Daerah

500 Orang Vaksinasi OJK-Kadin, 650 Orang Vaksinasi OJK-APINDO di Kota Metro

Ketua DPK APINDO Kota Metro, M Hanif, bersama pimpinan RSU Muhammadiyah Metro, di sela vaksinasi dosis 1 Vaccines COVID-19 For Community taja OJK Lampung dan APINDO Lampung, keduanya pelaksana vaksinasi, di RS ini, Kamis (14/10/2021). | APINDO

Suluh.co — Kota 5 kecamatan 22 kelurahan yang lahir sejak kolonisasi 1934-1935, lalu berdasar rapat Dewan Marga 17 Mei 1937 dipisah dari relasi marga, dan 9 Juni 1937 ganti nama dari Trimurjo menjadi Metro ini, sepanjang Kamis (14/10/2021) kemarin, sebagian berlanjut Jumat (15/10/2021) ini, tersapa program percepatan vaksinasi gratis COVID-19 berbasis komunitas, taja lembaga mikroprudensial negara, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) RI Perwakilan Lampung.

Tajuk Vaccines For Community besutan OJK, membahagiakan setotal 1.150 warga kota, terverifikasi fisik pelaksana: dua organisasi profesi dunia usaha dan industri, mitra OJK menggeber akselerasi vaksinasi, Kadin (Kamar Dagang dan Industri), dan APINDO (Asosiasi Pengusaha Indonesia).

Kepala OJK RI Perwakilan Provinsi Lampung, Bambang Hermanto, berpesan kesempatan pidato, supaya semua pihak menjadikan kepatuhan tanpa syarat, kedisiplinan untuk disiplin berdisiplin, menjalankan protokol kesehatan 5M cegah kendali COVID-19, jadi pilar keberadaban perilaku, yang utama.

Dia juga mendoakan. “Kami berharap semua yang sudah divaksinasi tetap sehat,” ujarnya, seperti disampaikannya di hadapan hadirin seremoni pembukaan vaksinasi COVID-19 dosis 1, taja OJK-Kadin Lampung, bagi 500 orang pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM), di Balai Paroki, Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Kota Metro, Jl AH Nasution 11, Kelurahan Yosorejo, Kecamatan Metro Timur, Kamis pagi.

Membersamai Bambang, Wakil Walikota Metro Qomaruz Zaman, Wakil Ketua Kadin Lampung Bidang Perbankan dan Keuangan Irfan Gani, beberapa staf OJK, pengurus Kadin, serta pemuka gereja, pengurus paroki 84 tahun itu, yang menyejarah sebagai stasi ke-3 setelah Tanjungkarang dan Pringsewu, Gereja Keuskupan Tanjungkarang ini.

Di lokasi, peserta lima sesi vaksinasi sejak pukul 8 pagi hingga usai kuarsa 14.30 WIB, tertib diri –mengantri, mengisi absen dan formulir skrining meja registrasi, diperiksa suhu tubuh thermogun digital, mengulurkan lengan kanan untuk dicek tekanan darah dan jemari kanan atau kiri dicek saturasi, lanjut tim medis memastikan layak tidaknya untuk divaksinasi sesuai SOP, sejurus usai jarum suntik mampir lengan boleh meninggalkan lokasi usai paling cepat 15 menit observasi Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

Baca Juga:  Produksi Ikan Asin Lampung Memble

“Koyo (asal dialek Jawa, berarti seperti, red) digigit semut,” ujar seorang ibu paruh baya tergelak, satu tangannyi refleks mengusap-usap bawah lengan tersuntik. “Sehat yo,” imbuhnyi sebelum meninggalkan lokasi.

