Bandar Lampung

9 Lapak Pedagang Tutup, Pasar Smep Menanti Janji Wali Kota

Salah satu akses jalan di Pasar Smep Kota Bandar Lampung/TS/Suluh

BANDAR LAMPUNG – Para pedagang terpaksa gulung tikar lantaran kondisi Pasar Smep Bandar Lampung, yang porak poranda.

Kondisi kumuh dengan banyak sampah disetiap sudut pandang dan fasilitas jalan yang rusak menjadi gambaran dari Pasar Smep, yang digadang-gadang Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung, menjadi pasar tradisional modern.

Diketahui, kolam besar yang berada di Pasar Smep tak ubahnya seperti kolam sampah yang mirip seperti tempat pembuangan akhir sampah. Belum lagi persoalan akses jalan.

Dari penelusuran di lokasi, kondisi salah satu akses jalan tepatnya dipinggir kolam rusak parah. Pondasi jalan rusak membahayakan para pembeli, akhirnya melihat kondisi jalan tersebut para pedagang berinisiatif memperbaiki jalan menggunakan kayu seadanya.

Baca Juga:  Pemprov Lampung Gandeng Semen Conch Tingkatkan Daya Saing Pekerja Konstruksi

Namun, perbaikan tersebut tidak bertahan lama, Jembatan kayu yang dibangun pun kembali rusak.

Imbas dari rusaknya salah satu fasilitas jalan, adalah tutupnya sejumlah pedagang yang mempunyai lapak disekitar kolam.

Menurut, salah satu pedagang Pasar Smep, Marwan Hadi, sudah ada 9 lapak pedagang yang tutup. Tutupnya lapak tersebut lantaran para pembeli enggan berbelanja melewati akses jalan tersebut dikarenakan membahayakan.

Pedagang soto ini juga mengaku, Wali Kota Herman HN sudah berjanji akan memperbaiki jalan ini usai lebaran.

“Sampai hari ini, janji tersebut tak kunjung terealisasi,” ungkap Marwan, Sabtu (27/10).

Bahkan dirinya mengatakan, jika melihat persoalan Pasar Smep, sepertinya tidak akan selesai walaupun dibuat sinetron sampai 10 episode.

“Kami hanya berharap pak walikota diharapkan dapat secara tegas dan bijak mengambil langkah penyelesaian Pasar Smep Bandar Lampung,” tandasnya.

Baca Juga:  Pemprov Apresiasi DPRD Lampung Soal Terwujudnya Perda Pinjaman Daerah

Sebelumnya, Wali Kota Bandar Lampung, Herman HN, meninjau sejumlah pasar yang berada di pusat kota seperti Pasar Bambu Kuning, Gintung, dan Pasar Smep, Rabu (26/9) lalu.

Tak sekadar meninjau, Herman HN, yang didampingi rombongan juga mengabarkan kepada para pedagang di Pasar Smep, bahwa pembangunan pasar yang sempat mangkrak bertahun-tahun itu akan dikerjakan pada awal Februari 2019.

“Kita ninjau agar masyarakat tahu akan segera kita bangun pasar ini. Mungkin awal-awal Februari 2019 sudah bisa kita gerakan,” ujar Herman saat sidak.

Iya juga menegaskan, jika pasar tersebut rampung dibangun, pihak pemkot akan mengutamakan pedagang Smep.

“Yang masuk nanti hanya boleh pedagang Smep. Dari luar enggak boleh. Kita utamakan terlebih dahulu pedagang-pedagang di sini,” kata Herman HN.

Baca Juga:  Yustin Ridho Ficardo Lepas Jalan Sehat Harganas ke-25 di Taman Gajah

Tak hanya Pasar Smep, jalan di Pasar Gintung yang terkenal dengan kebecekannya akan dicor oleh pemkot  dalam waktu segera.

“Iya jalan di gintung akan kita cor, 12×150 meter lebar dan panjangnya, ketebalannya 30 cm. Kita cor biar masyarakat tidak kena becek lagi, biar lebih enak belanjanya,” pungkasnya.(TS/AJ)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top