Modus

Akibat Mabuk Tuak, Warga Keteguhan Ini Tusuk Tetangganya Sendiri

Polsek Telukbetung Timur, meringkus tersangka Maarif, pelaku penusukan/TS/Suluh

BANDAR LAMPUNG – Tak terima ditegur oleh tetangganya, seorang  pemuda warga keteguhan Telukbetung Timur marah. Dalam kondisi terpengaruh minuman tuak, pemuda bernama Maarif alias Arif (20), nekad menghabisi nyawa tetangganya, Rachman Pradana Saputra (26),  dengan sebilah badik yang disimpan tersangka didalam jok motornya.

Korban tewas dengan kondisi luka tusukan  di bagian perutnya.

Kurang dari 24 jam, Tim Opsnal Polsek Telukbetung Timur, akhirnya, berhasil meringkus tersangka Maarif, dirumahnya tanpa ada perlawanan. Tersangka langsung dibawa petugas ke mapolsek setelah sebelumnya diamankan terlebih dahulu oleh Babinkamtibmas setempat.

Kapolsek Telukbetung Timur, Kompol Faisolsyah, mengatakan, tersangka saat itu telah terpengaruh minuman keras jenis tuak, dan tidak terima ditegur oleh korban.

Baca Juga:  Penyuka Sesama Jenis Ini Nekat Rubah Identitas Untuk Kebutuhan Nafsu

“Sebelum membunuh korban, pelaku kemudian menghubungi kakaknya untuk meminta tolong dengan memberikan kabar palsu bahwa dirinya telah dipukuli oleh korban,” kata Kompol Faisolsyah, Jumat (12/4).

Ditempat kejadian perkara, sang kakak sadar telah dibohongi setelah salah satu rekan Arif  memberikan keterangan bahwa adiknya berisik saat sedang mabuk hingga akhirnya ditegur oleh korban Rachman.

Ia menjelaskan, kakak pelaku kemudian mencari Arif yang sedang mengejar korban hingga menemukan keduanya disalah satu gang dengan kondisi Rachman telah tergeletak bersimbah darah akibat luka tusukan diperut.

Melihat kondisi tersebut, kakak Arif kemudian membawa korban ke rumah sakit dengan menggunakan sepeda motor bersamaan dengan pelaku yang telah membuang badiknya.

Baca Juga:  Dalam 12 Jam, Pembunuh Sadis Ini Diciduk Polresta Bandar Lampung

“Namun sayang, nyawa Rachman tak tertolong akibat luka tusukan yang menembus ulu hatinya,” jelasnya.

Sementara itu, tersangka Arif mengaku khilaf lantaran terpengaruh minuman, pemuda yang bekerja serabutan ini menyesal telah melakukan penusukan hingga mengakibatkan Rachman meninggal.

Bersama tersangka, polisi turut mengamankan barang bukti berupa sarung badik dan pakaian korban. Kepada pelaku sendiri dijerat dengan Pasal 338 KUHP dengan ancaman penjara maksimal 15 tahun.(TS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top