anak, BKOW Gelar Pendampingan

“Pada saat acara konvensi rakyat beberapa hari lalu, Presiden Jokowi menyebut lagi dalam pidato kebangsaan soal HGU ini. Dengan demikian, artinya, kepala negara ini serius bukan main-main. Presiden aja menyoroti itu. Maka bagi kita masyarakat Lampung ini adalah babak baru bagi penuntasan silang sengkarut kacaunya pemasalahan HGU SGC apalagi bodong,” lanjutnya.

Bahkan, kata Rosim, lebih dari itu, perusahaan gula di Lampung ini tidak hanya bisa memproduksi gula tetapi bisa memproduksi Gubernur Lampung.

Dalam aksi yang ikuti oleh puluhan mahasiswa dan Ketua Lembaga Mahasiswa FISIP Unila itu, Rosim juga membeberkan bahwa ada adigium di tanah lada yang ada diujung Selatan Dumatera. Jika ingin menjadi gubernur maka harus ada dalam lingkaran pabrik gula yang bernama SGC.

Realitas eksistensi SGC dengan segala kedigjayaannya ini tentu sangat menutup rapat adanya peluang bahkan mungkin hanya untuk sekedar bermimpipun menjadi sulit bagi masyarakat terdampak HGU SGC untuk mendapatkan keadilan.

“Bagi generasi milenial hari ini, cerita tanah ulayat ribuan hektare nenek moyang dimasa lampau hanyalah fiksi. Bayangkan seluas 134 ribu Ha data tertulis lahan SGC dan dinyatakan sebenarnya mencapai lebih dari 200 Ribu Ha oleh banyak pihak termasuk didalam yang terbaru adalah wilayah Register 47 kemudian tanah milik Astra Ksetra (TNI AU) 124 ribu Ha dan juga kurang lebih 33 ribu Ha lahan bodong SGC yang diatas namakan PT. Mulya Kasih Sejahtera yang ikut dicaplok oleh SGC menjadi bukti betapa tidak bisa dikoreksinya HGU SGC oleh negara ini dengan kata lain, Apalagi hanya sekedar masyarakat adat, aktivis lingkungan, Ornop Agraria, BPN, Pemprov dan lain sebagainya,” papar Rosim.

Baca Juga:  Pedagang Pasar Smep Minta Pemkot Serius Membangun 

Meskipun Presiden Jokowi serius menyikapi permasalahan HGU ini, massa aksi yang menjadi sorotan para pengendara kendaraan bermotor ini sebenarnya masih meragukan pernyataan seorang presiden yang ditonton oleh jutaan masyarakat Indonesia

“Menjadi suatu hal yang sangat mustahil bahkan dapat dianggap nonsense (mungkin) dilaksanakan apalagi permasalahan HGU sekelas SGC di Lampung. Kita khawatir negara justru kalah dengan pihak corporate. Bukan sekedar bicara masalah lahan saja, lebih dari itu SGC merupakan entitas politik dengan kekuatan super. Perlu digarisbawahi apakah bicara revitalisasi kah, itu reforma kah atau tuntutan lain yang selalu saja disampaikan kepada negara ini terkait SGC adalah bullshit,” sampainya dengan sedikit pesimis.

Kendati demikian, karena itu, masih ada optimisme bagi masyarakat Lampung, Mahasiswa FISIP Unila yang bagai buih ditengah samudera ini mendukung peryataan Presiden Jokowi dan menuntut kepada negara untuk merealisasikan kepada semua pihak, agar segala permasalahan yang terkait dengan keberadaan SGC di Sang Bumi Ruwa Jurai ini dapat dituntaskan.

Baca Juga:  MUI Lampung Minta Waspadai Aliran Yang Memecah Umat

“Sampai dimanapun kami dukung. Tidak hanya menunggu, kami jemput ukurannya kalau memang negara serius. Kembalikan tanah ulayat masyarakat adat di Tulang Bawang yang diambil alih oleh SGC dengan cara-cara culas. Kembalikan lahan-lahan SGC yang ber-HGU bodong, tindakan hukum bagi aparat yang “main mata” dengan SGC,” tegas Rosim.

Saat ditanya langkah apa lagi kedepan menyambut keseriusan presiden Jokowi, Rosim mengatakan bahwa pihaknya akan mendatangi kantor BPN.

“Dalam waktu dekat aksi akan digelar kembali dengan masa yang lebih banyak lagi bahkan mengajak berbagai elemen mahasiswa se-Bandar Lampung, untuk menindak lanjuti pernyataan presiden. Sebab negara harus dibantu oleh masyarakat dalam menyelesaikan sengketa itu,” tutupnya.(LS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top