Ekonomi

Ada Ketua Apindo Lampung Ary Meizari di Antara Warga Yang Ditemui Zulhas-Erick

Ketua Dewan Pengurus Provinsi (DPP) Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Lampung, Ary Meizari Alfian (baju merah). | Apindo

Suluh.co  — Safrizal, Kepala Pekon (nama subsidiaritas Desa sesuai UU Desa di empat kabupaten: Pringsewu, Tanggamus, Lampung Barat, dan Pesisir Barat, Lampung), atau Kakon Pardasuka Selatan, Kecamatan Pardasuka, Kabupaten Pringsewu, secara mengejutkan mengajukan satu aspirasi yang kontan segarkan ingatan kita soal apa siapa bagaimana mengapa dan kekangenan kita tentang apa itu: heroisme, patriotisme, dan nasionalisme. Cinta Tanah Air.

Sebagai anak republik, anak Indonesia. Negeri Kolam Susu, Zamrud Khatulistiwa. Bangsa besar peradaban mulia. Nusantara.

Singkat ceritera, saat sesi diskusi interaktif dalam acara silaturahmi warga bersama dua tokoh nasional asal Lampung, yakni Wakil Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, dan Menteri BUMN Erick Thohir, kepala desa ini meminta sekaligus mengusulkan agar supaya mata pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP), dan Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa (PSPB), dihidupkan kembali. “Saya usul agar dapat dimasukkan lagi di dalam kurikulum pendidikan nasional kita,” aju Safrizal.

Mendengar aspirasi satu dari 13 kepala pekon di Kecamatan Pardasuka, Pringsewu itu, Zulfikli Hasan yang juga Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) dan karib disapa Zulhas, begitupun Erick Thohir yang juga Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) 2021-2023, meskipun berbalut masker nun mimik muka keduanya antusias.

Momen ini berlangsung dalam tajuk acara Silaturahmi Zulkifli Hasan dan Erick Thohir Bersama Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, dan Tokoh Agama di Kabupaten Pringsewu dan Kabupaten Tanggamus Provinsi Lampung, yang dipusatkan di Auditorium Graha Kiai Haji Ahmad Dahlan, kompleks Universitas Muhammadiyah (UM) Pringsewu, populer UMPRI, Jl KH Ahmad Dahlan 112, Kelurahan Pringsewu Barat, Kecamatan Pringsewu, pada Jumat petang 18 Juni 2021.

Memanfaatkan kesempatan tersebut, Erick Thohir yang secara genealogis merupakan produk amalgamasi (kawin campur) hasil pernikahan mendiang ayahnya Teddy Thohir asal Gunungsugih, Lampung Tengah, dengan mendiang ibunya Edna Thohir yang berdarah Tionghoa-Sunda asal Majalengka Jawa Barat tersebut, saat didaulat bicara memaparkan sejumlah program pemerintah khususnya triprogram Kementerian BUMN: Indonesia Sehat, Indonesia Bekerja, Indonesia Tumbuh.

Bicara penanganan pandemi, memusatkan diri pada narasi tunggal Indonesia Sehat, Erick menyebut salah satu program prioritas pemerintah dalam menghadapi pandemi COVID-19 yang masih mengganas hingga sekarang ini, yakni menggalakkan vaksinasi nasional gratis COVID-19 seluruh Indonesia.

“Ini supaya kita mengurangi penularan dan tingkat kematian. Kalau sudah divaksin, Inshaallah mengurangi penularan,” ujar Erick, menggarisbawahi pihaknya bersama unsur kementerian/lembaga lainnya berusaha keras sebagaimana pula arahan direktif Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk dapat mewujudnyatakan kesegeraan memproduksi vaksin COVID-19 buatan dalam negeri.

“Inshaallah, tahun depan kita punya vaksin sendiri buatan Indonesia supaya gak impor lagi. Kami, pemerintah, memastikan obat-obatan yang tadinya impor harus bisa dibikin di Indonesia,” petikan janjinya.