Di sudut lain, Wakil Walikota Metro Qomaru Zaman, mempidatokan ajakan humanisnya kepada rakyat kota seluas hampir tujuh ribu hektar ini: ayo warga Metro, ramai-ramai ikut vaksinasi, saat meninjau pula helat vaksinasi senada OJK-APINDO Lampung, bagi 650 warga buruh/pekerja, kelompok umum, lansia dan kelompok rentan lainnya, pelaku UMKM, peserta vaksinasi dosis 1 SinoVac, beda lokasi, di Aula Rumah Sakit Umum (RSU) Muhammadiyah Metro, Jl Soekarno Hatta Nomor 42, Kelurahan Mulyojati 16B, Kecamatan Metro Barat, hari yang sama.

Dewan Pimpinan Kota (DPK) APINDO Metro, bareng RSU Muhammadiyah Metro, bekerja sama dengan Pemkot Metro melalui dinkes, menghelat vaksinasi Kamis lanjut hari ini, di tiga lokasi. Selain di RSU Muhammadiyah, juga di Klinik Muhammadiyah Metro Timur, dan Klinik Muhammadiyah Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Metro Selatan.

Koordinator pelaksana, M Hanif, Ketua DPK APINDO Metro merinci, total peserta terbagi 500 warga rentan/umum terverifikasi pintu registrasi RS Muhammadiyah. Lainnya 109 buruh PB Swalayan, 14 orang dari PT Coca-Cola Europacific Partners (CCEP) Indonesia, 17 dari Bank Syariah Indonesia (BSI), dan 10 pelaku UMKM binaan APINDO.

Terkoordinasi baik sepekan persiapan, buah upaya Hanif APINDO, bersama sejawatnya, direktur RS pemangku hotline 0725-49490 yang beroperasi sejak medio Oktober 2007 diresmikan 22 Januari 2008, kebetulan sama nama, yakni dr Hanif, beserta kedua jajaran.

Seperti juga tertayang di laman rumah sakit, Wakil Walikota Metro Qomaru Zaman, yang notabene wakil walikota kelima tetapi juga wakil walikota pertama latar perseorangan alias calon independen tersebut, bersegera akrab berdialog dengan beberapa peserta vaksinasi.

Periwayat studi SD Muhammadiyah Metro (1975) dan S2 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta tahun 2004 itu, selain hadir di dua lokasi dua penaja, Kadin dan Apindo, juga meninjau vaksinasi senada dua lokasi lainnya. Di Gereja Katolik Santa Maria Metro, dan Kelurahan Purwoasri, Metro Utara.

Baca Juga:  Terima Kasih untuk OJK-APINDO, Dari 500 Peserta Vaksinasi SMKN Labuhan Maringgai

Berhalangan hadir Kamis, ketua pelaksana vaksinasi OJK-APINDO, Arif Syarifudin Zuhri, Ketua Bidang Ketenagakerjaan, Jaminan Sosial, Advokasi DPP APINDO Lampung, menyampaikan selamat dan sukses kepada segenap pihak pelaksana vaksinasi di Metro atas kelancaran jalannya vaksinasi.

Pesan elektronik Ketua APINDO Lampung Ary Meizari Alfian, “Alhamdulillah, semoga lancar dan sukses acaranya. Salam hormat untuk bapak Wakil Walikota dan teman-teman DPK APINDO disana (Metro) ya,” ujar Ary, sembari memohon maaf urung hadir sebab tengah berada di Jakarta.

Meminjam istilah Qomaru, asistensi teknis OJK RI, satu dari sedikitnya tujuh pilar inti driving force pengupayaan percepatan realisasi pelaksanaan, pencapaian dan perluasan cakupan dan target sasaran program vaksinasi nasional gratis COVID-19, sebut saja Dinkes 34 Pemprov dan 514 Pemkab/Pemkot se-Indonesia, Polri, TNI, BIN, Insan Maritim, BI dan OJK sendiri, bersama seluruh lapisan elemen sipil NKRI, demi bersegera menjemput terciptanya idealisasi minimal syarat material kekebalan komunitas, demi sehatnya seluruh rakyat, terungkitnya kembali dongkrak ekonomi, bekerjanya kembali sel picu pemajuan.

