Bandar Lampung

50 Persen Hutan Gundul dan 258 Sungai di Lampung Berpotensi Bencana

Kegiatan penanaman pohon di Taman Hutan Raya (Tahura) Wan Abdul Rachman, Kemiling, Bandar Lampung/RM/Suluh

BANDAR LAMPUNG – Sebanyak 258 Daerah Aliran Sungai (DAS) di Provinsi Lampung, masuk kategori kritis. Hal ini disebabkan akibat kondisi hutan yang kurang baik. Untuk itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung fokus melakukan berbagai pembehanan, dengan kembali melakukan penanaman pohon.

Kegiatan peringatan Hari Menanam Pohon ini juga dijadikan sebagai momentum, yang melihat kondisi hutan di Lampung yang masih kurang baik. Bahkan, kondisi DAS di Lampung, masuk  kategori kritis baik secara nasional maupun daerah.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung, Syaiful Bachri, mengatakan, ada sekitar satu juta empat ribu hektare lahan atau 28,5 persen dari luas daratan di Lampung yang statusnya hutan.

Baca Juga:  Fokus Peringkat Madya, Pemkot Bandar Lampung Bangun Fasilitas Ramah Anak

“Dari data tersebut fungsi lahan hutan hampir 50 persen kondisinya kurang baik,” ungkap Syaiful, Rabu (28/11).

Oleh karena itu, untuk memulihkan fungsi hutan itu harus dilakukan tutupan lahan, salah satunya dengan melalukan penanaman pohon.

“Pada tahun depan kami juga akan melakukan rehabilitasi DAS seluas 16 ribu hektare,” ungkap Syaiful.

Sementara itu, Kepala DAS dan Hutan Lindung Way Seputih Way Sekampung, Dustirawan, mengatakan, di Lampung ada 258 DAS yang kesemuanya menjadi prioritas nasional.

Sehingga semua kegiatan yang menyangkut rehabilitasi lebih difokuskan pada DAS Way Sekampung.

“Rehabilitasi tersebut diharapkan bisa kembali memulihkan status lahan hutan,” tukas dia.

Sementara pada kegiatan penanaman pohon kali ini, ada 1.000 pohon yang semuanya berasal dari PT. PLN, bekerja sama dengan Pemprov Lampung dan instansi terkait lainnya.

Baca Juga:  Tuan Rumah FLS2N, Lampung Target 10 Besar

Pada kegiatan penanaman pohon di Taman Hutan Raya (Tahura) Wan Abdul Rachman, Kemiling, Bandar Lampung, ada sekira enam jenis yang ditanam, diantaranya pohon pinus, ketapang kencana, trembesi, glodokan, durian, dan cemara norpop.(RM)

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top