Politik

AJI Ingatkan Calon Kepala Daerah dan Tim Sukses Jangan Langgar UU Pers

Stop kekerasan terhadap jurnalis/LS

BANDAR LAMPUNG – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandar Lampung, meminta seluruh calon kepala daerah dan tim pendukung, untuk tidak melakukan kekerasan terhadap jurnalis. Kasus kekerasan di Kota Ambon jangan sampai terjadi di daerah lain yang menyelenggarakan Pilkada Serentak.

Hal tersebut disampaikan Ketua AJI Bandar Lampung, Padli Ramdan, menyikapi adanya tindakan kekerasan terhadap dua jurnalis di Ambon yang dilakukan oleh calon Gubernur Maluku Said Assagaff dan tim pemenangannya, Kamis (29/3) lalu.

Dua jurnalis yang mengalami kekerasan adalah Abdul Karim Angkotasan dan Sam Usman Hatuina (Rakyat Maluku).

AJI Bandar Lampung, kata Padli, mengecam tindakan kekerasan terhadap jurnalis yang dilakukan oleh calon kepala daerah dan tim suksesnya. Dalam bekerja, jurnalis dilindungi Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers sehingga setiap orang yang dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi kerja-kerja jurnalis dapat dijerat hukuman pidana.

Baca Juga:  Almisbat Apresiasi Pahlawan Demokrasi Pemilu dan Deklarasikan #03PersatuanIndonesia

“Kami mengecam aksi kekerasan jurnalis di Ambon, dan mendorong aparat kepolisian menindak tegas dan menghukum pelaku dengan memakai UU pers,” ujar Padli, Minggu (1/4).

Sementara itu, Ketua Bidang Advokasi AJI, Rudiyansyah, berharap kejadian kekerasan kepada jurnalis di Ambon tidak terjadi pada jurnalis di Lampung. untuk itu, ia menegaskan agar semua calon kepala daerah di Lampung untuk tidak alergi dengan media dan jurnalis yang menjalankan tugas-tugasnya sesuai UU pers.

Menurut Rudiyansyah, semua calon kepala daerah beserta tim suksesnya harus memahami UU Pers dengan baik sehingga tidak mengulangi kasus kekerasan terhadap wartawan.

AJI juga mendesak agar Badan pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Komisi Pemilihan Umum dapat mengingatkan dan menegur calon kepala daerah dan tim kampanye calon yang tidak terbuka dengan media dan melakukan pelanggaran terhadap UU Pers.

Baca Juga:  Herman HN Bertekad Majukan PDIP

Berdasarkan informasi resmi dari AJI Ambon, kronologis kekerasan terhadap dua jurnalis Abdul Karim dan Sam Usman Hatuina, bermula saat Sam mengambil foto calon petahana gubernur Maluku, Said Assegaf yang melakukan pertemuan dengan sejumlah aparatur sipil negara Pemprov Maluku dan petinggi partai politik di salah satu kafe di Kota Ambon.

Mengetahui pertemuan itu di foto wartawan, beberapa tim sukses Said Assegaf memaksa Sam menghapus fotonya. Said juga ikut mendesak Sam menghapus foto itu.

Tak cukup sampai di situ, ada beberapa orang lain menghampiri Sam dan merampas ponselnya serta mengintimidasi. Abdul Karim yang keberatan dengan aksi tim sukses calon mendapatkan kekerasan. Ia ditampar seorang anggota tim sukses.

Baca Juga:  Dilaporkan Mobilsasi ASN, Catur : Silahkan Saja

Atas kejadian tersebut korban telah melapor di Polda Maluku dengan dua materi laporan yakni penganiyaan dan upaya menghalang-halangi kerja jurnalis sebagimana ketentuan pidana Pasal 18 UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.(*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top