Berlanjut ke program Indonesia Bekerja. Erick –bercelana krem, kemeja dan masker warna gelap, menjelaskan ini merupakan usaha pemerintah dalam memberikan program-program bantuan ke masyarakat yang terdampak pandemi COVID-19. Satu diantaranya, program bansos subsidi listrik.

Baca Juga:  PAN Percayakan Nama Capres Ke Rakyat

Tetapi tentu, Erick mengintensi, tidak cukup cuma di situ. Oleh karena itu, BUMN sebagai lokomotif pembangunan nasional ingin hadir dan memastikan sebagai bagian tak terpisah dari pelaksana kedaulatan rakyat, sehingga kemudian banyak program pembangunan tersusun baik yang telah berjalan dan juga yang sedang ditawarkan.

Mengambil pemisalan, Erick menyinggung gempita Kementerian BUMN sosialisasikan Pertashop. “Program kerja sama Pertashop dengan pondok pesantren. Saya juga ingin menawarkan program ini di Sumatera dan Lampung. Bahwa Pertashop ini bekerja sama dengan pondok pesantren agar ada keberpihakan ekonomi pada umat,” ulasnya.

Berikut, Erick membedah Indonesia Tumbuh. Program ini, yakni bagaimana pemerintah memastikan pendidikan generasi muda.
“Saya berharap bapak ibu harus jadi bagian terdepan untuk memastikan anak-anak ini terdidik, naik kelas, dan soleh. Jadi tidak hanya sekadar merdeka, tapi tidak kita isi kemerdekaannya, ini yang harus kita kembali satukan,” mantap dia.

Penjelasan Erick, figur puncak melambung namanya saat tunai mandat tugas negara, didaulat pemerintah untuk menjadi Ketua Panitia Pelaksana Indonesia Asian Games Organizing Committee (INASGOC) bentukan Pemerintah Indonesia usai ditunjuk jadi tuan rumah perhelatan pesta olahraga terbesar se-Asia, Asian Games (AG) XVIII Jakarta-Palembang 18 Agustus-2 September 2018 sesuai dengan hasil Olympic Council of Asia Meeting di Incheon, Seoul, Korea Selatan, 19 September 2014, seperti hendak merespons paparan Zulkifli Hasan di forum yang sama.

Zulhas, notabene politisi ulung kelahiran 17 Mei 1962, sejak remaja merantau ke ibu kota, tahun 1979 masuk hingga lulus SMA Negeri 53 Jakarta (1982), tujuh tahun kemudian lanjut S1 di Fakultas Ekonomi Universitas Krisnadwipayana Jakarta lulus pada 2001 dan S2 Magister Manajemen pada Sekolah Tinggi Manajemen PPM lulus 2003, pernah jadi Ketua Lembaga Buruh Tani Nelayan PW Muhammadiyah DKI Jakarta 2000-2005, dan Wakil Ketua Komite Tetap Pemberdayaan Kadin Daerah DPP Kadin Indonesia.

Jatuh reformasi 1998, dia bergabung dengan Amien Rais yang mendirikan PAN. Zulhas, ditugasi Ketua Departemen Logistik DPP PAN 2000-2005, sampai puncak menjabat Sekjen DPP PAN 2005-2010 di masa ketua umum Sutrisno Bachir. Terpilih dua periode, kini dia Ketua Umum DPP PAN 2015-2020 dan 2020-2025.

Bekas anak kos sejak usia 13 tahun –selulus SD negeri di kampung tahun 1975, tepatnya saat sekolah di PGA Negeri Tanjungkarang ini memula karir parlemen kala terpilih jadi anggota DPR/MPR RI 2004-2009 asal dapil Lampung I, sekaligus Ketua Fraksi PAN DPR yang viral era Pansus Hak Angket BBM 2008, Presiden keenam Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memilihnya jadi Menteri Kehutanan pada Kabinet Indonesia Bersatu 2004-2009 pengganti MS Kaban (22 Oktober 2004 hingga 20 Oktober 2009), kembali dua periode melenggang ke Senayan 2009-2014 dan pada periode 2014-2019 terpilih menjadi Ketua MPR.

