Politik

Akademisi Unila : Bawaslu Pilih Mundur atau Dipecat

Dedi Hermawan/Net

Suluh.co – Akademisi Universitas Lampung (Unila) Dedi Hermawan menilai, Badan pengawas pemilihan umum (Bawaslu) Provinsi Lampung hanya mempunyai dua opsi, yakni memilih mundur dari jabatannya sebagai penyelenggara pemilu atau dipecat oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

“Ada jejak yang buruk para personel Bawaslu ini, yang sudah berkali-kali melakukan tindakan-tindakan yang kontroversial, yang terakhir di Pilkada Bandar Lampung ini. Maka memang harus ada suatu tindakan tegas,” kata Dedi Hermawan, Kamis (28/1).

Menurutnya, DKPP harus melaksanakan keputusan dengan sangat keras yakni pemecatan. Sebab keputusan Bawaslu pada sidang TSM kemarin membuat demokrasi di Kota Tapis Berseri rusak. Apalagi Pilgub Lampung 2019 lalu, banyak catatan hitam terkait kinerja Bawaslu Lampung.

Baca Juga:  Masyarakat Desa Bumi Sari Tuntut Pencoblosan Ulang Pilkades

“Sanksi keras pemecatan Bawaslu dikategorikan wajar,” ujarnya.

Sebelumnya, KRLUPB resmi melaporkan ketua dan anggota Bawaslu Provinsi Lampung ke DKPP di Jakarta, pada Rabu (27/1) kemarin.

Dokumen penambahan berkas pengaduan ini diserahkan langsung oleh Aryanto Yusuf dan Rakhmat Husein Darma Cane, dengan turut menyerahkan sejumlah alat bukti dan telah mendapat tanda terima dari DKPP dengan Nomor 01-15/SET-02/I/2021.

“Kami melaporkan seluruh komisioner institusi tersebut (Bawaslu Lampung). Kami menduga adanya pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh institusi ini,” kata Rakhmat, Rabu (27/1).

“Kami mensinyalir adanya dugaan ketidaknetralan dan kongkalikong antara Bawaslu Lampung dengan kelompok kepentingan tertentu,” tambah Rakhmat.

 

Reporter : Yunus

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top