Iklan
Bandar Lampung

ACT Lampung Inisiasi Bara Solidaritas Setahun Gerakan “Great Return March”

Suasana aksi ACT galang donasi bagi rakyat Palestina dan penandatanganan dukungan kemerdekaan Palestina, menandai peringatan Great Return March bersama jejaring relawan Lampung/ACT Lampung

BANDAR LAMPUNG – Sidang Pembaca, cekam situasi terkini di Jalur Gaza atau West Bank, dan rerata wilayah Palestina, dilaporkan berada di titik nadir. Bukannya mengendur, pesan rakyat Palestina, dukungan solidaritas internasional justru tambah dirindukan berlipat ganda, hadir.

M Husein, aktivis kemanusiaan yang 8 tahun mukim di Jalur Gaza, dalam program siaran langsung Metro Hari Ini di studio MetroTV, Jumat (29/3) petang, melaporkan kini jelang pemilu Israel, aneksasi kedaulatan Palestina kembali jadi martir isu kampanye.

“Saat ini, di Jalur Gaza, listrik hanya hidup dua jam dalam sehari. Disana sedang krisis air bersih, rakyat Gaza dipaksa situasi mengonsumsi air tak layak minum. Ini diperparah fakta 80 persen dari 2,3 juta rakyat Palestina hidup di bawah garis kemiskinan,” papar Husein, kepada Rory Asyari, pembawa acara berita MetroTV.

Di Lampung, atensi khusus atas penderitaan tak berkesudahan, perjuangan kolektif mempertahankan kedaulatan rakyat dan mewujudkan kemerdekaan bangsa Palestina dari rudapaksa cengkeram zionis Israel terus-menerus digelorakan oleh berbagai elemen masyarakat.

Baca Juga:  Gubernur Ridho : Media Jangan Hanya Kecepatan, Musti Ada Kualitas dan Akurasi

Sadar bahwa Sabtu (30/3) ini, menjadi pekan istimewa, satu pekan sangat bersejarah bagi Palestina tepat setahun pascamomentum kelahiran gerakan Great Return March 30 Maret 2018 lalu, sejumlah inisiasi pesan dan aksi solidaritas kembali digalang pula.

Ialah organisasi relawan kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Lampung, bersama sejumlah mitra komunitas, menggelar aksi penandatanganan dukungan kemerdekaan sekaligus aksi simpati galang donasi bagi rakyat Palestina, di 10 titik strategis Kota Tapis, Bandarlampung, Jum’at pagi.

“Bukan berarti kita mengabaikan tragedi kemanusiaan di negeri lain tapi ada momentum sangat mensejarah bagi perjuangan menuju Palestina merdeka,” Marketing Communication (Marcomm) ACT Lampung Hermawan WS menjelaskan latar aksi, Jum’at, mendampingi Kepala Cabang ACT Lampung Dian Eka Darma Wahyuni.

Aksi serentak mulai pukul 10.00 WIB itu sukses digelar di 4 titik kampus Universitas Lampung (Unila). Bersama mahasiswa Administrasi Negara FISIP di Masjid Al Wasi’i, aktivis BEM FMIPA di kampus FMIPA, dan mahasiswa PGSD di FKIP. Di kampung mahasiswa Kampung Baru, belakang FISIP, di sana bergabung, Komunitas Ruang Sosial.

Baca Juga:  Syukuran Qurban Global Qurban-ACT Lampung Sapa Daerah Rawan Kekeringan

Lainnya, di kampus Universitas Muhammadiyah (UM) Lampung, ACT bekerja sama dengan BEM. Bersama komunitas Rohis (Rohani Islam) RSUD Abdul Moeloek, aksi pun dilancarkan di komplek RS. Di bilangan Sukarame, dengan jejaring Himpunan Mahasiswa Jurusan Matematika UIN Raden Intan, terpusat di gedung Fakultas Tarbiyah.

Sudut berbeda, aksi dihelat bareng pengurus Masjid Halimaturrifa’i, Jalan Cipto Mangunkusumo 25, Sumurbatu dan Masjid Arruhamma, Pahoman, Telukbetung Utara. Hanya di Sekolah Alam Lampung, Kemiling saja, beda waktu. Disana, ACT dengan komunitas Gebyar Pelajar Lampung (GPL), siswa dan guru sekolah itu, memulai aksi lebih awal, pukul 07.00 WIB.

Keterangan pers Kacab ACT Lampung Dian Eka Darma Wahyuni menyatakan aksi kemarin –di Palestina sendiri rutin digelar saban Jum’at sejak akhir Maret tahun lalu, menandai kecintaan seluruh masyarakat Lampung turut memberi semangat dengan memberikan tandatangan dan donasi terbaik untuk membantu masyarakat Palestina.

Donasi nantinya, kata Dian, hijabers pegiat Safe Food Indonesia ini biasa disapa, dalam bentuk bahan bakar, air bersih, alat pemanas ruangan, layanan kesehatan, paket musim dingin dan lainnya. “Kami kolaborasi dengan mitra saat aksi untuk lebih menggelorakan Great Return March di Lampung. Perjuangan masyarakat Gaza sangat luar biasa sehingga kita wajib dukung penuh perjuangan mereka,” tutur Dian.

Baca Juga:  ACT gelar Pelatihan Pertolongan Pertama (PP) bersama PMI Provinsi Lampung dan Gaspool

Asal tahu saja, 30 Maret 2018 adalah momentum lahirnya gerakan kolektif Great Return March, satu inisiasi global internasionalisasi gerakan rakyat Palestina di seluruh dunia, bergerak kembali ke tanah air, berjuang menuju pembebasan Palestina, pembebasan Baitul Maqdis (Masjidil Aqsa, Red), pembebasan tanah wakaf umat Islam sedunia, pembebasan negeri yang diberkahi Allah SWT.

Save Palestine for Freedom, Viva Palestina. Setuju? (LS/MZl)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top