Iklan
Daerah

ACT-MRI Lampung Berbagi Makanan untuk Penyintas Tsunami Lampung

ACT-MRI Lampung Berbagi Makanan untuk Penyintas Tsunami Lampung/Istimewa

LAMPUNG SELATAN – Merespon kejadian tsunami selat sunda di Pesisir Pantai Lampung, tim Emergency Responce ACT-MRI Lampung mulai melakukan penyisiran kawasan pantai sejak Minggu (23/12). Relawan mulai bergerak dari Dermaga BOM Kalianda hingga titik terparah di Desa Way Muli Induk Kecamatan Rajabasa Kabupaten Lampung Selatan.

Dalam penyisiran gabungan relawan dan pihak terkait menemukan beberapa korban meninggal dunia. Selain itu relawan juga ikut membersihkan puing-puing bangunan yang terseret ombak tsunami.

Menurut data BNPB korban tsunami selat sunda baik di Banten maupun Lampung teriidentifikasi 229 korban meninggal dunia, 408 orang hilang dan 720 orang luka-luka.

Baca Juga:  Dua Kepala Dinas Lampura Menolak Dicopot Dari Jabatannya

Hingga Minggu siang (23/12) sudah ditemukan sebanyak 45 korban meninggal dunia di Desa Way Muli  Induk dan Way Muli Timur. Jumlah korban jiwa masih akan terus bertambah.

Salah satu penyintas tsunami Mbah Sanimah (60 tahun) berlari menyelamatkan diri dari terjangan tsunami. Menurut penuturanya ombak tiba-tiba datang menerjang semua bangunan yang berada ditepi pantai. Dirinya menggendong cucunya menuju perbukitan.

Meskipun ombak tak terlalu kuat menerjang rumahnya tetapi duka mendalam tak terelakan. Mbah Sanimah harus menyaksikan menantunya meninggal dunia.  Saat ini  dirinya bertahan dirumah warga bersama anak dan cucunya.

“Itu suasana gelap sekali, warga sini pada teriak ada tsunami, ada tsunami, saya menggendong cucu sekenanya, dikewer-kewer aja, pokoknya yang penting selamet dulu, sampai sekarang belum doyan makan” jelasnya.

Baca Juga:  Wagub Bachtiar Tinjau Kesiapan Personel Penanggulangan Bencana Tsunami di Kalianda

Menurut Kepala Cabang ACT Lampung Dian Eka Darma Wahyuni relawan tak hanya fokus menyisir disepanjang pantai, namun sebagian menyisir diwilayah perbukitan untuk menyapa penyintas tsunami.

Di Dusun 4 Desa Way Muli Induk terdata lebih dari 1.000 warga bertahan dirumah warga dan masjid. Penyintas tsunami berasal dari tiga dusun yang letaknya diarea pesisir.

Relawan ACT-MRI membagikan ratusan paket makanan yang dibawa langsung dari Bandar Lampung. Rencananya Mulai Senin (24/12) akan didirikan dapur umum dilokasi tersebut.

“Tim sudah melakukan assesment, kebutuhan saat ini lebih kepada sembako, pakaian baru, selimut, pampers, pembalut, makanan bayi dan lainya, tim juga akan mendirikan dapur umum untuk melayani kebutuhan makanan dan gizi peyintas tsunami,” pungkasnya.(LS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top