Iklan
Peristiwa

Aksi Kepung Gakkumdu Berhenti Usai Arinal-Nunik di Diskualifikasi 

Aksi puluhan massa yang menggelar unjuk rasa di depan Kantor Sentra Gakkumdu Bawaslu Lampung/Suluh

BANDAR LAMPUNG – Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Lampung dan Koalisi Rakyat Lampung Untuk Pemilu Bersih (KRLUPB), kembali kepung Kantor Sentra Gakkumdu Bawaslu untuk kedua kalinya, Selasa (10/7).

Massa tetap menuntut agar Bawaslu Lampung, mendiskualifikasi pasangan calon (paslon) Arinal Djunaidi-Chusnunia Chalim (Nunik) dan menggelar ulanhlg pemilihan gubernur dan wakil gubernur, tanpa melibatkan paslon nomor urut 3.

Selain itu, massa juga meminta agar seluruh komisioner Bawaslu Lampung dicopot dan diganti hingga seluruh kecamatan.

“Bagaimana mau menciptakan pemimpin yang tidak cacat, panitianya penyelenggaranya saja cacat, pasti hasilnya cacat,” ucap koordinator aksi massa, Ahmad Muslimin, dalam orasinya.

Baca Juga:  Usut Politik Uang, Bawaslu RI Kirim Utusan ke Lampung

Sementara itu, Koordinator Posko Demokrasi, Rismayanti Borthon, menegaskan lawan kita bukan Arinal-Nunik, tetapi cukong korporasi bernama Sugar Group Company (SGC).

“Pergerakan kita bukan hanya hari ini, tetapi selama masih ada SGC di Lampung, kita akan terus menyuarakan untuk menolak dan mengusir SGC dari tanah yang kita cintai, yakni Lampung kawan-kawan,” ujar Risma dalam orasinya.

Pasalnya, sangat mungkin, kata dia, jika ke depan setiap ada ajang kepala daerah, peran SGC akan muncul kembali dengan mencari kacung baru.

“Ketika hari ini yang menjadi Gubernur-Wakil Gubernur adalah kacung SGC, maka kebijakan pemerintah ke depan akan pro SGC, yang HGUnya habis untuk menjajah Lampung, apa bedanya dengan VOC dulu?”  tegasnya.

Baca Juga:  Jangan Pilih Peserta Pemilu Yang pasang APK Sembarangan

Ditempat yang sama, Rachmat Husein DC, selaku koordinator lapangan, mengatakan, pihaknya akan terus melakukan aksi sampai Bawaslu mengeluarkan keputusan yang berpihak kepada rakyat.

“Hari saya melihat ada poster bergambar Arinal yang lehernya terikat, dan disebelahnya ada Purwanti Lee (Bos SGC) yang memegang uang. Artinya Arinal-Nunik adalah kacungnya SGC yang dengan mudah diatur-atur,” ungkapnya.(DD)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top