Iklan
Uncategorized

AJI Bandarlampung Beri Pemahaman Perihal Berita Hoax

Ist

BANDARLAMPUNG – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandar Lampung (Balam), bekerjasama dengan Google News Lab dan Internews menggelar training bertajuk Google News Lab Training Journalist di Hotel Bukit Randu, Balam, Sabtu-Minggu (16-17/2) kemarin.

Dalam kegiatan tersebut, 20 jurnalis dari berbagai media massa di Lampung yang menjadi peserta dan mendapatkan materi memanfaatkan beragam tools untuk memverifikasi kebenaran sebuah informasi, baik berupa teks, foto hingga video.

Ketua AJI Balam, Padli Ramdan, mengatakan training tersebut penting bagi jurnalis sebagai bekal menghadapi maraknya berita bohong atau hoaks yang kini banyak beredar di masyarakat.

Apalagi, tahun ini Lampung menjadi salah satu daerah yang akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah yang diprediksi akan semakin banyak hoaks yang ditebarkan sebagai bagian dari kampanye negatif.

“Lampung dipilih sebagai lokasi pelatihan, sebab tahun ini akan ada 171 pemilihan kepala daerah serentak se Indonesia, yang diantaranya 17 Provinsi, dan Lampung termasuk salah satunya,” ujar Padli.

Melalui pelatihan tersebut, diharapkan para jurnalis tidak ikut termakan isu-isu hoaks. Sebab, ditengah persaingan kecepatan media massa dalam memberitakan sebuah informasi, atau kejadian.

Baca Juga:  AJI Bandar Lampung Beri Saidatul Fitriah-Kamaroeddin Award 2019

Menurut Padli, jurnalis rawan menjadi korban hoaks, dengan membuat berita yang salah akibat mengikuti informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

“Jurnalis harus lebih selektif menerima informasi yang masuk, harus tetap melakukan verifikasi dari informasi yang didapat,” ujarnya.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi dari dua trainer yakni, Yekthi Hesthi Murthi dari AJI Indonesia dan Ari Wibowo dari Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo).

Perwakilan AJI Indonesia Geril Dwira menjelaskan, training yang diadakan di Balam merupakan angkatan ke II untuk jurnalis yang diadakan AJI Indonesia bersama Google.

Sebelumnya kegiatan serupa telah diadakan di Jakarta, pada 10-11 Februari 2018, dan akan digelar di kota lain yaitu Denpasar, Bandung, Semarang, Medan dan Makassar.

AJI Balam bekerjasama dengan Google Internews dan Google News Lab sebelumnya telah menggelar workshop antisipasi informasi bohong di auditorium perpustakaan Universitas Lampung (Unila), Kamis (15/2) lalu.

Baca Juga:  HUT ke-25, AJI Bandar Lampung Gelar Pelatihan Cek Fakta

Padli Ramdan mengatakan workshop setengah hari bertema Hoax Busting and Digital Hygiene ini digelar karena makin maraknya berita bohong atau hoaks yang tersebar lewat internet.

Berita bohong yang terus menyebar ini bisa dianggap sebagai kabar yang benar jika tidak dilakukan pencegahan dan penyadaran kepada pembaca.

Padli menilai tidak sedikit warga yang sering terjatuh dalam informasi yang salah. Tingkat kepercayaan warga pada keberadaan media arus utama yang turut menjembatani informasi pun semakin dirasakan menurun.

Di sisi lain, hal tersebut tidak diimbangi dengan keberadaan media alternatif yang akurat dan kredibel. Hoaks muncul dalam bentuk berita, dengan format editorial, advertorial, atau yang lainnya.

Kabar bohong dengan menampilkan informasi yang salah serta gambar yang menyesatkan dikemas dengan baik untuk memutarbalikkan kebenaran.

“Terkadang akun media sosial yang dibajak juga sengaja digunakan untuk menyebarkan berita palsu dan hoaks. Kemudian diperparah dengan disebarkan ulang (re-share) oleh akun lain yang tidak memverifikasi dulu kebenaran berita atau informasi itu sehingga viral di dunia maya,” kata dia.

Baca Juga:  Lantik Bupati Tanggamus, Gubernur Minta Pembangunan Jangan Terpengaruh Kontestasi Pilkada

Kegiatan ini diharapkan bisa menumbuhkan kesadaran publik atas pentingnya verifikasi dan koreksi fakta atas semua informasi yang diperoleh di internet.

Para peserta, kata dia, akan diajarkan bagaimana memanfaatkan perangkat google untuk membangun pengamanan diri di dunia digital yang sehat dan aman. Sehingga akun medsos yang dipakai bisa terlindungi dari pembajakan yang merugikan.(*/DL)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top