Modus

5 Warga Pesibar Disidang Lantaran Jual Benur Lobster

5 warga Pesibar disidang lantaran jual benur lobster/TN/Suluh

BANDAR LAMPUNG – Lantaran memperdagangkan bibit lobster tanpa izin, lima (5) orang asal Pesisir Barat (Pesibar) disidangkan di Pengadilan Negeri Tanjung Karang, sebagai terdakwa karena  melanggar undang – undang perikanan, Kamis (27/6).

Ke-5 pria yang berdomisili di Kabupaten Pesibar ini, harus didudukan di hadapan majelis hakim, untuk mendengarkan dakwaan yang dibacakan oleh Jaksa Ilham, dari Kejaksaan Tinggi Lampung.

Kelima-nya didakwa telah melanggar Pasal 86 dan Pasal 88 Undang Undang yang mengatur tentang perikanan, dengan perbuatan mereka yang menjual belikan bibit lobster atau yang biasa disebut dengan benur, tanpa izin dari dinas terkait.

Aktivitas pengemasan bibit lobster itu sendiri dilakukan di gudang milik terdakwa Agus Sudarwanto, yang disewa oleh Mustolipi, senilai Rp2.500.000 setiap bulannya.

Baca Juga:  Cinta Segita Berujung Nyawa, Istri dan Selingkuhan Kompak Habisi Suami

Sementara Safe’i Khoirul Muslimin, bertugas untuk mengemasnya menggunakan media polyfrom dan kemudian  menjual bibit lobster tersebut kepada Muhammad Khoiri dan Setiawan.

Setelah sampai di tangan Muhammad Khoiri dan Setiawan, benur tersebut lalu dikemas lagi dalam toples plastik yang berisi oksigen dan air laut, lalu kembali dijual kepada Nanang yang kini menjadi buron pihak kepolisian, seharga Rp15 ribu per ekornya untuk jenis lobster mutiara dan seharga Rp3.500 untuk  jenis pasir.

Sidang lanjutan perkara ini akan kembali digelar pada pekan depan, dengan agenda mendengarkan keterangan saksi dari  petugas yang menangkap mereka.(TN)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top