Iklan
Panggung

Adam Yudhistira Menangi Lomba Menulis Cerpen NULampung

Adam Yudhistira (IST)

BANDAR LAMPUNG — Cerpenis Adam Yudhistira, cerpenis asal Lampung yang bermukim di Muaraenim, Sumatera Selatan berhasil keluar sebagai pemenang pertama Lomba Menulis Cerpen Nasional yang diselenggarakan NULampung.or.id. dalam rangka memperingati hari lahir ke-4 laman resmi Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Lampung tersebut.

Dewan Juri yang terdiri dari sastrawan Udo Z Karzi, cerpenis Arman AZ, dan A`wan PWNU Lampung Idhan Djanuwardana menilai cerpen Sepatah Kata yang Hilang Dilahap Api memiliki keunggulan dari segi penceritaan dan nilai literernya. “Karena itu kami menetapkan karya Adam Yudhistira sebagai pemenang pertama,” kata Arman AZ.

Pemenang kedua diraih cerpen Sandal Keramat Kiai Khidir karya Riqqi Ramadhan, asal Sumenep Jawa Timur dan pemenang ketiga cerpen Gus Walid karya Azri Zakkiyah (Pasuruan, Jawa Timur).

Sedangkan pemenang harapan I, II, dan III secara berurutan adalah Rizki Andika (Karawang, Jawa Barat) dengan judul karya Pak Serdam, Agus Kurniawan (Bandar Lampung) dengan cerpen Ustad Miring Kampung Kami, dan Rofoki Asral (Sleman, Yogyakarta) dengan karya berjudul Ra’.

Ketua Panitia Lomba Cerpen Sunarto mengatakan, pemenang pertama berhak atas hadiah uang tunai Rp2 juta, Rp1,5 juta untuk pemenang kedua, dan Rp1 juta untuk pemenang ketiga.

Baca Juga:  PWNU Lampung Gandeng Kementerian Gagas Kepentingan Petani

Tiga orang juara harapan mendapatkan paket buku terbitan LTN NU Lampung. Para pemenang juga akan mendapat sertifikat dari Redaksi NULampung.

Menurut Sunarto, Panitia menerima 300 lebih naskah cerpen. Padahal, kami hanya menargetkan 100 karya.  “Sejujurnya, kami sangat kaget. Ini di luar perkiraan. Kami kira lomba ini hanya mentok 100 penulis. Ternyata, setelah dihitung jumlahnya mencapai 300 orang,” ujarnya.

Selain pemenang, kata Pemimpin Redaksi nulampung.or.id. ini, Dewan Juri juga menetapkan 20 cerpen nominator. “Keenam pemenang dan 20 nominasi akan dihimpun dan diterbitkan NU Lampung dalam sebuah buku,” kata Sunarto. (TM)

 

Berikut Daftar Pemenang Lomba Menulis Cerpen Nasional NULampung selengkapnya:

 

Pemenang

  • Pemenang I: Adam Yudhistira (Lampung) dengan judul cerpen Sepatah Kata yang Hilang Dilahap Api
  • Pemenang II: Riqqi Ramadhan (Sumenep, Jawa Timur) dengan judul Sandal Keramat Kiai Khidir
  • Pemenang III: Azri Zakkiyah (Pasuruan, Jawa Timur) dengan judul Gus Walid
  • Pemenang Harapan I: Rizki Andika (Karawang, Jawa Barat) dengan judul karya Pak Serdam
  • Pemenang Harapan II: Agus Kurniawan (Bandar Lampung) dengan cerpen Ustaz Miring Kampung Kami
  • Pemenang Harapan III: Rofoki Asral (Sleman, Yogyakarta) dengan karya berjudul Ra’

 

Baca Juga:  Pemprov Ajak Nahdliyin Ikut Wujudkan Masyarakat Berkualitas dan Berdaya Saing

Nominasi (Alfabetis, Nonranking)

  1. Agus Salim (Sumenep, Madura)  — Kanan Mati karena tidak Mau Naik Perahu
  2. Ainul Mardiyah (Aceh)  — Pasai Sudah, Menasah
  3. Aksan Taqwein (Tangerang) —   Doa Ali Sahab
  4. Alfian Dippahaten (Makassar) — Mencintai Pembunuh
  5. Annas Solahudin (Bojonegoro, Jawa Timur) — Sumur Tua dan Danau Kematian
  6. Azwar (Tangerang Selatan)  — Seorang Laki-laki dan Perempuan dari Masa Lalu
  7. Dewi Purwaningrum (Ponorogo, Jawa Timur) — 3 to 30
  8. Erwin Setia (Bekasi) — Kau Pergi ke Sebuah Tempat yang Tak Seorang pun Perlu Tahu
  9. Faiz Aditya Akhyar (Banyumas, Jawa Tengah) — Kopiah Kiai Dullah
  10. Fajar Mesaz (Mesuji, Lampung) —  Barangkali Dia Bukan Pelacur
  11. Arif Budiman (Kudus) —  Kuda Putih di Ritus Kenabian
  12. Marlia Alvionita (Lampung Tengah) — Lonceng Perdamaian
  13. Novi Giyanti (Bandar Lampung) — Tetesan Embun
  14. Nurmala Arfany Arista (Bandung) — Celah Gelap
  15. Royan Julian (Pamekasan, Madura) — Tiga Kemarau Syekh Raba
  16. Saifudin (Guluk-Guluk, Madura) —  Lubang Kecil Persegi Empat
  17. Siti Rahayu Fadilah (Bandar Lampung)  — Setitik Cahaya dalam Surau
  18. Theopilus Yudhi (Karanganyar, Jawa Tengah)  — Gus Khomarudin
  19. Ulil Amri (Pesawaran, Lampung) — Burung Bondol dan Seorang Teman Kecil
  20. Yunita (Jakarta)– Hikayat Syekh Jalaludin dan Demang Tunggul Itam

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top