Iklan
Modus

5 Kali Berurusan Dengan Aparat Akibat Narkoba, Residivis Ini di Bui 17 Tahun

Residivis kasus narkoba/Ilustrasi

BANDAR LAMPUNG – Feri Yanto, residivis perkara narkoba harus kembali disidangkan di Pengadilan Negeri Tanjug Karang, dalam perkara yang sama, atas kepemilikan narkotika jenis sabu yang sebanyak 5 kilogram. Kali ini Majelis Hakim menuntutnya dengan hukuman penjara selama 17 tahun, Rabu (27/3).

Warga Teluk Betung, Kota Bandar Lampung, ini akhirnya hanya bisa terdiam saat majelis hakim memberikan vonis terhadapnya.

“Hukuman kurungan penjara selama 17 tahun lamanya dan diwajibkan membayar denda sebesar Rp1,5 miliar, dengan subsidair denda yakni pidana penjara selama 6 bulan,” kata Hakim Ketua Siti Insirah, dalam persidangan.

Putusan dari hakim ini lebih ringan dari tuntutan jaksa yang dibacakan pada sidang sebelumnya, dengan tuntutan hukuman penjara selama 20 tahun dan denda sebesar Rp1,5 miliar, dengan subsidair denda penjara selama 6 bulan.

Baca Juga:  Tim Investigasi Dugaan Malpraktek RS Asy Syifa Medika Tak Ungkap Hasil ke Publik

Feri Yanto terbukti telah melanggar pasal 112 dan 114 Undang Undang yang mengatur tentang narkotika, dengan unsur memiliki dan menguasai narkotika jenis sabu yang seberat 5 kilogram.

Barang haram tersebut ia pesan dari Aceh, melalui seorang bernama Yusak, yang saat itu berstatus warga binaan Lapas Cipinang Jakarta dan kemudian sang napi tersebut meneruskan pesanan sabu ke seorang bandar besar di Aceh bernama Diky.

Perkara yang menjerat terdakwa Feri Yanto kali ini, bukannya yang pertama ia lakukan, namun ini adalah perkara yang kali ke-5 ia lakukan, sehingga nota penyesalan yang diucapkannya dalam nota pembelaannya pun diabaikan oleh majelis hakim.(TN)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top