Bandar Lampung

ACT Lampung Lelang Foto Penyintas Gempa Palu Sigi dan Donggala

Penggalangan dana kemanusiaan untuk korban bencan di Sulawesi Tengah dan Tanggamus, di Alkarim Funtastic Festival 2018, di Graha Adora Jl. Raden Gunawan, Bandar Lampung/Istimewa

BANDAR LAMPUNG – “Uang 500rb biasa cuma sekali makan di Restoran, siapa yang mau menyumbangkan untuk saudara-saudara di Palu,  Sigi dan Donggala ayah bunda?,” suara umi Tila membuat wajah sembab diseantero gedung.

ACT Lampung menggalang dana kemanusiaan di Alkarim Funtastic Festival 2018, di Graha Adora Jl. Raden Gunawan, Bandar Lampung, kemarin.

Dalam gelaran lelang buku tersebut menghadirkan artis, presenter dan aktivis pendidikan Dik Doang. Melalui materi parenting yang disampaikan, Dik Doang menyingung tentang kebaikan berbagi.

Disaat riuhnya acara tetiba suara sayup memanggil relawan yang tengah sibuk menyodorkan kotak donasi.

Kontan relawan tersebut menoleh kearah suara. Sosok ibu tengah baya berjalan cepat dengan membawa nampan berisi pernak-pernik kerajinan tangan.

Niat tulus untuk menyalurkan seluruh hasil daganganya terbayar lunas, belum satu jam berkeliling, nampan yang dibawanya sudah kosong.

Baca Juga:  ACT Lampung Salurkan Bantuan Perlengkapan Sekolah 

Tanpa menghiraukan modal daganganya, Ibu itu memasukan seluruh hasil penjualanya ke kotak donasi.

“Saya mau jual barang-barang ini nanti hasilnya akan saya sumbangkan semuanya untuk Palu sigi dan Donggala, ” ucapnya.

Tak berselang lama, keharuan pecah di Gedung Adora, Al Mauritz, siswa Sekolah Dasar kelas 3 menangis usai memberikan donasinya 500 ribu rupiah untuk disumbangkan ke korban bencana alam Palu Sigi dan Donggala.

Al Mauritz yang saat itu masih mengenakan seragam Taekwondo menceritakan, dirinya menangis karena teringat dengan kakek dan neneknya yang ikut menjadi korban gempa Palu.

“Saya ingat sama eyang di sana. Tapi, untung eyang selamat. Cuma rumahnya saja yang ancur, sekarang eyang sudah ada di Solo,” ucapnya.

Siswa berusia 9 tahun tersebut menyisihkan uang jajan selama sebulan. Menurutnya uang akan diberikan ketika ada penggalangan untuk Gempa Palu Sigi dan Donggala.

“Saya menyisihkan sedikit uang jajan sekolah, sebagian lagi dapat tambahan dari orangtua. Kasih donasi kemauan saya sendiri,” tandas warga Kemiling, Bandar Lampung ini.

Baca Juga:  IBI Darmajaya Gandeng ACT Lampung Kirim Logistik dan Relawan ke Kelumbayan Tanggamus

Penggalangan diperkuat dengan lelang karya foto photographer Perdiansyah yang beberapa pekan lalu sempat mengunjungi Palu Sigi dan Donggala.

Dalam lelang foto terjual 12 foto. Hasil lelang untuk kemanusiaan Palu Sigi dan Donggala.

Dihadiri pemilik foto,  Perdiansyah,  juga menceritakan asal usul dari foto yang dijepretnya dihadapan peserta Alkarim Funtastic Festival 2018.

Selain itu hadir juga El Shinta yang juga menyaksikan pasca gempa Palu Sigi Donggala.

“Kakak nanti tak akan pergi kan?, kami disini sedih karena setiap ada yang datang selalu pergi lagi. Mereka bilang seperti itu sampai saya tak jadi liputan,” ucap Shinta menceritakan kisahnya di Posko Pengungsian Buluri Kecamatan Ulujadi, Kota Palu.

Sementara itu, Kepala Cabang ACT Lampung, Dian Eka Darma Wahyuni, dalam kegiatan tersebut berhasil terkumpul dana sekitar Rp62 juta.

Dana tersebut nantinya akan digunakan untuk membangun shelter hunian nyaman di Palu Sigi dan Donggala.

Penggalangan sendiri akan terus dilakukan sampai masyarakat terdampak gempa benar-benar pulih.

Baca Juga:  Polda Lampung Amankan Pemilu 2019 Dengan Langkah Preventif

Selain itu pihaknya juga mulai menggalang dana untuk penyintas banjir di Pekon Umbar Kecamatan Kelumbayan Kabupaten Tanggamus.

Mulai Senin (12/11) ACT telah membuka 1 Posko Kemanusiaan dan 3 Dapur Umum di Dusun Sukajadi, Lubuk Kejung, Boloran Tupak, Sabar dan Tanjung Iman Pekon Umbar.

Dapur Umum tersebut akan melayani ratusan masyarakat terdampak banjir dengan menghadirkan menu yang bergizi dan enak.

“Alhamdulillah, tim relawan sudah menembus lokasi terdampak banjir dan segera mengaktivasi Dapur Umum, harapanya masyarakat lebih tenang dengan hadirnya paket makanan yang dimasak oleh relawan maupun warga setempat,” ucapnya.(LS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top