Modus

85 Persen Proyek di Lampung Utara Kocok Bekem

kiri-terdakwa perkara suap fee proyek di Kabupaten Lampung Utara, Chandra Safari/Suluh/TIN

BANDAR LAMPUNG – Dua orang saksi dihadirkan untuk dimintai keterangannya dalam sidang lanjutan perkara suap fee proyek yang terjadi di Kabupaten Lampung Utara, pada tahun anggaran 2017 – 2018, atas nama terdakwa Chandra Safari, selaku rekanan proyek, Kamis (26/12).

Saksi yang dihadirkan adalah Karnadi, seorang mantan Kepala Unit Layanan Pengadaan yang menjabat pada tahun 2016 hingga 2018 dan seorang saksi bernama Meri Imelda Sari, mantan ketua pokja yang juga seorang anggota unit layanan pengadaan di tahun 2013 hingga 2018.

Dari keterangan saksi Karnadi, dirinya memberikan keterangan pernah mendapatkan catatan nama – nama rekanan dari kadis PUPR, untuk dijadikan sebagai pemenang lelang tender proyek.

Baca Juga:  Diterjang Ombak, 5 Nelayan Bakauheni Ditemukan Terombang-ambing

Diantaranya terdapat nama terdakwa Chandra Safari dan disertakan dengan perintah permintaan fee proyek sebesar 20 sampai 25% persen kepada rekanan.

Sementara dari keterangan sang mantan ketua pokja, Meri Imelda Sari, dijabarkan bahwa di Kabupaten  Lampung Utara, sebesar 85% dari lelang proyek, telah ditentukan pemenangnya.

“Sebagian besar rekanan berasal dari bandar lampung,” ungkap Meri Imelda, dalam persidangan.

Rekayasa penentuan pemenang tender seperti ini biasa diistilahkan kocok bekem.

Dan dari fakta persidangan, terdapat tiga kepala bidang di dinas PUPR, yang disebut juga pernah menyerahkan catatan nama – nama rekanan, yang telah diatur sebagai pemenang dalam lelang tender proyek Lampung Utara.

Merespon penyebutan nama – nama baru yang muncul tersebut, jaksa penuntut umum menyerahkannya kepada direktorat penyidikan KPK dan jika kuat keterkaitannya untuk membuka nama – nama tersangka baru dalam perkara ini.

Baca Juga:  Deklarasi Keterbukaan Informasi Pilkada 2018 Untuk Aman Dan Damai

“Ketiga kepala bidang tersbut bisa saja dipanggil sebagai saksi dalam persidangan berikutnya,” jelas Jaksa KPK Lucky Dwi Nugroho.

Sidang lanjutan dari perkara ini akan kembali digelar pada Kamis 2 Januari 2020 pekan depan, dengan pula akan menghadirkan saksi – saksi untuk dimintai keterangannya.(TIN)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top