Zulhas sempat sejenak bikin hadirin Graha Ahmad Dahlan Pringsewu, Jumat petang, tercenung menerawang. Putra Lampung latar pengusaha produsen dan distributor produk peralatan rumah tangga (home appliance) dekade 90-an asal Penengahan, Lampung Selatan itu mengungkap kerisihan dirinya menemukenali maraknya fenomena melunturnya kepercayaan sosial ditengah-tengah masyarakat dewasa ini.

Baca Juga:  Bank Lampung Juara I Stan Terbaik Bandar Lampung Expo Ketegori BUMN & BUMD

“Kita dulu dijajah, mengorbankan jiwa raga, darah, agar merdeka. Merdeka, agar bersatu. Jangan gara-gara pilkada, atau pilpres malah terpecah belah persatuan kita,” ucap Zulhas.

Dari itu, negara harus berdaulat agar bisa setara dan cita-cita berbangsa keadilan sehingga rakyat Indonesia bisa makmur.
“Semua orang Indonesia ini kan bersaudara, sesama saudara jangan saing memaki, atau menghujat, jadi atmosfernya ‘pengap’,” dia mengingatkan makna penting persaudaraan.

“Ayo, jadi pelopor persatuan. Jangan sampai terbelah kita saudara se-Tanah Air. Saya berharap, tokoh-tokoh ini bisa memperkuat persatuan,” ajakan Zulhas bernas.

Pada Jumat malam, Zulhas memilih 36 kata terpilih untuk mengekspresikan rangkaian kegiatan hari pertamanya bareng Erick. “Membersamai Menteri BUMN Erick Thohir pulang Lampung. Berdiskusi dan menyerap aspirasi masyarakat Lampung. Mendengarkan dengan hati, memberi optimisme untuk masa depan. Masyarakat Lampung harus bangga punya putera daerah dengan prestasi yang sudah mendunia seperti Erick Thohir,” Zulhas tarik selimut.

Tambahan informasi, selain bertemu tokoh Pringsewu dan Tanggamus, keduanya juga bertemu pula forum senada dengan para tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh budaya, tokoh pemuda Lampung di kediaman mantan Sekprov Lampung, Irjen Kementerian Kehutanan era Zulhas, dan kini Ketua PAN Lampung, Irham Jafar Lan Putra, Telukbetung, Bandarlampung, Jumat malam.

Ikut diundang hadir, pengusaha cum aktivis Ary Meizari Alfian. Ary, rekan kuliah Erick saat sama-sama mukim studi hingga sama-sama lulus MBA dari National University, San Diego, California, Amerika Serikat 1993 ini, hadir berbatik merah nyala.

Selain Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Pejuang Bravo Lima (PBL) Provinsi Lampung 2020-2025, Ary Meizari saat ini aktif Ketua Dewan Pengurus Provinsi (DPP) Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Lampung 2021-2026.

Hadir lainnya, politisi PAN berlatar musisi Sigit Purnomo alias Pasha Ungu. Juga eks Sahli Sospol Kapolri yang juga tokoh adat,
Irjenpol Ike Edwin. Lalu, politisi dan legislator DPRD Lampung dan sejumlah kabupaten/kota. Serta, para pimpinan MUI, PWM dan PWNU Lampung, Kadin Lampung, IWAPI Lampung, banyak lagi. Seperti halnya, padat protokol kesehatan 5M cegah corona.

Sebelum bertandang ke Pringsewu, sesaat tiba di Bandara Internasional Raden Inten II, Branti Raya, Natar, Lampung Selatan, dimana kedua putra kebanggaan Lampung tersebut disambut dengan upacara penghormatan dari barisan pendekar Badik Lampung, atas inisiatif Zulhas keduanya menuju ke sentra perajin kain tradisional Tapis Lampung, di Desa Merakbatin, Kecamatan Natar.

