Iklan
Politik

Akademisi Desak Bawaslu Diskualifikasi Caleg DPR RI Imer Darius

Caleg DPR RI, Imer Darius/Net

BANDAR LAMPUNG – Akademisi Universitas Lampung (Unila), Yusdianto, meminta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Lampung, untuk mendiskualifikasi Imer Darius sebagai caleg DPR RI dari dapil Lampung I di pemilihan legislatif (pileg) 2019 mendatang.

Hal itu layak dilakukan, bila yang bersangkutan terbukti melakukan pengkondisian penyelenggara pemilu.

“Kita minta agar oknum tersebut  diberhentikan sebagai Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) atau Panitia Pemungutan Suara (PPS) jika terlibat mendukung caleg. Sementara untuk calegnya didiskualifikasi. Kita juga minta agar KPU dan Bawaslu hingga DKPP melakukan pengusutan lebih lanjut,” kata Yusdianto, Senin (3/11).

Indikasi pelanggaran yang dilakukan oleh para penyelenggara pemilu, diantaranya berdasarkan peraturan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan umum  Republik Indonesia nomor 2 tahun 2017 tentang kode etik dan pedoman perilaku penyelenggara pemilihan umum pasal 7  ayat (2) Sumpah/janji anggota PPK, PPS, KPPS, PPLN, KPPSLN sebagai berikut:

Demi Allah (Tuhan), saya bersumpah/berjanji,  bahwa saya akan memenuhi tugas dan kewajiban saya sebagai anggota PPK, PPS, KPPS, PPLN, KPPSLN dengan sebaik-baiknya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dengan berpedoman pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Baca Juga:  PPK dan PPS Dukung Caleg, KPU dan Bawaslu Lampung Hanya Melihat Pelanggaran Kode Etik

Bahwa saya dalam menjalankan tugas dan wewenang akan bekerja dengan sungguh-sungguh, jujur, adil, dan cermat demi suksesnya Pemilu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah/Pemilu Presiden dan Wakil Presiden/pemilihan gubernur, bupati, dan wali kota, tegaknya demokrasi dan keadilan, serta mengutamakan kepentingan Negara Kesatuan Republik Indonesia daripada kepentingan pribadi atau golongan.

Kemudian, pada pasal 8 ayat (a) dalam melaksanakan prinsip mandiri, Penyelenggara Pemilu bersikap dan bertindak menyebutkan bahwa netral atau tidak memihak terhadap partai politik, calon, pasangan calon, dan/atau peserta Pemilu.

Selanjutnya di ayat D disebutkan juga bahwa tidak mempengaruhi atau melakukan komunikasi yang bersifat partisan dengan peserta Pemilu, tim kampanye -11- dan pemilih.

Baca Juga:  Kompak Serap Aspirasi, Ridho Bachtiar Jadi Harapan Warga Bandar Sribawono  

Pada ayat G juga disebutkan bahwa tidak menerima pemberian dalam bentuk apapun dari peserta Pemilu, calon peserta Pemilu, perusahaan atau individu yang dapat menimbulkan keuntungan dari keputusan lembaga Penyelenggara Pemilu.

Di ayat H juga menyebutkan untuk menolak atau menerima uang, barang, dan/atau jasa, janji atau pemberian lainnya dalam kegiatan tertentu secara langsung maupun tidak langsung dari peserta Pemilu, calon anggota DPR, DPD, DPRD, dan tim kampanye kecuali dari sumber APBN/APBD sesuai dengan ketentuan Perundang-undangan.

Di ayat I juga disebutkan  menolak untuk menerima uang, barang, dan/atau jasa atau pemberian lainnya secara langsung maupun tidak langsung dari perseorangan atau lembaga yang bukan peserta Pemilu dan tim kampanye yang bertentangan dengan asas kepatutan dan melebihi batas maksimum yang diperbolehkan menurut ketentuan peraturan perundang-undangan;

Berikutnya pada ayat J menyebutkan tidak akan menggunakan pengaruh atau kewenangan bersangkutan untuk meminta atau menerima janji, hadiah, hibah, pemberian, penghargaan, dan pinjaman atau bantuan apapun dari pihak yang berkepentingan dengan penyelenggaraan Pemilu.

Baca Juga:  Minus Jokowi, Almisbat Lampung Tetap Semangat Hadiri HBH Forum Relawan Jokowi

Lalu, di ayat L disebutkan menghindari pertemuan yang dapat menimbulkan kesan publik adanya pemihakan dengan peserta Pemilu tertentu.

Ia berharap, KPU dan Bawaslu bisa memberikan sanksi tegas demi terciptanya pemilu yang jujur, adil, bebas dan rahasia.

“Dengan adanya sanksi tegas, diharapkan agar permasalahan seperti ini tidak terulang lagi untuk kedepannya,” pungkasnya.(JO)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top