Vaksinasi, demikian Qomaru Zaman ulas, menjadi bagian dari kerja sama kita bersama untuk memberi perlindungan kepada rakyat dari ancaman COVID-19.

Hingga Kamis (14/10/2021) pukul 16.00 WIB sebanyak 104.308.702 jiwa rakyat Indonesia telah tersuntik vaksin dosis pertama, setara 50,08 persen dari total jumlah sasaran target vaksinasi nasional untuk 208.465.720 orang, dan sebanyak 60.422.073 orang setara 29,01 persen target telah tervaksinasi dosis dua.

Data resmi Kementerian Kesehatan, dari lima kelompok sasaran: tenaga kesehatan/nakes, lanjut usia (lansia), petugas publik, kelompok rentan, masyarakat umum, dan remaja 12-17 tahun, vaksinasi nakes tercatat overtarget dari tetapan peta jalan vaksinasi nasional gadangan pemerintah.

Dosis pertama, tembus 1.997.564 orang (136 persen), dosis dua tembus 1.868.349 orang (127,21 persen) dari target vaksinasi sebanyak 1.468.764 nakes. Tersisa vaksin booster saja yang baru menyentuh lengan 1.045.398 nakes (71,18 persen dari target).

Baca Juga:  AHY: Jangan Ragu Ajak Keluarga Coblos Nomor 1

Untuk petugas publik, 27.887.390 orang (160,95 persen) tervaksinasi dosis satu, 21.826.381 orang (125,97 persen) telah tervaksinasi dosis dua. Dari total target pemerintah yakni 17.327.167 orang, total dosis satu dosis dua, telah terlampaui.

Untuk kelompok rentan dan umum, sejumlah 61.723.230 orang tervaksinasi dosis kesatu (43,71 persen) dan 27.974.997 orang telah tervaksinasi dosis dua (19,81 persen). Total
target dua kelompok ini 141.211.181 orang.

Untuk kelompok remaja usia 12-17 tahun, sejumlah 4.247.798 anak tervaksinasi dosis kesatu (15,91 persen) dan 3.098.166 orang telah tervaksinasi dosis dua (11,6 persen). Total target kelompok ini 26.705.490 orang.

Apa kabar program vaksinasi partisipatif berbayar, Vaksinasi Gotong Royong? Meski masih tergolong rendah, angka terus naik. 1.105.475 orang (7,37 persen dari target) tervaksinasi dosis pertama, 935.665 orang (6,24 persen) tervaksinasi dosis kedua.

Bagaimana Lampung? Masihkah juru kunci? Data Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, per 13 Oktober 2021, dari total jumlah kebutuhan vaksinasi 6,645,226 orang target kekebalan komunitas, memang jumlah vaksin diterima baru 4,421,010 dosis setara 28,87 persen dan masih berkekurangan 10,398,487 dosis.

Namun, sedikit lega sejenak, Lampung telah relatif berhasil keluar dari predikat tersebut. Merujuk data provinsi bercapaian vaksinasi terendah nasional hingga 10 Oktober 2021, Lampung keempat dari bawah, atau ke-31, perinci Papua (23,3 persen), Sumatera Barat (24,88 persen), Nangroe Aceh Darussalam (26,75 persen), Lampung (27,05 persen), dan Sulawesi Barat (28,06 persen).

Itu juga bukanlah “aib”. Demi menjawabnya, berinisiatif mengorganisasikan diri, keluarga, warga lingkungan dan tetangga, serta turut berjibaku memfasilitasi helat vaksinasi, pun Sakai Sambayan, bersatu bergotong-royong membantu pemerintah menyukseskannya, melalui eksekusi Satu Komunitas Satu Sentra Vaksinasi, adalah ikhtiar mulia siapapun kita, kini.

 

Reporter : SUL/Muzzamil

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top