Zulhas sendiri diketahui juga baru kembali mendarat di Jakarta, usai menghadiri ajang Rakerwil sekaligus pelantikan DPW PAN Kaltim di Samarinda, Kamis 17 Juni 2021.

Mengawali ajang temu rakyat hari kedua, Zulhas dan Erick membaur bersama warga Subuh berjamaah, Sabtu (19/6/2021). “Pagi tadi membersamai Menteri BUMN Erick Thohir, subuhan di Masjid Al-Muslimin, Bandarlampung,” info Zulhas. “Selepas shalat, kami berdiskusi tentang Masyarakat Ekonomi Syariah bersama para jamaah, bahwa Indonesia memiliki potensi dan kekuatan ekonomi syariah yang luar biasa. Perlu kita tingkatkan bersama,” imbuh dia.

Baca Juga:  APINDO Finalkan Program Vaksinasi 40 Ribu Warga Lampung, Gandeng OJK

Memasuki waktu sarapan, entah mimpi apa semalam segenap pimpinan dan karyawan kedai kopi ternama, Warung Kopi Dunia II, di Jl Kartini, seberang RM Garuda, Palapa, Kecamatan Enggal, Bandarlampung. Di kedai buka pagi sampai tengah hari ini, dari sekian menu yummy sebut lontong sayur, mi ayam, bubur ayam, telur setengah matang, dan kue jajanan pasar, Zulhas dan Erick lebih memilih menyantap lahap nasi uduk dan bubur ayam.

“Masih keliling Lampung bareng Pak Erick Thohir. Pagi ini sarapan di Warung Kopi Dunia. Bubur ayam dan nasi uduknya mantap,” info Zulhas lagi. Turut serta emoji digital jari ibu alias jempol.

Sebelum menyudahi kunjungan Minggu esok (20/6/2021), rencana Sabtu ini Zulhas dan Erick lanjut berkunjung ke SMA Kebangsaan, di kampung kelahiran Zulhas, Desa Pisang, Penengahan, Lampung Selatan.

Disana, Erick diagendakan dianugerahi gelar adat kehormatan dari masyarakat adat Marga Dantaran, Kalianda, Lampung Selatan. Marga ini satu dari enam Marga Saibatin di Lampung Selatan, selain Marga Ratu, Marga Legun, Marga Rajabasa, Marga Katibung, dan Marga Buku Jadi.

Mengaku terkesan, Erick menyebut lawatan ke provinsi kampung muasalnya ini terbilang istimewa.

Mantan Presiden INASGOC dan Presiden Inter Milan ini menyebutnya, “kesempatan penting bisa mendengar langsung aspirasi masyarakat Lampung”.

Dan berterima kasih kepada Zulhas serta turut tersanjung disinggung soal arah 2024, Erick membalas pidato Zulhas di kediaman Irham Jafar Lan Putra Jumat malam, dengan senyum manis tetap diplomatis. Baginya, dia putra daerah Lampung, akan selalu ingat dan turut membangunnya, terutama pariwisata. “Saya melek juga, Lampungnya mau dibawa kemana,” demikian Erick membalas Zulhas, ingatkan kita lagu tenar band Armada.

Mau dibawa kemana.. Ups, Sidang Pembaca, udah dulu ya? Satu pesan, mengutip yang pernah pula viral Zulhas sampaikan, bahwa sehat dan kesehatan tidak dapat diwakilkan. Tetap jaga diri, keluarga, dan lingkungan.

Sehat selalu, siaga kenakan masker setiap berkegiatan di luar rumah, rajin cuci tangan pakai sabun air mengalir 20 detik, hindari berkerumunan jauhi kerumunan, tetap terus berdoa minta Allah Yang Maha Kuasa segera usaikan pandemi ini, enyahkan virus corona dari muka bumi. Selamat berakhir pekan. [red/Muzzamil]

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top