Bandar Lampung

AJI Bandar Lampung Imbau Masyarakat Hormati Aktivitas Jurnalistik

Ketua AJI Bandar Lampung Hendry Sihaloho/AJI Bandar Lampung

BANDAR LAMPUNG – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Bandar Lampung menyayangkan ucapan oknum staf RSUDAM Lampung yang menuding jurnalis mengadu domba.

Tudingan tersebut disampaikan saat sejumlah jurnalis meliput pemasangan stiker imbauan bayar pajak di loket parkir RSUDAM Lampung, Rabu (18/12) kemarin.

AJI Bandar Lampung menilai, tudingan tersebut terkesan tendensius dan merendahkan profesi jurnalis. Padahal, keberadaan para pewarta di sana dalam rangka memenuhi hak publik untuk tahu. Juga menjalankan pengawasan, kritik, koreksi, dan saran terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan umum. Hal ini sebagaimana diatur dalam Pasal 6 huruf a dan d UU 40/1999 tentang Pers.

Baca Juga:  Disnakertrans Atur Rolling Pejabat Pemprov Lampung ?

“Kami mengimbau masyarakat untuk menghormati kerja-kerja jurnalis di lapangan. Aktivitas jurnalistik yang dilakukan para jurnalis dalam rangka memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui,” kata Ketua AJI Bandar Lampung Hendry Sihaloho, Kamis (19/12).

Hendry mengatakan, pihak yang merasa keberatan dengan produk jurnalistik bisa mengajukan hak jawab maupun koreksi. Bukan melemparkan tudingan yang memandang rendah pekerjaan jurnalis. Sebab, tugas para jurnalis adalah mempersenjatai publik dengan informasi, sehingga warga bisa mengaturnya hidupnya secara bebas.

“Kami meminta pihak-pihak yang merasa keberatan dengan pemberitaan menempuh mekanisme yang diatur dalam UU Pers, yaitu hak jawab dan hak koreksi,” ujarnya.

Selain itu, Hendry juga mengimbau para jurnalis untuk mengedepankan profesionalitas. Bersikap independen dan proporsional dalam menyajikan pemberitaan. Sehingga, publik mendapatkan informasi yang utuh lewat karya jurnalistik.

Baca Juga:  Banyak Jurnalis Alami Kekerasan, AJI-IJTI Lampung Gelar Diskusi Publik 6 Oktober

“Jurnalis tidak mencari-cari kesalahan, tapi memberitakan bila menemukan kesalahan. Taat kode etik dan selalu berusaha memenuhi tujuan jurnalisme, yakni menyediakan informasi yang dibutuhkan warga agar mereka bisa hidup merdeka dan mengatur diri sendiri,” kata dia.

Sebelumnya, oknum staf Bidang Perlindungan dan Pengembangan SDM RSUDAM Lampung menuding jurnalis mengadu domba dan menggiring opini terkait pajak parkir. Dia menyebut juru warta hanya mencari keburukan orang.

“Media itu kan, biasalah, diadunya kita. Gak ada dia (media) mau menyelesaikan masalah. Bapak-bapak ini (jurnalis) cuma cari keburukan orang. Coba apa yang sudah dilakukan RSUDAM yang terbaik untuk pelayanan masyarakat, gak pernah di-upload (diberitakan),” kata An, oknum staf dimaksud.(LS)

Baca Juga:  Pemprov Lampung Lanjutkan Pembiayaan Program Pelayanan Sosial Anak
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top