Modus

Ada Kain Kasa di Dinding Rahim, RS Asy Syfa Medika : Kalau Terbukti ada Pencabutan Izin  

Ferdi Irwanda bersama istri Septina menunjukan kain kasa yang berhasil dikeluarkan dari dalam rahim, yang diduga tertinggal saat operasi caesar/Murni

MENGGALA – Rumah Sakit (RS) Asy Syfa Medika Tulangbawang Barat (Tubaba), mengaku belum belum mendapat laporan terkait dugaan malpraktek yang menimpa Septina (26), pasca operasi caesar.

Septina, mengaku bahwa ada kain kasa sepanjang satu jengkal berwarna coklat hitam tertinggal di dinding mulut rahim. Akibatnya, selama tiga bulan, nipas tidak berhenti dan bau disertai perut sering sakit.

Humas RS Asy Syifa, Majril, saat dikonfirmasi belum bisa berkomentar banyak, karena tak ada laporan secara detail.

“Kita belum bisa memastikan kasus ini malpraktek atau bukan, sebelum kita liat rekam medik pasiennya dulu,” ujar Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Tubaba ini, Kamis (20/6).

Ia juga sangat menyayangkan jika hal tersebut benar terjadi.

Baca Juga:  Pembalakan Liar di Kawasan Hutan Kembali Marak

“Kalau memang masalah ini terbukti, tentunya ada tindakan dari pemkab yakni pencabutan izin praktek,” ucapnya.

Sementara itu, Septina dengan didampingi sang suami Ferdi Irwanda, telah melaporkan kasus tersebut ke Polres Tulangbawang, Kamis (19/6).

Dalam laporannya, Septina mengaku menjadi korban dugaan malpraktek pasca melakukan operasi caesar pada 27 Maret 2019, di Rs Asy Syifa Tubaba.

Kata dia, di dalam perutnya tepatnya di dinding mulut rahim, ditemukan kain kasa sepanjang satu jengkal bewarna coklat kehitam-hitaman dan menebarkan bau tidak sedap.

Keberadaan kain kasa tersebut diketahui setelah dirinya akan melakukan pab smear atau prosedur medis yang dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya masalah pada serviks atau leher rahim wanita yang mengarah pada kanker serviks, di Puskesmas Poned Panaragan Jaya.

“Waktu saya mau pab smear, dokter bilang kok ada benda asing menutupi mulut rahim. Spontan saya bengong dan kaget. Kok bisa dan saya bilang saya baru operasi caesar,” ungkap Septina.

Baca Juga:  Bus Lebaran Puspa Jaya Dilempar Batu di Tegineneng

Seketika itu kata dia, dr. Rani, selaku dokter yang menanganinya di Poned Panaragan Jaya, langsung melakukan tindakan menarik serta mengeluarkan kain kasa tersebut.

“Waktu kainnya ditarik mau dikeluarin saya menjerit karena tidak tahan sakitnya,” ujarnya.

Selain itu, pasca operasi Caesar, dirinya mengalami nipas yang tidak behenti, sejak operasi hingga ditemukan kain tersebut.

“Selama tiga bulan ini nipas saya tidak berhenti-henti dan bau disertai perut sering sakit,” ucapnya.

Dirinya pun sudah dua kali melakukan pemeriksaan di RS Asy Syifa, namun dalam pemeriksaan tersebut fokus pada luka operasi yang sempat bernanah.

“Waktu saya periksa dua kali, hanya satu kali ketemu dokter yang menangani operasi saya. Dan dia bilang tidak ada masalah, dan gejala seperti ini dialami semua pasein pasca operasi,” paparnya.

Baca Juga:  Ormas LMP Serahkan Berkas Dugaan Kecurangan Sekda Lampung Timur ke Kejari

Namun, karena sering demam disertai nipas berkepanjangan dan bau darah tidak sedap, dirinya melakukan pemeriksaan dan bekonsultasi dengan bidan Mareta dan bidan Lilis.

“Waktu saya konsultasi ke bidan Mareta, dia menyarankan saya untuk kuret atau membersihkan kandungan dan rahim. Tapi saya belum melakukannya karena terbentur puasa dan lebaran,” bebernya.(MR)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top