Panggung

Akademisi UBL dan UPH Teliti Musik Terapi Pecandu Narkoba

Tim akademisi Fakultas Hukum Universitas Bandar Lampung (UBL)/Ist

BANDAR LAMPUNG – Tim akademisi Fakultas Hukum Universitas Bandar Lampung (UBL) yang terdiri dari Lintje Anna Marpaung, Zainab Ompu Jainah,  dan Zainudin Hasan meneliti Rehabilitasi Pecandu Narkoba Melalui Media Terapi Musik. Penelitian yang sudah memasuki tahun kedua ini diperkuat dengan menjalin kerja sama dengan Fakultas Ilmu Seni Universitas Pelita Harapan (UPH), Jakarta.

Ketua tim peneliti Zainudin Hasan mengatakan, Penelitian Kerja Sama Perguruan Tinggi (PKPT) yang sumber pendanaanya berasal dari Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) merupakan penelitian kolaborasi antara dua kampus yakni UBL  dan UPH.

“UBL kampus pengusul penelitian, sedangkan UPH kampus mitra penelitian,” ujar Zainudin dalam rilisnya yang diterima suluh.co, Senin (21/5).

Baca Juga:  Senjata Api Kasus Peluru Nyasar di UBL Diduga Untuk Diperjualbelikan

Tim peneliti UBL diterima langsung Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UPH Rudy Pramono dan Dekan Fakultas Ilmu Seni Musik Antonius Priyanto di ruangan LPPM kampus UPH.

Menurut Zainudin Hasan, kegiatan kerja sama antara UBL dengan UPH ini sudah berlangsung sejak tahun 2017. Tim akademisi peneliti UBL telah melakukan beberapa kali koordinasi dan kerjasama terkait dengan penelitian.  UPH sebagai mitra memberikan masukan tentang musik-musik yang memiliki pengaruh terhadap penyembuhan mental dan psikis bagi para pecandu narkotika.

Peneliti dan Ketua Pusat Studi Kajian Narkoba UBL Zainab Ompu Jainah menjelaskan, keterlibatan para konselor dan praktisi musik dari UPH adalah membantu dalam proses rehabilitasi para pecandu narkoba baik dengan cara terapi musik pasif maupun aktif.

Baca Juga:  MCC Universitas Bandar Lampung Lantik Pengurus Baru

“Ke depan kolaborasi antara UBL dan UPH akan kita tingkatkan dengan terlibat aktif dalam program program Badan Narkotika Nasional (BNN) dan juga dalam setiap proses rehabilitasi sosialnya,” ujar Zainab.

Lintje Anna Marpaung, peneliti yang lebih spesifik mendalami tentang kearifan lokal, menyampaikan musik-musik tradisional khas Indonesia penting untuk diteliti dan di gali  sehingga bisa dimanfaatkan dalam proses rehabilitasi para pecandu narkoba.

”Indonesia banyak sekali memiliki musik tradisional yang khas dan dapat diteliti dan digali lagi lebih mendalam yang dapat dimanfaatkan untuk proses rehabilitasi pecandu narkoba,” kata guru besar FH UBL ini.

Dalam kunjungannya, tim akademisi UBL menyempatkan mengunjungi studio rekaman yang dimiliki oleh Fakultas Ilmu Seni UPH, ruangan terapi dan rehabilitasi, dan ruang konser mini serta ruang-ruang kelas tempat praktek memainkan alat-alat musik, mulai dari alat musik tradisional sampai alat musik modern.(UZK)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top